Khutbah Idul Fitri 1442 H: Karantina Suci di Bulan Ramadhan

Ilustrasi Idul Fitri 1442 H
Ilustrasi Idul Fitri 1442 H

Khutbah Idul Fitri kali ini bertema Karantina Suci di Bulan Ramadhan. Khutbah singkat Idul Fitri tahun 2021 ini dijelaskan bagaimana bulan Ramadhan telah mengajarkan kepada umat Islam untuk memperbanyak ibadah.

Materi ini disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti, semoga bermanfaat..

Bacaan Lainnya

KHUTBAH PERTAMA

(ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู). (ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู). (ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู). ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ูƒูŽุจููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุงู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจููƒู’ุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽุฃูŽุตููŠู’ู„ุงู‹. ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’. ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’. ูˆูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู

ุฃูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุนูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุทูŽุงุนูŽู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽ ุฑูุถูŽุงู‡ู.ุŒุงู„ู’ู…ูู†ู’ุชูŽู‚ูู…ู ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ุฎูŽุงู„ูŽููŽู‡ู ูˆูŽุนูŽุตูŽุงู‡ู. ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ุฃูŽุธู’ู‡ูŽุฑูŽู‡ู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฎู’ููŽุงู‡ู. ุงู„ู’ู…ูุชูŽูƒูŽููู‘ู„ู ุจูุฃูŽุฑู’ุฒูŽุงู‚ู ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ููŽู„ุงูŽ ูŠูŽุชู’ุฑููƒู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽูŠูŽู†ู’ุณูŽุงู‡ู. ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุงุฃูŽุนู’ุทูŽุงู‡ู. ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุข ุฅูู„ูฐู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฎู’ุดูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ. ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุงุฎู’ุชูŽุงุฑูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุตู’ุทูŽููŽุงู‡ู. ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูฐู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูˆูŽุงู„ุงูŽู‡ู

ุฃูŽู…ู‘ุฃูŽุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠูŽุข ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู. ุฅูุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูŽู‚ู’ูˆูŽุงู‡ู. ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูƒูู…ู’ ู‡ูฐุฐูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ุนูŽุธููŠู’ู…ูŒ, ูˆูŽุนููŠู’ุฏูŒ ูƒูŽุฑููŠู’ู…ูŒุŒุฃูŽุญูŽู„ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุทู‘ูŽุนูŽุงู…ูŽ. ูˆูŽุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูููŠู’ู‡ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ูŽ. ููŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุชูŽุณู’ุจููŠู’ุญู ูˆูŽุชูŽุญู’ู…ููŠู’ุฏู ูˆูŽุชูŽู‡ู’ู„ููŠู’ู„ู ูˆูŽุชูŽุนู’ุธููŠู’ู…ู ูˆูŽุชูŽู…ู’ุฌููŠู’ุฏู ููŽุณูŽุจูู‘ุญููˆู’ุง ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูู…ู’ ูููŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽุธูู‘ู…ููˆู’ู‡ู ูˆูŽุชููˆู’ุจููˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู’ู‡ู

Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd

Jamaโ€™ah shalat โ€˜Idul-Fithri yang berbahagiaโ€ฆ

Pertama-tama, kami berwasiat kepada diri sendiri, kemudian kepada para jamaโ€™ah, hendaklah kita tetap bertakwa kepada Allah Taโ€™ala dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita. Allah Taโ€™ala telah menganugerahkan kepada kita dรฎn (agama) yang mulia ini, yaitu al-Islam. Allah telah menyempurnakan dan ridha Islam menjadi agama kita, dan sungguh, Allah Taโ€™ala telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kita.

Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd

Jamaโ€™ah shalat โ€˜Idul-Fithri yang berbahagiaโ€ฆ

Terlebih dahulu saya ucapkan     ู…ู† ุงู„ุนุงุฆุฏูŠู† ูˆุงู„ูุงุฆุฒูŠู† ูˆุงู„ู…ูุจูˆู„ูŠู†. ูƒู„ู‘ูŽ ุนุงู… ูˆุฃู†ุชู… ุจุงู„ุฎูŠุฑ

Di pagi ini, di hari Idul Fitri ini kaum muslimin bersama-sama serempak menikmati selesainya ibadah puasa, shalat tarawih, tadarus, qiyamullail dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan dengan sukses, aman, sehat dan afiat.  Sehingga di pagi ini kaum muslimin serempak melaksanakan shalat Idul Fitri, walau dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena saat ini masih masa pandemi Covid-19.

Hari Idul Fitri termasuk hari yang mulia, hari dimana kaum muslimin bersuka ria. Bahkan hari ini kaum muslimin diharamkan berpuasa, diberikan pahala yang berlipat ganda, dimerdekakan dari apai neraka, dan para malaikat turun untuk bersalaman dan memintakan ampunan orang-orang yang melakukan shalat Idul Fitri. Rasulallah Muhammdan saw bersabda:

ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆู’ุฏู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู, ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ุฅูุฐูŽุง ุตูŽุงู…ููˆู’ุง ุดูŽู‡ู’ุฑูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฎูŽุฑูŽุฌููˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุนููŠู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูู‰: ูŠูŽุงู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุชูู‰ ูƒูู„ู‘ู ุนูŽุงู…ูู„ู ูŠูŽุทู’ู„ูุจู ุฃูŽุฌู’ุฑูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุนูุจูŽุงุฏููŠูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุตูŽุงู…ููˆู’ุง ุดูŽู‡ู’ุฑูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฎูŽุฑูŽุฌููˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุนููŠู’ุฏูู‡ูู…ู’ ูŠูŽุทู’ู„ูุจููˆู’ู†ูŽ ุฃูุฌููˆู’ุฑูŽู‡ูู…ู’ ุฅูุดู’ู‡ูŽุฏููˆู’ุง ุฃูŽู†ูู‘ู‰ ู‚ูŽุฏู’ ุบูŽููŽุฑู’ุชู ู„ูŽู‡ูู…ู’. ููŽูŠูู†ูŽุงุฏูู‰ ู…ูู†ูŽุงุฏู: ูŠูŽุง ุฃูู…ู‘ูŽุฉูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุฅูุฑู’ุฌูุนููˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฒูู„ููƒูู…ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุจูุฏู‘ูู„ูŽุชู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุงุชููƒูู…ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู. ููŽูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ูŠูŽุงุนูุจูŽุงุฏูู‰ ุตูู…ู’ุชูู…ู’ ู„ูู‰ ูˆูŽุฃูŽูู’ุทูŽุฑู’ุชูู…ู’ ู„ูู‰ ููŽู‚ููˆู’ู…ููˆู’ุง ู…ูŽุบู’ูููˆู’ุฑู‹ุง ู„ูŽูƒูู…ู’.

โ€œApabila orang-orang itu telah selesai berpuasa pada bulan Ramadlan lalu keluar menuju (shalat) hari raya mereka, maka Allah Taโ€™ala berfirman : โ€œWahai Malaikat-Malaikat-Ku, setiap yang beramal tentu mengharap/meminta pahalanya, dan sekarang hamba-hamba-Ku yang telah berpuasa sebulan dan keluar menuju (shalat) hari raya, juga meminta pahala mereka, maka saksikanlah olehmu sekalian bahwa Aku benar telah mengampuni merekaโ€. Kemudian suatu panggilan memanggil; โ€œHai umat Muhammad!, kembalilah kalian ke rumah kalian masing-masing, sesungguhnya kesalahan-kesalahan kalian telah diganti dengan kebajikanโ€. Lalu Allah Taโ€™ala berfirman; โ€œWahai hamba-hamba-Ku, kalian telah berpuasa untuk-Ku, dan telah berbuka untuk-ku, maka bangkitlah kalian dalam keadaan telah mendapatkan ampunan.โ€

Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd

Jamaโ€™ah shalat โ€˜Idul-Fithri yang berbahagiaโ€ฆ

Fithrah adalah nur โ€˜aini, yakni cahaya mata hati. Kalau cahayanya terang maka anggota tubuh bergerak dengan baik. Kalau cahayanya redup maka susah untuk menggerakkan tubuh. Seiring bertambahnya usia, fitrah yang asli tadi tidak lagi kekal seperti asalnya karena pengaruh setan. Ketika pengaruh setan sangat besar maka cahaya hati kita akan redup dan kotor. Maka mesti dicuci. Bagaimana mencucinya? Harus dikarantina dan diservis dikembalikan ke bengkel yaitu Ramadhan.

Idul Fitri adalah awal kembali suci, setelah segala noda, dosa, dan sifat-sifat tak terpuji dibersihkan dalam ruang karantina bernama bulan Ramadhan. Oleh karenanya, sudah semestinya manusia menjaga kesucian tersebut setelah Ramadhan usai, ditandai dengan hari Raya Idul fitri, sampai dengan datangnya Ramadhan berikutnya. Diharapkan setelah Ramadhan, takwa itu kemudian melekat pada kepribadian orang-orang beriman, yang secara estafet akan melahirkan hal-hal positif dan unsur-unsur kemanfaatan dalam kehidupan si muttaqin (orang bertakwa). Dan di konteks inilah titik temu puncak dari ibadah puasa Ramadhan dengan ibadah-ibadah lain seperti haji, zakat dan berbagai ibadah lainnya.

Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd

Jamaโ€™ah shalat โ€˜Idul-Fithri yang berbahagiaโ€ฆ

Mari merefleksikan diri tentang bulan Ramadhan!โ€ฆ

Esensi Ramadhan adalah momentum spesial โ€œkarantina suciโ€ satu bulan penuh, menggembleng jiwa-jiwa yang beriman untuk menjadi lebih unggul, dan prestasi puncaknya yaitu menggapai โ€œhonoris causaโ€ suci dari Allah swt berupa; takwa.

Ramadhan adalah โ€œladang mutiaraโ€ bagi yang memfungsikan momentum itu sebaik-baiknya. Namun Ia bukan apa-apa bagi orang yang salah jalan dalam menelusurinya. Sungguh kerugian besar jika Pasca Karantina tidak menghasilkan hal-hal positif yang terkait dengan ketakwaan setelah Ramadhan berlalu. Ibarat kendaraan mewah, pasca Ramadhan, manusia adalah habis melakukan perbaikan total, atau โ€œturun mesinโ€, sudah semestinya harus dijaga, agar jangan kembali rusak hanya dalam hitungan detik, setelah keluar dari โ€œbengkel spesialisโ€ bernama Ramadhan.

Keagungan dan โ€œkesaktianโ€ bulan Ramadhan sebenarnya dapat menjadikan kita manusia yang unggul dan terdepan. Karena dengan puasa saja, belum lagi dengan ibadah yang lain, menjadi media untuk meningkatkan kualitas diri, yaitu dengan shaum (menahan diri) dari perbuatan yang tidak baik, tetapi memperbanyak perbuatan baik. Melalui puasa kita menjadi manusia yang taat dan berkualitas. Melalui puasa juga kita akan menjadi manusi yang cerdas secara intelektual maupun spriritual.

โ€œKesaktianโ€ Ramadhan mampu menghantarkan umat Muhammad untuk bersalto melompat ke posisi terjauh yang ini tidak bisa dilampaui dengan bulan-bulan lain. Sudah maklum, ibadah sunnah di bulan Ramadhan bernilai ibadah wajib, satu ibadah wajib bernilai 70 ibadah wajib.

Malam al-Qodr (malam seribu bulan) juga hanya ada di bulan Ramadhan yang bernilai lebih dari seribu bulan (83 th lebih 4 bln). Sebagai contoh, seorang yang berjumpa dengan Ramadhan 10 kali saja yang berarti menemui malam al-Qodr 10 kali, maka sama dengan ia โ€œbersaltoโ€ melompati umurnya sendiri hingga seperti berumur 833 tahun lebih 4 bulan yang digunakan untuk beramal sholih. Belum lagi โ€œkesaktianโ€ bulan Ramadhan yang lain, seperti puasa wajib, shalat terawih, zakat fitrah dan lain-lain.

โ€œLompatanโ€ besar bagi umat Muhammad bersama Ramadhan inilah rupanya yang menjadikan ia kelak di yaumul hisab juara pertama banyaknya amal dibanding dengan umat-umat terdahulu yang berumur panjang-panjang.

Dalam kitab Nihayat Az-Zain, Syaikh Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi Al-Jawi, beliau menyebutkan cara menghidupkannya dengan 3 tingkatan:

ูˆูŽู…ูŽุฑูŽุงุชูุจู ุฅุญู’ูŠูŽุงุฆูู‡ูŽุง ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ: ุนูู„ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฅุญู’ูŠูŽุงุกู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุชูู‡ูŽุง ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽูˆูุณู’ุทูŽู‰ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฅุญู’ูŠูŽุงุกู ู…ูุนู’ุธูŽู…ูู‡ูŽุง ุจูุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ูˆูŽุฏูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ูู‰ู ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูุจู’ุญูŽ ููู‰ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู (ู†ู‡ุงูŠุฉ ุงู„ุฒูŠู† ุต 168)

  1. Ulya (tingkat atas): semalam suntuk menghidupkanya dengan shalat
  2. Wustha (tingkat menengah): menghidupkan sebagian besar malamnya dengan dzikir
  3. Dunya (tingkat rendah): menghidupkannya dengan shalat isyaโ€™ dan shubuh berjamaah

Begitu mudahnya menggapai lailatul qadr. Rumus matematika pahala dalam hal ini tetap berlaku: ุงู„ุซูˆุงุจ ุจู‚ุฏุฑ ุงู„ุชุนุจ

banyak sedikitnya pahala menyesuaikan kepayahan (banyak sedikit) amalnya.

Ada kiat yang sederhana agar kita mendapatkan lailatul qadr. Yakni: tiap malam Ramadhan shalat maghrib dan isyaโ€™ berjamaah dilanjutkan dengan shalat tarawih. Kalau masih longgar ikut tadarus, membaca, menyimak atu hanya mendengarkan Al-Qurโ€™an. Shalat shubuh juga berjamaah, dengan cara seperti ini rutin kita lakukan tiap malam sampai akhir Ramadhan insyaallah akan mendapatkan lailatul qadr. Rasul bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกูŽ ููู‰ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽู†ู’ู‚ูŽุถููŠูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุจูุญูŽุธู‘ู ูˆูŽุงููุฑู.

โ€œBarangsiapa yang shalat maghrib dan isyaโ€™ berjamaah hinggah habis Ramadhan, maka ia mendapatkan lalilatul qadr dengan bagian yang sempurna.โ€

Di malam tersebut Allah memperlihatkan dzat-Nya (tajalli) sampai shubuh dan malaikat naik turun ke bumi dengan membawa rahmat, salam dan menunaikan hajat hamba-hamba-Nya. Malam tersingkapnya keajaiban alam malakut. Sebenarnya lailatul qadr itu waktunya sangat cepat secepat kilat, namun berkah dan keutamannya menaungi seluruh malam tersebut.

Rangkaian ibadah Ramadhan kita sempurnakan dengan membayar zakat fitrah. Imam Wakiโ€™ bin Jarrah, gurunya imam As-Syafiโ€™i, mengibaratkan zakat fitrah dengan sujud sahwi. Beliau berkata:

ุฒูŽูƒูŽุงุฉู ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ู„ูุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ูƒูŽุณูŽุฌู’ุฏูŽุฉู ุงู„ุณู‘ูŽู‡ู’ูˆู ู„ูู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู. ุชูŽุฌู’ุจูุฑู ู†ูŽู‚ู’ุตูŽ ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฌู’ุจูุฑู ุงู„ุณู‘ูุฌููˆู’ุฏู ู†ูŽู‚ู’ุตูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู. (ุฅุนุงู†ุฉ ุงู„ุทุงู„ุจูŠู† ุงู„ุฌุฒุก ุงู„ุซุงู†ูŠ ุต 167)

โ€œ(Fungsi) zakat fitrah untuk Ramadhan seperti (fungsi) sujud sahwi untuk shalat. Zakat fitrah menambal kekurangan atau cacatnya puasa sama halnya sujud sahwi menambal kekurangan atau cacatnya shalat.โ€

Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd

Jamaโ€™ah shalat โ€˜Idul-Fithri yang berbahagiaโ€ฆ

Mari merenung bersama!โ€ฆ

Waktu berjalan sangat cepat, seakan baru kemarin Ramadhan datang menyapa kita. Tanpa terasa, saat ini kita sudah ditinggalkan Ramadhan. Kita lepas kepergian Ramadhan dengan kepedihan hati. Mungkin Ramadhan akan kembali pada tahun depan, akan tetapi Allah belum tentu menakdirkan kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan. Mungkin Ramadhan kemarin terakhir bagi kita.

  • Sungguh beruntung, orang yang telah berpuasa Ramadhan dengan dilandasi iman dan niat semata mengharap ridha Allah.
  • Sungguh berbahagia, orang yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan berbagai ibadah dengan dilandasi iman dan niat semata mengharap ridha Allah.
  • Sungguh mujur, orang yang memperbanyak tilawatil qurโ€™an dengan dilandasi iman dan niat semata mengharap ridha Allah.
  • Sungguh bejo, orang yang menghidupkan lailatul qadr dengan dilandasi iman dan niat semata mengharap ridha Allah.
  • Dan sungguh beruntung, orang yang menyempurnakan puasa Ramadhannya dengan membayar zakat fitrah dengan dilandasi iman dan niat semata mengharap ridha Allah.

