Teks Khutbah Jumat Singkat Padat PDF Penuh Makna Tentang Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Ilustrasi Bermanfaat untuk orang lain
Ilustrasi Bermanfaat untuk orang lain

Banyak cara untuk mendapatkan pahala, salah satunya dengan cara menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Dalam teks khutbah terbaru penuh makna ini akan dijelaskan 5 hal yang bisa dilakukan oleh seorang mukmin agar bermanfaat bagi orang lain.

Khutbah jum’at singkat bahasa Indonesia ini tersedia dalam versi PDF dan bisa download pada link yang sudah disediakan. Khotib tinggal print dan potong kertas menjadi dua bagian sehingga berukuran A5. Semoga bermanfaat.

Bacaan Lainnya

KHUTBAH JUMAT PERTAMA

إنَّ الْحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، وَنَسْتَعِيْنُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ باللهِ مِنْ شُرُوْرِ أنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيْئاَتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِه اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أنْ لَا إِلَهَ إِلَا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى

  قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ 

. بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

صَدَقَ اللّٰهُ العَظِيمْ

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan nikmat-Nya pada kita. Nikmat yang senantiasa menyertai kehidupan kita; dalam tidur dan terjaga, saat istirahat maupun beraktifitas, saat kita bergerak maupun diam. Semua nikmat yang kita rasakan kemudian menjadi nikmat yang hakiki tatkala nikmat iman masih mendominasi dalam diri kita.

Maka tidak ada yang pantas untuk kita saling nasehatkan kecuali pesan taqwa. Agar kita mensyukuri segala nikmat Allah dan mengoptimalkannya untuk beribadah kepada-Nya. Berusaha meninggalkan seluruh larangan-Nya dan berupaya menjalankan perintah-Nya beserta sunnah Nabi-Nya; sekuat kemampuan kita.

Sebagaimana firman allah dalam al-qur’an.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: Dan saya tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. (QS. Adz-Dzâriyât: 56)

Ma’asyiral muslimin rahima kumullah,

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani),

Seorang Muslim, setelah ia membingkai kehidupannya dengan misi ibadah kepada Allah semata, sebagaimana petunjuk Allah dalam surat Adz Dzariyat ayat 56, maka orientasi hidupnya adalah memberikan manfaat kepada orang lain, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, atau nafi’un li ghairihi.

Karenanya, Hasan Al Banna memasukkan nafi’un li ghairihi ini sebagai salah satu karakter, sifat, muwashafat, yang harus ada pada diri seorang Muslim. Siapapun Muslim itu, di manapun ia berada, apapun profesinya, ia memiliki orientasi untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Seorang Muslim bukanlah manusia egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Ia juga peduli dengan orang lain dan selalu berusaha memberikan manfaat kepada orang lain.sebagaimana yang telah dilakukan sebagian kaum muslim di bulan Dzulhijjah ini,yang mana sebagian rezkinya telah di bagikan kepada sesama kaum muslim dalam bentu penyembelihan hewan atau berkurban.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seharusnya setiap persendian manusia mengeluarkan sedekah setiap harinya. Dan ternyata yang dimaksud dengan sedekah itu adalah kebaikan, utamanya kebaikan dan kemanfaatan kepada sesama. Rasulullah SAW bersabda:

Yang artinya.”Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit. Berbuat adil antara dua orang adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik adalah sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah. (HR. Bukhari)

Demikianlah Muslim. Demikianlah Mukmin. Ia senantiasa terpanggil untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, yaitu  nafi’un li ghairihi.

Pos terkait