MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberi kita kekuatan untuk menjalani puasa hari ke-12 dan memasuki hari ke-13 Ramadhan. Hari-hari terus berlalu. Tanpa terasa, hampir separuh bulan suci ini kita lewati. Setiap detik yang pergi tidak akan kembali. Yang tersisa hanyalah amal yang kita isi di dalamnya.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan terbaik dalam kesungguhan ibadah, terutama di bulan Ramadhan.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hari ke-12 Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk kembali menata hati. Di awal Ramadhan, kita begitu bersemangat. Masjid terasa penuh, tilawah mengalir lancar, sedekah mudah dikeluarkan. Namun memasuki pertengahan bulan, biasanya semangat mulai menurun. Di sinilah ujian keistiqamahan dimulai.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?” (QS. Al-Hadid: 16)
Ayat ini seperti teguran lembut dari Allah kepada hati kita. Sudah dua belas hari kita berpuasa, tetapi sudahkah hati kita benar-benar tunduk? Sudahkah air mata kita menetes karena takut dan cinta kepada Allah?
Puasa bukan hanya ibadah fisik. Ia adalah ibadah hati. Ketika kita menahan lapar, sesungguhnya kita sedang melatih jiwa untuk tidak selalu menuruti keinginan. Ketika kita menahan amarah, kita sedang membangun kematangan iman.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
“Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan berteriak-teriak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa kualitas puasa terlihat dari akhlak kita. Apakah kita lebih sabar? Apakah kita lebih mudah memaafkan? Ataukah kita justru lebih mudah tersinggung karena lapar dan lelah?
Jamaah sekalian,
Memasuki hari ke-13 berarti kita hampir mendekati pertengahan Ramadhan. Ini momen penting untuk memperbaiki apa yang kurang. Jika tilawah kita masih sedikit, tambahkan. Jika sedekah kita masih jarang, biasakan. Jika shalat malam kita masih bolong-bolong, mulai diperbaiki.
Allah berfirman:
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ
“Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (QS. Ali ‘Imran: 133)
Perintahnya adalah bersegera. Jangan menunggu nanti. Jangan menunda taubat. Jangan berkata, “Masih ada sepuluh hari terakhir.” Karena tidak ada jaminan kita akan sampai di sana.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ramadhan juga adalah bulan Al-Qur’an. Sudahkah kita merasakan kedekatan dengan Kalamullah? Jangan hanya mengejar khatam, tetapi kejar juga pemahaman dan perenungan. Satu ayat yang kita renungi dengan hati yang khusyuk bisa mengubah hidup kita.
Allah berfirman:
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus.” (QS. Al-Isra’: 9)
Jika kita merasa hidup kita masih belum lurus, mungkin karena interaksi kita dengan Al-Qur’an belum sungguh-sungguh.
Selain itu, jangan lupakan doa. Di bulan Ramadhan, doa orang yang berpuasa adalah doa yang mustajab. Rasulullah bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ … وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ
“Ada tiga doa yang tidak tertolak … (salah satunya) orang yang berpuasa ketika berbuka.” (HR. Tirmidzi)
Berapa kali kita benar-benar memanfaatkan waktu berbuka untuk berdoa dengan penuh kesungguhan? Ataukah kita lebih sibuk dengan hidangan dan percakapan?
Jamaah yang dirahmati Allah,
Hari ke-12 ini mari kita jadikan sebagai titik kebangkitan kembali. Jangan biarkan hati menjadi keras. Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa bekas.
Bayangkan jika Ramadhan ini adalah yang terakhir bagi kita. Apakah kita sudah meminta maaf kepada orang yang kita sakiti? Sudahkah kita berdamai dengan keluarga? Sudahkah kita memperbaiki hubungan dengan Allah?
Hidup ini sangat singkat. Ramadhan adalah kesempatan emas yang mungkin tidak akan terulang. Banyak orang tahun lalu berpuasa bersama kita, tetapi hari ini mereka sudah berada di alam kubur. Kini giliran kita yang masih diberi kesempatan. Maka gunakanlah sebaik mungkin.
Mari kita perbanyak istighfar. Mari kita kuatkan shalat malam. Mari kita lembutkan hati dengan sedekah dan memaafkan orang lain.
Semoga Allah menjadikan puasa hari ke-12 ini lebih baik daripada hari-hari sebelumnya. Semoga hari ke-13 esok membawa peningkatan iman dan ketakwaan dalam diri kita. Dan semoga kita termasuk hamba-hamba yang keluar dari Ramadhan dalam keadaan bersih dari dosa, seperti bayi yang baru dilahirkan.
Ya Allah, jangan Engkau biarkan Ramadhan berlalu sementara hati kami tetap keras. Lembutkan hati kami, kuatkan iman kami, dan terimalah seluruh amal ibadah kami. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW






