KHUTBAH JUMAT I
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ
الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ.
Jamaah kaum Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita laksanakan segala perintah-Nya dan kita tinggalkan segala larangan-Nya.
Hari ini kita berdiri di hadapan Allah dalam keadaan lemah. Kita datang bukan karena merasa sudah banyak amal. Kita datang bukan karena merasa pantas mendapatkan hujan. Kita datang karena kita sadar bahwa kita tidak mempunyai daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Hari ini kita menengadahkan tangan kepada Zat yang menguasai langit dan bumi. Kita memohon kepada Allah agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan, menghidupkan tanah yang kering, memenuhi sumber air, menyuburkan tanaman, dan memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ketika hujan turun, sering kali kita menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Kita keluar rumah, melihat air mengalir di jalan, kemudian melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Padahal, coba kita bayangkan jika hujan berhenti. Tanah mulai retak. Sawah mulai mengering. Sumur mulai surut. Sungai mengecil. Tanaman layu. Ternak kesulitan mendapatkan air. Petani mulai cemas memikirkan hasil panennya.
Saat itulah kita sadar bahwa setetes air hujan ternyata sangat berharga. Allah berfirman:
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
“Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.” (QS. Adz-Dzariyat: 22)
Hujan bukan sekadar air. Hujan adalah bagian dari rezeki Allah.
Jamaah rahimakumullah,
Lalu mengapa kita harus melakukan Shalat Istisqa?
Karena Islam mengajarkan kepada kita bahwa ketika manusia menghadapi kesulitan, jangan hanya mengandalkan kekuatan manusia. Jangan hanya berharap kepada teknologi, pompa air, bendungan, atau kemampuan manusia.
Semua itu adalah ikhtiar. Tetapi di atas semua ikhtiar itu ada Allah, Penguasa seluruh alam. Allah berfirman:
وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ
“Dan wahai kaumku! Mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras kepadamu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu. Janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.” (QS. Hud: 52)
Jamaah rahimakumullah,
Perhatikan ayat ini. Sebelum berbicara tentang hujan, Allah berbicara tentang istighfar dan taubat. Maka mungkin hari ini bukan hanya langit yang perlu kita lihat. Hati kita juga perlu kita periksa.
Sudahkah kita meminta ampun kepada Allah? Sudahkah kita meninggalkan maksiat? Sudahkah kita meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti? Sudahkah kita membayar utang yang kita mampu bayar? Sudahkah kita menunaikan amanah? Sudahkah kita menjaga lisan dari fitnah, ghibah, dan perkataan yang menyakiti?
Jangan-jangan kita terlalu sibuk mencari penyebab kekeringan di luar diri kita, tetapi lupa melakukan introspeksi terhadap dosa-dosa yang ada di dalam diri kita.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Allah juga berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai untukmu.’” (QS. Nuh: 10–12)
Ayat ini mengajarkan bahwa istighfar bukan hanya ucapan di bibir. Istighfar harus diikuti dengan kesungguhan meninggalkan dosa dan kembali kepada Allah.
Jamaah kaum Muslimin rahimakumullah,
Rasulullah ﷺ juga pernah melakukan Shalat Istisqa ketika umat membutuhkan hujan. Dalam sebuah hadis disebutkan:
خَرَجَ النَّبِيُّ ﷺ إِلَى الْمُصَلَّى فَاسْتَسْقَى، فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ، وَقَلَبَ رِدَاءَهُ، وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ
“Nabi ﷺ keluar menuju tempat shalat untuk meminta hujan. Beliau menghadap kiblat, membalik selendangnya, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari)
Inilah teladan Rasulullah ﷺ.
Ketika kesulitan datang, beliau mengajarkan umatnya untuk kembali kepada Allah.
Bukan hanya dengan kata-kata. Tetapi dengan shalat, doa, istighfar, taubat dan kerendahan hati.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Marilah kita jadikan Shalat Istisqa hari ini bukan sekadar ritual meminta hujan. Jadikan ini sebagai hari untuk kembali kepada Allah.
Jika selama ini kita jauh dari masjid, mari kembali ke masjid. Jika selama ini kita lalai membaca Al-Qur’an, mari kembali membacanya. Jika selama ini kita sering menyakiti orang lain, mari meminta maaf.
Jika selama ini kita melakukan kemaksiatan secara sembunyi-sembunyi, mari tinggalkan.
Jika selama ini kita merasa hidup kita baik-baik saja tanpa Allah, mari kita sadari bahwa sesungguhnya setiap detik kehidupan kita bergantung kepada-Nya. Allah berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan segala nikmat yang ada padamu, maka semuanya berasal dari Allah.” (QS. An-Nahl: 53)
Jamaah rahimakumullah,
Hari ini mungkin kita meminta hujan. Tetapi sesungguhnya yang paling kita butuhkan adalah rahmat Allah.Sebab jika hujan turun tetapi hati kita jauh dari Allah, apa artinya?
Namun jika Allah memberikan rahmat-Nya, insyaallah bukan hanya hujan yang turun. Keberkahan juga akan turun. Rezeki akan dilapangkan. Tanaman akan tumbuh. Hati akan tenang. Dan kehidupan akan dipenuhi kebaikan.
Maka marilah kita menundukkan kepala. Mari kita lepaskan kesombongan. Mari kita akui kelemahan kita di hadapan Allah. Kita adalah hamba yang lemah. Kita membutuhkan air. Kita membutuhkan makanan. Kita membutuhkan kesehatan. Kita membutuhkan rezeki. Dan di atas semua itu, kita membutuhkan ampunan dan rahmat Allah.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, mengabulkan doa kita, dan menurunkan hujan yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta menjadi rahmat bagi seluruh makhluk.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَاسْتُرْ عُيُوبَنَا، وَارْحَمْ ضَعْفَنَا، وَتَقَبَّلْ تَوْبَتَنَا. اللَّهُمَّ إِنَّا عِبَادُكَ الضُّعَفَاءُ، فَارْحَمْنَا، وَإِنَّا عِبَادُكَ الْفُقَرَاءُ، فَأَغْنِنَا، وَإِنَّا عِبَادُكَ الْمُذْنِبُونَ، فَاغْفِرْ لَنَا. اللَّهُمَّ لَا تَمْنَعْ عَنَّا فَضْلَكَ بِذُنُوبِنَا، وَلَا تُؤَاخِذْنَا بِتَقْصِيرِنَا.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ. اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا نَافِعًا مُبَارَكًا، وَاسِعًا هَنِيئًا مَرِيئًا، سَهْلًا سَحًّا، طَبَقًا مُجَلِّلًا، دَائِمًا نَافِعًا، غَيْرَ ضَارٍّ. اللَّهُمَّ اسْقِنَا، وَاسْقِ بِلَادَنَا، وَاسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْمَطَرَ رَحْمَةً وَبَرَكَةً، وَلَا تَجْعَلْهُ ضَرَرًا وَنِقْمَةً. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ شَبَابَنَا، وَأَصْلِحْ أُسَرَنَا، وَبَارِكْ فِي أَوْلَادِنَا وَأَرْزَاقِنَا. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.
| Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh 👉 GABUNG GRUP |
| Kami menghimbau kepada pembaca untuk tetap mencantumkan penulis dan sumber sebagai bentuk amanah ilmiah dan penghargaan atas karya dakwah. |


