MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga, sahabat, serta umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin kaum muslimin rahimakumullah,
Memasuki Ramadhan hari ke-19, kita sudah berada di penghujung pertengahan bulan suci. Di depan kita terbentang sepuluh malam terakhir Ramadhan, malam-malam yang sangat mulia dan penuh keutamaan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada malam-malam tersebut adalah qiyamul lail, yaitu menghidupkan malam dengan ibadah kepada Allah.
Qiyamul lail adalah shalat yang dilakukan pada malam hari setelah shalat Isya hingga menjelang fajar. Dalam bulan Ramadhan, qiyamul lail sering kita kenal dengan shalat tarawih dan tahajud. Ibadah ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan salah satu jalan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah memuji orang-orang yang bangun di malam hari untuk beribadah kepada-Nya. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:
وَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)
Ayat ini menggambarkan orang-orang yang rela meninggalkan kenyamanan tidur demi berdiri di hadapan Allah. Mereka bangun di saat banyak manusia terlelap, menengadahkan tangan, memohon ampunan, serta berharap rahmat dari Rabb mereka.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga menjelaskan keutamaan qiyamul lail dalam banyak hadits. Salah satunya adalah sabda beliau:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini memberikan kabar gembira yang luar biasa. Betapa banyak dosa yang kita lakukan setiap hari, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Namun Allah membuka pintu ampunan yang sangat luas melalui ibadah qiyamul lail di bulan Ramadhan.
Syaratnya ada dua: iman dan ihtisab. Iman artinya kita melaksanakan ibadah dengan keyakinan penuh kepada Allah. Sedangkan ihtisab berarti kita berharap pahala hanya dari Allah, bukan karena ingin dipuji atau dilihat manusia.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Rasulullah sendiri adalah teladan terbaik dalam menghidupkan malam Ramadhan. Dalam sebuah hadits disebutkan:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa qiyamul lail memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Bahkan Rasulullah yang telah dijamin dosanya tetap memperbanyak shalat malam.
Mengapa qiyamul lail begitu istimewa?
Pertama, qiyamul lail adalah waktu paling dekat antara seorang hamba dengan Allah. Pada sepertiga malam terakhir, Allah membuka pintu rahmat dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Rasulullah bersabda:
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan, ketika banyak manusia terlelap dalam tidur, Allah justru memanggil hamba-hamba-Nya yang bangun di malam hari. Betapa ruginya kita jika kesempatan ini kita sia-siakan.
Kedua, qiyamul lail adalah tanda keikhlasan seorang hamba. Ibadah di malam hari jauh dari pandangan manusia. Tidak ada yang melihat kecuali Allah. Karena itu, shalat malam sering menjadi bukti kejujuran iman seseorang.
Ketiga, qiyamul lail menenangkan hati dan membersihkan jiwa. Ketika kita berdiri di hadapan Allah, membaca ayat-ayat-Nya, menangis memohon ampunan, maka hati yang gelisah akan menjadi tenang. Dosa-dosa yang menumpuk terasa ringan karena kita menyerahkannya kepada Allah.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadhan hari ke-19 adalah momentum untuk mempersiapkan diri menyambut sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Allah berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Para ulama menjelaskan bahwa salah satu cara terbaik untuk mendapatkan Lailatul Qadar adalah dengan memperbanyak qiyamul lail.
Oleh karena itu, mulai malam ini marilah kita bertekad untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan. Jika belum mampu bangun lama, mulailah dengan yang ringan. Shalat dua rakaat, membaca Al-Qur’an beberapa ayat, atau memperbanyak istighfar dan doa.
Yang terpenting adalah istiqamah dan keikhlasan.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Jangan sampai Ramadhan berlalu tanpa kita merasakan manisnya qiyamul lail. Banyak orang yang hanya sibuk dengan aktivitas dunia, begadang dengan hal yang sia-sia, tetapi berat bangun untuk shalat malam.
Padahal mungkin inilah Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Tidak ada yang tahu apakah kita masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan tahun depan atau tidak.
Mari kita manfaatkan sisa hari Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Bangunlah di malam hari, berwudhu, lalu berdirilah di hadapan Allah dengan hati yang penuh harap. Mintalah ampunan atas dosa-dosa kita, doakan keluarga kita, doakan umat Islam, dan mohonlah kebaikan dunia serta akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang gemar menghidupkan malam dengan ibadah, serta memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan.
Rasulullah mengajarkan doa yang sangat baik untuk dibaca pada malam-malam Ramadhan, khususnya ketika mencari Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar.
Amin ya Rabbal ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW






