Materi Khutbah Jumat PDF Tentang Spirit Mengisi Kemerdekaan RI (B. Indonesia)

ilustrasi kemerdekaan ri

KHUTBAH JUMAT PERTAMA

  الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ

Bacaan Lainnya

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ

أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ

Jama’ah sidang Jum’at yang dirahmati Allah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas Iman dan Taqwa kita kepada Allah dengan menambah semangat amal Soleh. Menyandarkan harapan hanya kepada Allah, dan mengistiqomahkan segala bentuk kebaikan dan amal ibadah. Pada kesempatan siang hari ini Khotib akan membawakan satu judul Khutbah yaitu spirit mengisi kemerdekaan.

Jama’ah sholat Jum’at yang dimuliakan Allah

Pada dasarnya merdeka adalah tidak dalam tekanan penjajah, baik penjajah kolonial, ekonomi, bahkan penjajah yang berupa Hawa nafsu dan setan, bebas menentukan masa depan, bedaulat dan bermartabat.

Merdeka adalah awal dari perubahan, awal dari kemajuan dan awal dari kemandirian suatu bangsa.

Sungguh betapa besarnya pengorbanan para pejuang, para pahlawan, para ulama dan para pemuda, ketika harus berjuang dengan darah dan air mata, dengan jiwa dan raga, dengan harta dan keluarga hingga datang pertolongan Allah dan kemenengan yang besar.

Sebagai perbandingan, dalam sebuah riwayat dikisahkan, ketika terjadi Perang Yarmuk, Ikrimah maju berperang seperti kesetanan. Melihat tindakan nekat itu, Khalid bin Walid, yang menjadi panglima pasukan segera mengejar, “Ikrimah, kamu jangan bodoh! Kembali! Kematianmu adalah kerugian besar bagi kaum Muslimin.”

Namun Ikrimah tidak mempedulikan peringatan tersebut. “Biarkan saja, ya Khalid. Biarkan aku menebus dosa-dosaku yang telah lalu. Aku telah memerangi Rasulullah di beberapa medan peperangan. Pantaskah setelah masuk Islam, aku lari dari tentara Romawi ini? Tidak, sesekali tidak!” Kemudian dia berteriak, “Siapakah yang berani mati bersamaku?”

Beberapa orang segera melompat ke samping Ikrimah, kemudian menerjang ke depan, menghalau pasukan lawan yang terus maju. Akhirnya, walau korban berjatuhan, mereka berhasil memukul mundur pasukan Romawi dengan kemenangan yang gemilang.

Di akhir pertempuran, di bumi Yarmuk berjejer tiga mujahid Muslim yang terkapar dalam keadaan kritis. Mereka menderita luka yang sangat parah; Al-Harits bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan Ikrimah bin Abu Jahal.

Al-Harits meminta air minum. Ketika air didekatkan ke mulutnya, ia melihat Ikrimah dalam keadaan seperti yang ia alami. “Berikan dulu kepada Ikrimah,” kata Al-Harits.

Ketika air didekatkan ke mulut Ikrimah, ia melihat Ayyasy menengok kepadanya. “Berikan dulu kepada Ayyasy!” ujarnya.

Ketika air minum didekatkan ke mulut Ayyasy, dia telah meninggal. Orang yang memberikan air minum segera kembali ke hadapan Harits dan Ikrimah, namun keduanya pun telah meninggal pula.

Allahuakbar, betapa cintanya pada tanah air, betapa cintanya pada Agama Allah, rela mengorbankan jiwa dan raganya, harta dan keluarganya demi membela Negeri tercinta.

Demi membela Islam agar tetap jaya dibelahan bumi, betapa sayangnya pada saudaranya, walau dia membutuhkan air, tapi saudara muslimnya lebih diutamakan hingga ajal menjemputnya.

Tapi lihatlah kita sekarang ini dizaman ini di bumi Pertiwi yang kita cintai, pengorbanan apa yang telah kita lakukan, jangankan jiwa dan raga, harta dan keluarga, bahkan waktupun belum sanggup kita korbankan, padahal bumi Pertiwi ini, sangat membutuhkan kesatria Allah.

Bangkitlah wahai para pemuda, engkaulah pewaris tunggal bumi Pertiwi ini, bebaskanlah negeri tercinta ini dari belenggu hawa nafsu dan keserakahan.

Bebaskanlah negeri ini dari kebodohan, dari kemalasan yang berkepanjangan, bangunlah dan tatap ke depan apa yang akan kita korbankan untuk negeri tercinta ini.

Jadilah pemuda yang handal, untuk bisa menjadikan bumi Pertiwi ini, bangsa yang maju, bangsa yang besar, dan berdaulat, bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa lain, bangsa yang beradab dan beriman hingga akhir zaman.

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ ۖ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ ۖ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ ۚ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ

Sungguh bagi Kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Rabb) di kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan:) “Makanlah dari rizki yang dianugerahkan Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya!’. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr”. (Saba’/34:15)

Jama’ah sholat Jum’at yang berbahagia,

Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur adalah negeri yang tentram, subur, aman, nyaman dan damai. Suasana Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur sangat dirindukan oleh setiap masyarakat dalam suatu negeri, suasana yang sangat kita dambakan dibumi Pertiwi ini.

Tapi perlu diingat, wahai pewaris negeri, wahai penguasa negeri, jangan sampai bangsa yang besar ini, mengalami nasib yang sama dengan negeri Saba’ ketika penduduknya berpaling dari keta’atan kepada Allah.

Hingga Allah menurunkan azab, dan menghapus kenikmatan-kenikmatan yang sebelumnya mereka terima, sampai-sampai Allah memporak-porandakan negeri tersebut.

Jama’ah sholat Jum’at yang dirahmati Allah

Inilah yang perlu kita pikirkan bersama, bagaimana cara terbaik untuk mengisi kemerdekaan Republik tercinta ini, jangan sampai negeri yang besar, negeri yang kaya, negeri yang Baldatun thayyibatun wa Robbin Ghofur ini, tidak bisa kita nikmati secara utuh.

Karena kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya merdeka dari para penjajah kolonial, tapi juga merdeka dari penjajah yang namanya hawa nafsu keserakahan, hawa nafsu para koruptor, kelicikan para penjilat, dan kedholiman para penghianat.

Mari singsingkan lengan baju, mari kita isi kemerdekaan dengan semangat persatuan dan kebersamaan, agar bangsa ini, republik tercinta ini, bisa menjadi bangsa yang maju, makmur, berdaulat, beradab beriman bertaqwa dan berjaya.

    بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

KHUTBAH JUMAT KEDUA

   اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا   أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ 

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Bahasa Sunda

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh 👉 GABUNG GRUP

Kami menghimbau kepada pembaca untuk tetap mencantumkan penulis dan sumber sebagai bentuk amanah ilmiah dan penghargaan atas karya dakwah.

Pos terkait