MUKADIMAH KHUTBAH GERHANA BULAN
ุงูุญูู ูุฏู ูููู ุงููุฐูู ูููู ู ูุง ููู ุงูุณู ูุงููุงุชู ููู ูุง ููู ุงููุฃูุฑูุถู ูููููู ุงูุญูู ูุฏู ููู ุงูุขุฎุฑูุฉ ุงููุญููููู ู ุงููุฎูุจููุฑู ููุนูููู ู ู ูุง ููููุฌู ููู ุงููุฃูุฑูุถู ููู ูุง ููุฎูุฑูุฌู ู ูููููุง ููู ูุง ูููุฒููู ู ููู ุงูุณููู ูุงุกู ููู ูุง ููุนูุฑูุฌู ูููููุง ููู ุงูุฑูุญููู ุงูุบูููููุฑ. ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุญูุฏููู ูุงู ุดูุฑููููู ูููู ุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ุณููููุฏูุง ู ูุญูู ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููู ุงูุฏููุงุนูู ุจููููููููู ููููุนููููู ุฅูููู ุงูุฑููุดูุงุฏู. ุงูููููููู ูู ููุตูููู ููุณููููู ู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏู ููุนูููู ุขูููู ููุฃูุตูุญูุงูุจูู ุงูููุงุฏููููู ูููุตููููุงุจู ููุนูููู ุงูุชููุงุจูุนููููู ููููู ู ุจูุฅูุญูุณูุงูู ุฅูููู ููููู ู ุงููู ูุขุจู ุงูู ููุง ุจูุนูุฏูุ ููููุงุงููููููุง ุงููู ูุณูููู ูููููุ ุงูุชููููููุงุงูููู ุญูููู ุชูููุงุชูู ูููุงูุชูู ูููุชูููู ุงููุงููููุฃููููุชูู ู ู ูุณูููู ููููู ููููุฏู ููุงูู ุงูููู ุชูุนูุงููู ููู ููุชูุงุจููู ุงููููุฑูููู ู: ููุฅูุฐู ุชูุฃูุฐูููู ุฑูุจููููู ู ููุฆููู ุดูููุฑูุชูู ู ููุฃูุฒููุฏููููููู ู ููููุฆููู ููููุฑูุชูู ู ุฅูููู ุนูุฐูุงุจูู ููุดูุฏููุฏู
Jamaah shalat gerhana bulan hafidhakumullรขh,
Apa yang terlintas di benak kebanyakan orang ketika disebut kata โibadahโ? Barangkali yang paling dominan adalah bayangan tentang seseorang mengerjakan shalat, puasa, haji, dzikir; mengenakan mukena, berhijab, baju koko, peci, dan gambaran kegiatan formal dan aneka atribut lainnya. Bayangan tersebut tidak sepenuhnya salah. Meskipun, kebanyakan melupakan jenis ibadah lain yang sangat penting, tidak terlihat, namun bernilai tinggi di sisi Allah ๏ทป.
Ibadah apakah itu? Yakni berpikir atau tafakur. Akal merupakan karunia terbesar Allah kepada manusia yang membedakannya dari semua binatang dan benda-benda mati. Nyaris semua kemampuan fisik yang dimiliki manusia, juga dipunyai binatang, bahkan binatang bisa lebih andal dalam hal-hal tertentu. Hanya saja, sehebat apa pun kapasitas binatang, ia tetap tidak akan mampu menciptakan peradaban agung lantaran tak mempunyai akal sebagaimana dimiliki manusia.
Dengan demikian, pantaslah manusia (al-insรขn) selalu didefinisikan sebagai hayawรขn nรขthiq, yakni hewan yang berpikir. Akal atau pikiran adalah kunci pembeda. Hilangnya fungsi akal pada diri manusia berarti menutunkan derajatnya selevel dengan binatang, atau bahkan lebih rendah.
Al-Qurโan sendiri menyebut para ahli neraka yang tak mau menggunakan akal, mata, dan telinganya untuk merenungkan ayat-ayat Allah sebagai:
ุฃูููููุฆููู ููุงูุฃูููุนูุงู ู ุจููู ููู ู ุฃูุถูููู ุฃูููููุฆููู ููู ู ุงููุบูุงููููููู
โMereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.โ (QS al-Aโraf: 179)
Jamaah shalat gerhana bulan hafidhakumullรขh,
Imbauan untuk berpikir, merenung, atau mendayagunakan akal tersebar banyak dalam Al-Qurโan. Redaksinya pun bermacam-macam, ada yang menggunakan akar kata fikr, dzikir, aql, fiqh, โilm, nadhar, dan albรขb.
BACA HALAMAN BERIKUTNYA..




