MUKADIMAH KHUTBAH JUMAT
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الْإِسْلَامُ (ءال عمران: ١٩)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan berbagai nikmat kepada kita yang kita tak dapat menghitungnya.
Di antara nikmat terbesar yang Allah Ta’ala karuniakan kepada kita adalah nikmat hidayah iman dan Islam, keamanan dan kesehatan.
Dengan semua nikmat tersebut, kita bisa hadir ke masjid yang diberkahi ini dengan mudah dan aman untuk melaksanakan salah satu syiar dan kewajiban agung dalam Islam yaitu ibadah shalat Jumat.
Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi kita yang mulia, Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabatnya dan setiap Muslim yang mengikuti jalan hidup beliau dengan sebaik-baiknya hingga akhir zaman.
Tak lupa kami wasiatkan kepada diri kami pribadi dan kaum Muslimin semuanya, agar senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala dimana pun kita berada.
Sesungguhnya, takwa adalah sebaik-baik bekal untuk mengarungi kehidupan ini dengan penuh keberkahan dan keselamatan serta untuk kembali ke akhirat nanti.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kita saat ini berada di bulan penghujung tahun masehi atau tahun miladiyah. Artinya tahun masehi akan berganti dari tahun 20……… ke tahun 20………… Sistem penanggalan yang dijalankan hampir seluruh masyarakat dunia pada hari ini.
Usia sistem penanggalan Masehi sudah sangat lama. Ia sudah dipakai sejak lebih dari 4 abad yang lalu. Kalender Masehi yang dikenal juga dengan istilah kalender Gregorian atau kalender Barat, pertama kali di gunakan pada tahun 1582.
Berdasarkan keterangan dalam Encyclopedia Britannica, penanggalan Masehi ini dibuat berdasarkan sistem penanggalan matahari dengan menggunakan hitungan waktu bumi berputar mengelilingi matahari.
Sistem penanggalan Masehi ini sebenarnya ada hubungannya dengan keyakinan kelahiran Nabi Isa, atau Tuhan Yesus menurut agama Kristen, bukan murni berbasis sains.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
KH. Cholil Nafis, salah seorang ulama dari Nahdhatul Ulama mengingatkan umat Islam agar tidak terlibat dalam setiap aktifitas yang terkait dengan perayaan Tahun Baru Masehi karena itu bukan Hari raya umat Islam.
Beliau mengatakan “Perayaan tahun baru tersebut bukan milik umat Islam. Tahun baru Masehi adalah tahun umat Kristiani yang menghitung awal tahun dari kelahiran Nabi Isa (Yesus).
Oleh karena itu, tidak ada hubungan dan kepentingan umat Islam dengan pergantian tahun yang dimulai pukul 00.00 pada tanggal 31 Desember itu.
Jadi, umat Islam tidak baik dan tidak perlu merayakan apa pun berkenaan dengan pergantian tahun. Jika pergantian tahun Masehi berkenaan dengan mengisi liburan kerja dan sekolah, maka isilah dengan hal-hal yang positif.
Bila demikian halnya, lantas bagaimana sebaiknya kita menyikapi tahun baru masehi yang oleh kebanyakan orang dirayakan setiap tahun, karena dianggap memiliki nilai spesial dan hari yang membahagiakan.
Tidak ada yang istimewa. Malam yang istimewa dalam Islam hanyalah 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Di luar itu maka semua malam sama saja nilainya.
Dalam kesempatan ini kami mengingatkan diri kami sendiri dan kaum Muslimin semuanya. Agar menyikapi pergantian malam tahun baru sebagaimana pergantian malam yang lainnya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kita perlu menyadari bahwa pergantian tahun itu justru menjadi tanda yang jelas telah semakin berkurangnya umur kita. Kita semakin dengan ajal.
Namun kita tetap diminta untuk menatap hari esok dengan sikap optimis bahwa Allah Ta’ala akan menolong kita dengan rahmat-Nya untuk mampu menjalankan tugas-tugas dalam hidup, menuntaskan segala tanggung jawab, dan menyelesaikan segala problema yang kita hadapi.
Rahmat Allah Ta’ala adalah sumber segala kesuksesan baik di dunia dan akhirat. Namun rahmat Allah itu hanya akan kita dapatkan bila kita termasuk orang- orang yang senantiasa berbuat ihsan. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ – ٥٦
Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. [Al-A’raf: 56]
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili rahimahullah dalam Tafsir Al-Munir mengatakan. Bahwa termasuk dalam pengertian melakukan kerusakan di muka bumi dalam ayat ini adalah berbuat syirik kepada Allah, dan melakukan kemaksiatan.
Oleh karena itu, kalau seseorang melakukan berbagai dosa dan maksiat di malam pergantian tahun. Sebenarnya dia sedang menyambut tahun baru dengan berbuat kerusakan di muka bumi.
Hal ini jelas menjauhkan dirinya dari rahmat Allah Ta’ala. Karena rahmat Allah Ta’ala itu hanya dekat dengan orang-orang yang berbuat ihsan. Yaitu orang-orang yang mengikuti perintah Allah Ta’ala dan meninggalkan larangan-Nya.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Demikianlah khutbah tentang tahun baru yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin ya robbal alamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH JUMAT KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW



