Khutbah Jumat Menjelang Tahun Baru Hijriyah: Ampunan Allah Lebih Besar Dari Dosa Kita (Bahasa Indonesia)

Ilustrasi Ampunan Allah Lebih Besar
Ilustrasi Ampunan Allah Lebih Besar

KHUTBAH JUMAT I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي فَتَحَ لِعِبَادِهِ أَبْوَابَ التَّوْبَةِ وَالرَّحْمَةِ، وَجَعَلَ مَوَاسِمَ الْخَيْرِ مَحَطَّةً لِلرُّجُوعِ إِلَيْهِ وَالْإِنَابَةِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنَجِّينَا مِنَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ

Bacaan Lainnya

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَىٰ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hari-hari yang kita lalui begitu cepat. Baru saja kita merasakan datangnya Muharram tahun lalu, kini tanpa terasa kita kembali berdiri di penghujung tahun Hijriyah. Umur bertambah, kesempatan berkurang, dan catatan amal terus dituliskan oleh para malaikat.

Banyak manusia menyambut pergantian tahun dengan berbagai perayaan. Namun seorang mukmin menyambut pergantian tahun dengan muhasabah, evaluasi diri, dan memperbanyak istighfar. Sebab pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka, melainkan pengingat bahwa umur kita semakin pendek dan perjalanan menuju akhirat semakin dekat.

Jamaah Jumah yang dimuliakan Allah,

Pada kesempatan hari ini kami akan menyampaikan materi dengan judul: “Ampunan Allah Lebih Besar Dari Dosa Kita.”

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Di antara sebab manusia terjerumus dalam dosa adalah karena ia merasa jauh dari rahmat Allah. Setan selalu membisikkan bahwa dosa-dosanya terlalu besar untuk diampuni. Padahal bisikan tersebut adalah kebohongan terbesar yang digunakan iblis untuk menyesatkan manusia.

Allah SWT berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)

Perhatikan ayat ini. Allah tidak memanggil mereka dengan sebutan “wahai pendosa”. Allah tidak memanggil mereka dengan sebutan “wahai pelaku maksiat”. Allah memanggil mereka dengan penuh kasih sayang:

يَا عِبَادِيَ

“Wahai hamba-hamba-Ku.”

Seolah Allah ingin mengatakan bahwa sebesar apa pun dosa seseorang, ia tetap memiliki kesempatan kembali kepada Tuhannya.

Jamaah yang berbahagia,

Betapa banyak manusia yang pernah melakukan kesalahan besar. Ada yang pernah meninggalkan shalat bertahun-tahun. Ada yang pernah memakan riba. Ada yang pernah durhaka kepada orang tua. Ada yang pernah terlibat perzinaan, korupsi, kebohongan, fitnah, dan berbagai bentuk kemaksiatan.

Namun jangan pernah berpikir bahwa dosa kita lebih besar daripada ampunan Allah.

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلَا أُبَالِي

“Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu atas apa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.” (HR. Tirmidzi)

Bahkan dalam lanjutan hadits tersebut Allah berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ

“Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu mencapai setinggi langit lalu engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu.”

Subhanallah.

Bukan dosa yang menjadi masalah terbesar manusia, melainkan ketidakmauan untuk bertobat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Lihatlah bagaimana Allah menerima tobat para pendosa pada masa lalu.

Pembunuh seratus nyawa pun diterima tobatnya ketika ia sungguh-sungguh ingin kembali kepada Allah.

Lihat pula kisah sahabat Ka’ab bin Malik yang pernah melakukan kesalahan besar dengan tidak mengikuti perang Tabuk. Setelah menyesali kesalahannya dan bertobat dengan jujur, Allah menurunkan ayat yang mengabadikan penerimaan tobatnya.

Ini menunjukkan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka sebelum datangnya kematian.

Jamaah sekalian,

Fenomena yang terjadi saat ini sangat memprihatinkan. Banyak orang mudah menghakimi sesama. Ketika melihat seseorang berhijrah, sebagian orang justru mengungkit masa lalunya.

Padahal Allah telah menutupi aibnya dan mungkin telah menerima tobatnya.

Ada mantan preman yang kini menjadi guru ngaji.

Ada mantan pecandu narkoba yang kini menghafal Al-Qur’an.

Ada mantan koruptor yang menghabiskan sisa hidupnya untuk amal kebaikan.

Ada mantan pelaku maksiat yang kini istiqamah di masjid.

Jika Allah menerima tobat mereka, mengapa manusia masih enggan menerima perubahan mereka?

Karena itu jangan pernah meremehkan orang yang sedang berusaha memperbaiki diri. Boleh jadi hari ini ia lebih dekat kepada Allah daripada kita.

Jamaah Jumah yang dimuliakan Allah,

Menjelang tahun baru Hijriyah, mari kita bertanya kepada diri sendiri:

Sudahkah kita meminta maaf kepada orang tua?

Sudahkah kita memperbaiki hubungan dengan saudara?

Sudahkah kita mengembalikan hak-hak orang lain?

Sudahkah kita meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini mengotori hati?

Jangan sampai tahun berganti tetapi dosa tetap menumpuk. Jangan sampai kalender berubah tetapi akhlak tidak berubah. Jangan sampai usia bertambah tetapi amal saleh tidak bertambah.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertobat.” (HR. Tirmidzi)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Hadits ini memberikan harapan kepada kita semua. Tidak ada manusia yang sempurna. Tidak ada manusia yang bebas dari dosa. Tetapi manusia terbaik adalah yang segera kembali kepada Allah ketika tergelincir.

Semoga menjelang tahun baru Hijriyah ini, Allah membersihkan hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

KHUTBAH II

  إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Bahasa Sunda

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh 👉 GABUNG GRUP
Kami menghimbau kepada pembaca untuk tetap mencantumkan penulis dan sumber sebagai bentuk amanah ilmiah dan penghargaan atas karya dakwah.

Pos terkait