Alhamdulillah, di masa pandemi Ramadhan yang kedua ini kita tetap khusuk dan antusias melaksanakan kuwajiban, sunnah dan anjuran di bulan Ramadhan. Semoga semua rangkaian ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah, dilipatgandakan pahalanya, diampuni dosa-dosa kita, dikabulkan doa kita, terasah kepedulian sosial kita, sehat jasmani dan ruhani kita serta dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin

Monggo kita bertekat, nuansa Ramadhan yang telah kita ciptakan ini (shalat berjamaah, qiyamullail, bersedekah, tilawatil qurโ€™an, mengaji, peduli dengan sesama, dan menahan amarah serta nafsu syahwat) kita bawa dan kita biasakan di bulan-bulan lainnya. Jangan sampai hanya terhenti di bulan Ramadhan saja.

ุฌูŽุนูŽู„ูŽู†ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงุฆูุฏููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุงุฆูุฒููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุจููˆู’ู„ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุฃูŽุฏู’ุฎูŽู„ูŽู†ูŽุง ููู‰ ุฒูู…ู’ุฑูŽุฉู ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู’ู†ูŽ. ุฃุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู: ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฒูŽูƒู‘ูŽู‰. ูˆูŽุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงุณู’ู…ูŽ ุฑูŽุจู‘ูู‡ู ููŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰.

ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠ ูˆูŽุงููŠู‘ูุงูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุขูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ู. ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ู…ูู†ู‘ูู‰ ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุชูู„ูŽุงูˆูŽุชูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠู’ุนู ุงู’ู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ู.. ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู’ู‡ู, ุงูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽุงู’ู„ุบูŽูููˆู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู.

 

ุฃูŽู„ู’ุฎูุทู’ุจูŽุฉู ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠู‘ูŽุฉู

ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู (x7)  ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูƒูŽุจููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจููƒู’ุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽ ุฃูŽุตู’ูŠู’ู„ุงู‹ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ุฃูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู.

ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูููŽุถู’ู„ูู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽุณููŠู’ู…ู, ุงูุฐู’ ู…ูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุจูู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุงูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ู ุงูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ, ููŽู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุงูู„ูŽู‰ ุฏููŠู’ู†ู ุงู„ู’ุญูŽู‚ู ูˆูŽุงู„ุตูู‘ุฑูŽุงุทู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู’ู…ู. ูˆูŽุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู’ ู„ุข ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ุงู„ู’ุญูŽู„ููŠู’ู…ู, ูˆูŽุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽูููŠู‘ูู‡ู ูˆูŽุฎูŽู„ููŠู’ู„ูู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฎูŽุตู‘ูŽ ุจูุงู„ู’ุฎูู„ูู‚ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู  ุนูŽู„ูŽูŠ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุงูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุงูŽู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ููŽุงุฒููˆู’ุง ุจูุงู„ู’ุญูŽุธูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูุซูŠู’ุฑู‹ุง.

ุงูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู: ููŽูŠุงูŽ ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุงูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆู’ุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ูˆูŽุฒูŽุฌูŽุฑูŽ.ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุงูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู‘ ุงูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุงูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุซูŽู€ู†ู‘ูŽู‰ ุจูู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ ูŠุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠูู‘ุฏูู†ุงูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู†ู’ุจููŠุขุฆููƒูŽ ูˆูŽุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุขุฆููƒูŽุฉู ุงู’ู„ู…ูู‚ูŽุฑู‘ูŽุจููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุงูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑููˆูŽุนูู…ูŽุฑูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู† ูˆูŽุนูŽู„ูู‰ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุจูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุชูŽุงุจูุนููŠ ุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ุงูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุง ุงูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ.

ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุงูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู’ู„ู…ููˆูŽุญูู‘ุฏููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฏูŽู…ูู‘ุฑู’ ุงูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูˆูŽุฃูŽุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุงูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู. ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงูƒู’ููู†ูŽุง ุดูŽุฑู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูŠูุคู’ุฐููŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽุงูŽู‡ู’ู„ููƒู’ ู…ูŽู†ู’ ุงูŽุฑูŽุงุฏูŽู†ูŽุง ุจูุงู„ุณู‘ููˆุกู ูŠูŽุขุงุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงูุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ูˆูŽููŽุฑู‘ูุฌู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฑู’ููŽุนู’ ูˆูŽุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽู„ูŽุงุกูŽ ูˆุฃู„ุทู‘ูŽุงุนููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽูุฑุณ ูƒูˆุฑูˆู†ุง ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชูŽู†ู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ู ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎูŽุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹. ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุงูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุงูˆูŽุงูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ.

ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ู : ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐูู‰ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ููŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุณู’ุฆูŽู„ููˆู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ูู‡ู ูŠูุคู’ุชููƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู

Pos terkait