Khutbah Jumat Menyambut Tahun Baru Hijriyah: Selamat Tinggal Masa Lalu, Selamat Datang Lembar Baru (B. Indonesia)

ilustrasi selamat tahun baru hijriyah
ilustrasi selamat tahun baru hijriyah

Kita sebagai kaum muslimin yang hidup pada masa kemunduran umat Islam saat ini, seharusnya menjadikan peristiwa hijrah sebagai momentum untuk bangkit dari keterpurukan dalam berbagai bidang.

Peristiwa hijrah seyogyanya menjadi pelecut bagi kita untuk meraih kembali kejayaan dan kegemilangan yang selama beberapa abad terakhir ini direbut oleh bangsa-bangsa lain.

Bacaan Lainnya

Jamaah yang Berbahagia

Semenjak dimulainya dakwah Islam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersama keluarga dan para sahabatnya seringkali menghadapi berbagai macam rintangan dan ancaman dari orang-orang kafir di Makkah.

Namun mereka tetap tabah dan tegar menebarkan dakwah dengan penuh kesabaran. Sampai akhirnya Allah Taala memberikan pertolongan dan kemudahan, yaitu dengan perintah hijrah dari Makkah menuju Madinah.

Peristiwa hijrah itu merupakan akhir dari masa yang penuh rintangan dan kesulitan serta titik awal dari masa keemasan dan kegemilangan bagi dakwah Islam.

Dari titik itu, cahaya kebenaran Islam semakin bersinar terang, menyinari kegelapan dan melampaui segala macam penghalang.

Pada masa-masa setelah hijrah, dengan dipimpin langsung Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, umat Islam berjuang menegakkan keadilan, memberantas kekufuran dan membasmi kezaliman.

Kemudian Allah SWT memberikan kemudahan, sehingga Makkah berhasil mereka taklukkan dan umat manusia berbondong-bondong masuk Islam.

Dakwah yang pada awalnya menemukan banyak kendala, dengan optimisme, keteguhan, ketegaran, ketabahan dan kesabaran, pada akhirnya titik terang keberhasilan bisa ditemukan.

Ini menjadi teladan bagi kita bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, asalkan kita terus berusaha dan tetap optimis serta senantiasa menjaga asa.

Hadirin yang Dimuliakan Allah SWT

Ketika Muhammad diangkat menjadi utusan Allah, di awal-awal dakwah diperintahkan untuk menyampaikan risalah tanpa peperangan. Beliau berdakwah secara terang-terangan, setelah sebelumnya diperintahkan berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Suatu ketika beliau berjalan di tengah-tengah beberapa orang musyrik Arab yang sedang berkumpul di suatu tempat seraya mengatakan:

 أَيُّهَا النَّاسُ قُوْلُوْا لَا إلهَ إَلَّا اللهُ تُفْلِحُوْا

Artinya: Wahai umat manusia, katakanlah bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, niscaya kalian akan beruntung.

Beliau menyeru kepada sikap adil, berbuat baik dan akhlak-akhlak mulia lainnya, dan mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dakwah beliau disambut beberapa orang yang akhirnya masuk Islam, seperti sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Bilal dan lain-lain.

Akan tetapi sebagian besar masyarakat ketika itu masih tetap dalam kekufuran. Orang-orang kafir yang menolak dakwah Rasulullah SAW inilah yang secara membabi buta menyakiti, menyiksa, mengolok-olok dan menghina Rasulullah dan para sahabatnya.

Ketika penyiksaan demi penyiksaan yang dilakukan orang-orang kafir semakin bertambah berat, beberapa sahabat memutuskan untuk berhijrah ke Habasyah atas perintah Rasulullah SAW. Mereka berjumlah sekitar delapan puluh orang, di antaranya adalah Utsman bin Affan dan Ja’far bin Abi Thalib.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Dalam satu kesempatan, Rasulullah SAW bertemu dengan beberapa orang suku Khazraj dari kota Yatsrib yang sedang mengunjungi Ka’bah. Rasulullah SAW mengambil kesempatan itu untuk mendakwahkan Islam kepada mereka dan mereka pun menyatakan diri masuk Islam.

BACA HALAMAN BERIKUTNYA..

Pos terkait