KHUTBAH I
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي وَحَّدَ قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِالْإِيْمَانِ، وَحَذَّرَهُمْ مِنَ الْفُرْقَةِ وَالْخُصُوْمَةِ وَالْعُدْوَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنَجِّي قَائِلَهَا يَوْمَ الْمِيْزَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَإِمَامًا لِلْمُتَّقِيْنَ وَقُدْوَةً لِلْإِخْوَانِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَقَامُوا الدِّيْنَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَقَدْ قَالَ: وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ
Hadirin jamaah jumah Rahimakumullah..
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.
Hadirin jamaah jumah Rahimakumullah..
Kita berada di pertengahan bulan suci Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan. Di bulan ini, seluruh umat Islam didorong memperbanyak ibadah, merenungkan kehidupan, dan memperbaiki hubungan vertikal kita kepada Allah serta hubungan horizontal dengan sesama manusia.
Namun di saat yang sama, dunia menyaksikan konflik dan peperangan yang terus berlanjut, salah satunya konflik eskalatif antara negara-negara besar seperti Iran melawan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat. Situasi ini bukan sekadar berita di televisi; namun hal tersebut nyata dirasakan oleh jutaan manusia yang kehilangan keluarga, rumah, dan masa depan mereka.
Dalam kondisi seperti ini, kita sebagai hamba Allah diuji untuk tetap teguh dalam iman, menjaga keikhlasan ibadah, serta menjunjung tinggi prinsip kasih sayang dan keadilan.
Allah ﷻ berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 155–157:
وَلَـنَبۡلُوَنَّكُمۡ بِشَىۡءٍ مِّنَ الۡخَـوۡفِ وَالۡجُـوۡعِ وَنَقۡصٍ مِّنَ الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَنۡفُسِ وَالثَّمَرٰتِؕ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيۡنَۙ. الَّذِيۡنَ اِذَآ اَصَابَتۡهُمۡ مُّصِيۡبَةٌ ۙ قَالُوۡٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـآ اِلَيۡهِ رٰجِعُوۡنَؕ
Artinya: “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kehilangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar; yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’.”
Hadirin jamaah jumah Rahimakumullah..
Allah ﷻ mengingatkan bahwa kehidupan dunia pasti menghadirkan ujian dan cobaan, termasuk rasa takut dan kehilangan. Namun Allah juga menjanjikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar dan tetap berpegang teguh pada keimanan.
Dalam konteks situasi perang hari ini, kita memang tidak bisa mengabaikan penderitaan yang dialami saudara-saudara kita. Tetapi Allah ﷻ ingin kita mendalami hikmah di balik setiap musibah, menjadikan setiap ujian sebagai muhasabah diri untuk semakin dekat kepadaNya.
Hadirin jamaah jumah Rahimakumullah..
Di bulan Ramadhan ini juga Allah ﷻ memerintahkan kita memperbanyak dzikir, memperteguh ukhuwah Islamiyah, dan berbuat kebajikan yang menjadikan hati tetap bersih meskipun dunia tengah diliputi kecemasan dan peperangan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ لَا يَرْحَمُ النَّاسَ لَا يُرْحَمُوهُ.»
“Barang siapa yang tidak menyayangi manusia, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa kasih sayang adalah prinsip fundamental dalam Islam. Kita diminta bukan sekadar menjadi umat yang kuat, tetapi juga menjadi umat yang menyayangi dan mendoakan keselamatan sesama manusia—lawan maupun kawan—terlebih di saat perang dan krisis.
Hadirin jamaah jumah Rahimakumullah..
Perang memang merupakan bagian dari sejarah manusia; namun Islam secara tegas tidak menjadikan perang sebagai tujuan utama. Peperangan diizinkan hanya dalam kondisi tertentu, yaitu membela diri dari serangan atau untuk menegakkan keadilan. Dalam surah Al-Hajj ayat 39, Allah ﷻ berfirman:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Artinya: “Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi, karena mereka telah dianiaya… dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa menolong mereka.”
Ayat ini menunjukkan bahwa jika sebuah umat diserang atau dizalimi, mereka boleh membela diri. Namun pembelaan diri harus senantiasa dibingkai oleh prinsip keadilan, bukan kebencian tanpa batas.
Di tengah konflik besar yang melibatkan negara-negara besar seperti Iran, Amerika Serikat, dan Israel, kita sebagai umat Islam seyogyanya tidak terjebak dalam kebencian buta, tetapi mencari apa yang adil dan benar di hadapan Allah.
Kita mendoakan keselamatan, keadilan, keselamatan jiwa, dan perdamaian bagi seluruh umat manusia, tanpa memandang latar belakang suku, bangsa, maupun keyakinannya.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-Mu’minun ayat 8:
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
Artinya: “Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya.”
Ayat ini mengingatkan kita untuk menjaga amanat dan janji Allah, yakni amanat berupa keadilan, perdamaian, kasih sayang, dan persaudaraan di tengah situasi yang bisa mudah memecah belah umat.
Hadirin jamaah jumah Rahimakumullah..
Ramadhan bukan hanya waktu untuk menahan lapar dan haus. Ramadhan adalah bulan transformasi spiritual, mengasah empati kepada sesama, serta memperkuat ikatan ukhuwah Islamiyah.
Dalam keadaan konflik dan perang, marilah kita maknai Ramadhan dengan:
- Berdoa untuk keselamatan umat manusia, karena doa adalah senjata orang beriman.
- Menguatkan persaudaraan kepada saudara muslim di seluruh dunia yang tertimpa kesusahan dan derita.
- Menjadi contoh kebaikan di komunitas kita, yakni menjunjung tinggi toleransi, menghormati perbedaan, dan menolak fitnah serta kebencian.
- Melipatgandakan sedekah dan bantuan sosial kepada mereka yang terdampak perang dan krisis kemanusiaan.
- Menghindari ghibah, fitnah, dan ujaran kebencian yang hanya memperburuk suasana dan memecah belah persaudaraan.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadith yang mulia:
الدِّينُ النَّصِيحَةُ
“Agama itu adalah nasihat.” (HR. Muslim)
Hadirin jamaah jumah Rahimakumullah..
Nasihat ini mencakup memperbaiki diri, keluarga, dan masyarakat dengan cara yang benar: menolong yang lemah, menegakkan yang haq (kebenaran), dan mencegah yang batil (kebatilan) dengan hikmah dan kebijaksanaan.
Hadirin jamaah jumah Rahimakumullah..
Marilah kita jadikan Ramadhan ini sebagai momen untuk membangun iman yang teguh, hati yang bersih, dan langkah yang bermanfaat bagi semua. Di tengah konflik dunia, kita tetap saling mendoakan, saling menolong, dan saling menguatkan.
Semoga Allah ﷻ memberikan kita kekuatan untuk bersabar, hidayah untuk berbuat adil, dan keteguhan hati untuk terus berbuat baik.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ ضُعَفَاءَ الْمُسْلِمِينَ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ، وَاجْمَعْ بَيْنَ قُلُوبِنَا عَلَى الْحَقِّ، وَانْشُرِ السَّلَامَ فِي الْأَرْضِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi Khutbah terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW





