Khutbah Jumat Singkat Terbaru: Jangan Biarkan HP Merampok Ramadhanmu (B. Indonesia)

Jangan Biarkan HP Merampok Ramadhanmu
Jangan Biarkan HP Merampok Ramadhanmu

KHUTBAH JUMAT I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

Bacaan Lainnya

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia sekaligus bekal menuju kehidupan akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Bulan di mana pahala dilipatgandakan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Namun ironisnya, di zaman sekarang ada satu hal yang sering mencuri keberkahan Ramadhan kita. Bukan hanya sedikit, bahkan menjadi pencuri waktu yang sangat besar. Itulah HP atau telepon genggam yang tidak digunakan dengan bijak.

Banyak di antara kita yang niatnya beribadah di bulan Ramadhan, tetapi waktu justru habis untuk menggulir layar HP. Dari satu video ke video lain, dari satu pesan ke pesan lain, dari satu berita ke berita lain yang seringkali tidak bermanfaat.

Tanpa kita sadari, berjam-jam waktu Ramadhan kita hilang begitu saja.

Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita tentang nilai waktu dalam sebuah hadits:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Waktu di bulan Ramadhan jauh lebih berharga daripada waktu di bulan lainnya. Satu amal kebaikan bisa dilipatgandakan berkali-kali. Bahkan satu ayat Al-Qur’an yang kita baca bisa menjadi cahaya bagi kita di hari kiamat.

Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Namun kenyataannya, sebagian orang lebih banyak membaca layar HP daripada membaca Al-Qur’an. Lebih sering melihat media sosial daripada membuka mushaf.

Padahal setiap detik Ramadhan adalah kesempatan emas untuk menghapus dosa.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

HP sebenarnya bukanlah benda yang haram. Ia hanyalah alat. Bisa menjadi jalan kebaikan, tetapi juga bisa menjadi jalan kelalaian.

HP bisa menjadi sarana dakwah, sarana belajar agama, sarana membaca Al-Qur’an, bahkan sarana mempererat silaturahmi.

Tetapi jika tidak dikendalikan, HP justru bisa menjadi pencuri waktu yang paling besar di bulan Ramadhan.

Bayangkan jika seseorang menghabiskan tiga jam sehari hanya untuk media sosial. Dalam satu bulan Ramadhan ia telah kehilangan hampir 90 jam waktu ibadah.

Waktu sebanyak itu seharusnya bisa digunakan untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, atau memperbanyak shalat sunnah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun bagaimana mungkin kita mendapatkan keutamaan besar ini jika waktu Ramadhan kita justru habis dalam kelalaian?

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ramadhan hanya datang sekali dalam setahun, dan tidak ada jaminan kita akan bertemu dengan Ramadhan berikutnya.

Berapa banyak orang yang tahun lalu masih bersama kita, tetapi sekarang sudah berada di alam kubur.

Karena itu jangan sampai Ramadhan kita habis hanya dengan menatap layar.

Mari kita jadikan HP sebagai alat kebaikan, bukan alat kelalaian.

Kurangi hal-hal yang tidak bermanfaat. Batasi waktu media sosial. Gunakan waktu lebih banyak untuk Al-Qur’an, dzikir, sedekah, dan ibadah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita tentang pentingnya waktu dalam Al-Qur’an:

وَٱلۡعَصۡرِ#  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ#  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.” (QS. Al-‘Asr: 1–3)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sekali lagi marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ingatlah bahwa Ramadhan adalah kesempatan besar untuk memperbaiki diri.

Mari kita renungkan: berapa lama waktu kita bersama Al-Qur’an setiap hari? Berapa lama waktu kita untuk shalat malam? Dan berapa lama waktu kita untuk HP?

Jika ternyata waktu untuk HP jauh lebih banyak daripada waktu ibadah, maka itulah tanda bahwa kita perlu memperbaiki diri.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan.” (HR. Tirmidzi)

Bayangkan jika Allah bertanya kepada kita: “Untuk apa engkau habiskan Ramadhanmu?”

Apakah kita akan menjawab: untuk Al-Qur’an? untuk shalat malam? untuk sedekah? atau justru untuk media sosial?

Karena itu marilah kita mulai perubahan dari diri sendiri.

Gunakan HP seperlunya. Jadikan ia alat kebaikan. Gunakan untuk mendengar kajian, membaca Al-Qur’an digital, atau menyebarkan dakwah.

Tetapi jangan biarkan ia mencuri waktu-waktu berharga di bulan Ramadhan. Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita penuh keberkahan dan menjauhkan kita dari segala bentuk kelalaian.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Bahasa Sunda

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi Khutbah terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW

Pos terkait