Khutbah Jumat PDF Terbaru: Sibuk Mencari Dunia, Tetapi Lupa Mempersiapkan Akhirat (Indonesia)

Ilustrasi Sibuk Bekerja
Ilustrasi Sibuk Bekerja

KHUTBAH JUMAT I

  الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَظْهَرَ لَنَا ثَمَرَ الرَّوْضِ مِنْ كِمَامِهِ، وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ مَلَابِسَ إِنْعَامِهِ، وَبَصَّرَنَا مِنْ شَرْعِهِ بِحَلَالِهِ وَحَرَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُوْ الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُؤَيَّدُ بِمُعْجِزَاتِهِ الْعِظَامِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْغُرِّ الْكِرَامِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ، وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ

Bacaan Lainnya

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang tidak hanya berhasil menjalani kehidupan di dunia, tetapi juga memperoleh keselamatan di akhirat kelak.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Setiap hari kita bekerja, berdagang, bertani, mengajar, dan melakukan berbagai kesibukan demi memenuhi kebutuhan hidup. Kita bangun pagi, berangkat bekerja, mengejar target, mengumpulkan harta, dan berusaha memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga.

Semua itu baik, bahkan dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang halal. Namun, ada satu pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama: Sudahkah kesibukan kita mencari dunia diimbangi dengan kesungguhan mempersiapkan akhirat?

Jangan sampai kita begitu sibuk menghitung keuntungan, tetapi lupa menghitung amal. Kita begitu takut kehilangan harta, tetapi tidak takut kehilangan waktu untuk beribadah. Kita begitu serius membangun rumah yang megah, tetapi lalai membangun amal sebagai bekal menuju rumah terakhir kita, yaitu kuburan.

Allah SWT berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77).

Ayat ini mengajarkan bahwa Islam tidak melarang kita mencari kekayaan. Islam tidak menyuruh kita meninggalkan pekerjaan dan menelantarkan keluarga. Akan tetapi, dunia harus menjadi jalan menuju rida Allah, bukan sesuatu yang membuat kita melupakan-Nya.

Jangan jadikan dunia sebagai tujuan terakhir, tetapi jadikanlah dunia sebagai ladang untuk menanam bekal akhirat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Rasulullah SAW mengingatkan kita tentang dua nikmat yang sering disia-siakan manusia. Beliau bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya: “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu (hingga merugi) karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari).

Berapa banyak orang yang ketika sehat menunda salat, lalu ketika sakit baru merindukan kesempatan untuk bersujud? Berapa banyak orang yang ketika muda sibuk mengejar kesenangan, lalu ketika tua menyesali waktu yang telah berlalu?

Kita sering berkata, “Nanti kalau pekerjaan sudah selesai, saya akan lebih rajin beribadah. Nanti kalau ekonomi sudah mapan, saya akan lebih banyak bersedekah. Nanti kalau sudah tua, saya akan memperbaiki diri.”

Padahal, siapa yang bisa menjamin kita hidup esok hari?

Kematian tidak menunggu kita kaya. Malaikat maut tidak menunggu anak-anak kita dewasa. Dan kesempatan bertobat tidak selalu datang setelah kita merasa siap.

Di tengah masyarakat, kita dapat menyaksikan seseorang yang sepanjang hidupnya bekerja keras mengumpulkan harta, tetapi ketika meninggal dunia, harta itu ditinggalkan. Rumahnya tetap berdiri, kendaraannya tetap ada, usahanya mungkin tetap berjalan, tetapi dirinya telah kembali kepada Allah. Yang menemaninya bukan jabatan atau kekayaannya, melainkan amal yang telah diperbuatnya.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Lantas, bagaimana mempersiapkan akhirat tanpa meninggalkan tanggung jawab dunia?

Pertama, jangan tinggalkan salat karena kesibukan pekerjaan. Sesibuk apa pun kita, jangan sampai panggilan Allah kalah oleh panggilan pelanggan, atasan, atau urusan perdagangan.

Kedua, carilah rezeki yang halal dan berkah. Jangan menipu, mengurangi timbangan, mengambil hak orang lain, atau menghalalkan segala cara demi keuntungan. Harta yang sedikit tetapi halal lebih menenteramkan daripada harta melimpah yang membawa dosa.

Ketiga, sisihkan harta untuk sedekah dan membantu sesama. Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Bisa jadi uang yang kita anggap kecil menjadi pertolongan besar bagi orang yang sedang kesulitan.

Keempat, didiklah keluarga agar dekat dengan Allah. Jangan hanya mewariskan rumah dan tabungan kepada anak-anak kita, tetapi wariskan pula iman, akhlak, ilmu, dan kebiasaan beribadah.

Kelima, perbanyaklah istigfar dan bertobat sebelum terlambat. Sebesar apa pun dosa kita, jangan berputus asa dari rahmat Allah. Selama pintu tobat masih terbuka, kembalilah kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita bertanya kepada diri sendiri: jika hari ini adalah hari terakhir kita, sudahkah kita siap menghadap Allah? Jika malam ini kita dipanggil pulang, amal apa yang akan kita bawa?

Semoga kita tidak menjadi manusia yang sukses di mata dunia, tetapi merugi di hadapan Allah. Semoga harta yang kita cari menjadi jalan bersedekah, pekerjaan yang kita lakukan menjadi ibadah, keluarga yang kita cintai menjadi penolong dalam kebaikan, dan usia yang kita miliki menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh. Amin

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ،

KHUTBAH II

  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ  

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ  

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ  

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh 👉 GABUNG GRUP
Kami menghimbau kepada pembaca untuk tetap mencantumkan penulis dan sumber sebagai bentuk amanah ilmiah dan penghargaan atas karya dakwah.

Pos terkait