KHUTBAH JUMAT I
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْقُلُوبَ مِيزَانًا لِلطَّاعَةِ وَالْعُقُوقِ، وَجَعَلَ بِرَّ الْوَالِدَيْنِ سُلَّمًا إِلَى رِضْوَانِهِ، وَجَعَلَ عُقُوقَهُمَا سَبَبًا لِسَخَطِهِ وَحِرْمَانِ فَضْلِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين،
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا زَادُ الْمُسَافِرِينَ، وَنُورُ السَّالِكِينَ، وَوَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، قَالَ سُبْحَانَهُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap, perilaku, dan akhlak kita sehari-hari. Dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Salah satu dosa besar yang sering dianggap sepele di zaman sekarang adalah durhaka kepada orang tua. Padahal dalam Islam, kedudukan orang tua sangatlah tinggi, bahkan setelah perintah untuk menyembah Allah semata.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra: 23)
Perhatikan ayat ini, jamaah sekalian. Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua, tetapi juga melarang hal yang sangat kecil sekalipun, yaitu mengatakan “ah”. Sebuah ungkapan ringan, tetapi menunjukkan ketidaksabaran dan ketidakhormatan.
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan keras tentang dosa ini. Dalam sebuah hadits disebutkan:
أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ
Artinya: “Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar?” Para sahabat menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Yaitu syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Durhaka kepada orang tua bukan hanya dalam bentuk memukul atau menyakiti secara fisik. Di zaman sekarang, bentuk durhaka seringkali lebih halus namun tetap berbahaya. Misalnya:
- Membentak orang tua karena hal sepele
- Mengabaikan telepon atau pesan mereka
- Merasa malu dengan kondisi orang tua yang sederhana
- Menitipkan orang tua di panti tanpa kepedulian
- Lebih memprioritaskan teman atau pasangan daripada orang tua
Fenomena ini banyak terjadi di masyarakat kita hari ini. Anak-anak yang sukses secara dunia, tetapi lupa kepada orang tuanya. Ada yang sibuk dengan pekerjaan, tetapi tidak sempat menengok ibu yang telah renta. Ada yang hidup mewah, tetapi membiarkan ayahnya hidup dalam kesederhanaan tanpa perhatian.
Padahal, jamaah sekalian, kesuksesan kita hari ini tidak lepas dari doa dan pengorbanan orang tua kita. Betapa seorang ibu mengandung dengan susah payah, melahirkan dengan taruhan nyawa, dan menyusui dengan penuh kasih sayang. Betapa seorang ayah bekerja keras, banting tulang, demi mencukupi kebutuhan kita.
Allah ﷻ mengingatkan dalam firman-Nya:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ
Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah…” (QS. Luqman: 14)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Bayangkan jika doa orang tua berubah menjadi kutukan karena sakit hati. Betapa banyak orang yang hidupnya terasa sempit, rezekinya seret, hatinya gelisah—ternyata karena ia telah menyakiti hati orang tuanya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
Artinya: “Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.” (HR. Tirmidzi)
Hadits ini sangat jelas. Jika kita ingin hidup berkah, maka bahagiakan orang tua kita. Jika kita ingin doa dikabulkan, maka mintalah restu mereka.
Jamaah sekalian,
Mari kita renungkan diri kita masing-masing. Sudahkah kita membahagiakan orang tua kita? Sudahkah kita berbicara dengan lembut kepada mereka? Sudahkah kita meluangkan waktu untuk mereka?
Jika orang tua kita masih hidup, maka itu adalah kesempatan emas. Jangan tunggu sampai mereka tiada, baru kita menyesal. Karena penyesalan tidak akan pernah mengembalikan waktu.
Jika orang tua kita telah wafat, maka tetaplah berbakti kepada mereka dengan cara: Mendoakan mereka, bersedekah atas nama mereka, menyambung silaturahmi dengan kerabat mereka dan menjaga nama baik mereka.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Durhaka kepada orang tua bukan hanya berdampak di dunia, tetapi juga di akhirat. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa ada dosa yang disegerakan balasannya di dunia, salah satunya adalah durhaka kepada orang tua.
Di tengah kehidupan modern saat ini, kita sering terjebak dalam kesibukan dan melupakan hal yang paling penting. Kita rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, tetapi enggan berbincang beberapa menit dengan orang tua.
Kita cepat merespon pesan teman, tetapi lambat menjawab panggilan ibu. Kita tersenyum kepada orang lain, tetapi memasang wajah masam kepada ayah.
Ini adalah tanda-tanda hati yang mulai jauh dari nilai-nilai Islam.
Jamaah sekalian,
Mulai hari ini, mari kita perbaiki diri:
- Biasakan berbicara lembut kepada orang tua
- Luangkan waktu untuk mereka
- Berikan perhatian dan kasih sayang
- Mintalah maaf atas kesalahan yang lalu
- Mohon doa dan restu mereka
Jangan menunggu hari tua mereka. Jangan menunggu penyesalan datang. Karena sesungguhnya, surga itu dekat, dan salah satu jalannya adalah melalui ridha orang tua.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ
Artinya: “Surga berada di bawah telapak kaki ibu.” (HR. Ahmad)
Dan akhirnya, semoga Allah ﷻ melembutkan hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang berbakti kepada kedua orang tua. Amin ya Robbal Alamin
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh 👉 GABUNG GRUP
Kami menghimbau kepada pembaca untuk tetap mencantumkan penulis dan sumber sebagai bentuk amanah ilmiah dan penghargaan atas karya dakwah.





