Kultum Ramadhan Hari ke-22 PDF: Mencari Lailatul Qadar

Mencari Lailatul Qadar
Mencari Lailatul Qadar

MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah Subhānahu wa Ta‘ālā yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang penuh keberkahan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau, sahabat-sahabatnya, serta seluruh umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.

Hadirin kaum muslimin rahimakumullah,

Bacaan Lainnya

Kini kita telah memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ini adalah waktu yang sangat istimewa, karena pada malam-malam inilah terdapat satu malam yang sangat agung dan penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar.

Allah Subhānahu wa Ta‘ālā menjelaskan tentang kemuliaan malam ini dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1–5)

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Perhatikanlah betapa agungnya malam tersebut. Allah menyebut bahwa Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Seribu bulan berarti sekitar 83 tahun lebih. Artinya, satu malam ibadah pada malam itu nilainya lebih baik daripada beribadah selama puluhan tahun.

Bayangkan jika seseorang mendapatkan Lailatul Qadar, kemudian ia menghidupkan malam itu dengan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa kepada Allah. Maka pahala yang ia dapatkan seperti beribadah selama lebih dari delapan puluh tahun.

Betapa luar biasa karunia Allah kepada umat Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alaihi wa sallam. Umur umat ini relatif pendek dibanding umat terdahulu, namun Allah memberikan malam yang nilainya melebihi puluhan tahun ibadah.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh dalam mencari Lailatul Qadar. Bahkan beliau meningkatkan ibadahnya secara luar biasa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ

Artinya: “Rasulullah ﷺ apabila memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi tidak menyia-nyiakan sepuluh malam terakhir Ramadhan. Beliau memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan beritikaf di masjid.

Bahkan beliau juga membangunkan keluarganya agar ikut meraih keutamaan malam tersebut. Ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah kesempatan besar yang tidak boleh dilewatkan.

Hadirin rahimakumullah,

Lalu kapan sebenarnya Lailatul Qadar itu terjadi?

Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya: “Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Karena itulah para ulama menganjurkan kita untuk bersungguh-sungguh beribadah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Bukan hanya satu malam saja, tetapi seluruh sepuluh malam terakhir hendaknya kita hidupkan dengan ibadah.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Ada satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca ketika mencari Lailatul Qadar. Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ kepada Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Ketika Aisyah bertanya, “Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?”

Maka Rasulullah ﷺ menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)

Perhatikanlah doa ini. Rasulullah tidak mengajarkan doa meminta harta, jabatan, atau dunia. Namun beliau mengajarkan doa agar kita diampuni oleh Allah.

Karena sebenarnya kebutuhan terbesar manusia adalah ampunan Allah. Sebab dosa-dosa kitalah yang sering menjadi penghalang turunnya rahmat dan keberkahan dalam hidup kita.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Banyak orang menyesal ketika Ramadhan telah berlalu. Mereka merasa waktu Ramadhan begitu cepat, sementara ibadah yang dilakukan masih sangat sedikit.

Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang menyesal itu.

Jika dua puluh hari pertama Ramadhan mungkin kita masih banyak kekurangan, maka sepuluh hari terakhir adalah kesempatan untuk memperbaikinya.

Mari kita hidupkan malam-malam Ramadhan dengan:

  1. Shalat tarawih dan qiyamul lail
  2. Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
  3. Memperbanyak dzikir dan istighfar
  4. Bersedekah kepada orang yang membutuhkan
  5. Berdoa memohon ampunan kepada Allah

Siapa tahu salah satu malam yang kita isi dengan ibadah itu adalah malam Lailatul Qadar.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Bayangkan jika malam ini adalah Lailatul Qadar, lalu kita menghabiskan waktu dengan tidur panjang, bermain ponsel, menonton hal yang tidak bermanfaat, atau bahkan melakukan maksiat.

Betapa ruginya kita.

Sebaliknya, orang yang memanfaatkan malam tersebut dengan ibadah akan mendapatkan pahala yang luar biasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah janji yang sangat besar dari Rasulullah ﷺ. Seseorang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Ramadhan tidak lama lagi akan meninggalkan kita. Kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan kembali atau tidak.

Karena itu, mari kita manfaatkan sisa Ramadhan ini sebaik-baiknya. Jangan biarkan malam-malam yang penuh keberkahan ini berlalu tanpa ibadah.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ampunan-Nya. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn. Wallāhu a‘lam bish-shawāb.

Download Khutbah Singkat PDF

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW

Pos terkait