MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita kesempatan untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Hari ini kita telah memasuki hari ke-20 Ramadhan, yang berarti kita sedang berada di ambang sepuluh hari terakhir Ramadhan. Waktu yang sangat istimewa dan sangat menentukan bagi seorang muslim.
Ramadhan hampir berlalu. Jika diibaratkan seorang tamu agung, ia sebentar lagi akan meninggalkan rumah kita. Pertanyaannya, apa yang sudah kita siapkan selama Ramadhan ini? Apakah kita termasuk orang yang bersungguh-sungguh memanfaatkan bulan ini, atau justru kita lalai dan menunda-nunda kebaikan?
Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah waktu yang paling mulia dalam bulan ini. Pada waktu inilah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meningkatkan ibadahnya dengan sangat luar biasa.
Dalam sebuah hadist disebutkan:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ
Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Nabi menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist ini menunjukkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan bukanlah malam biasa. Rasulullah yang telah dijamin surga saja masih bersungguh-sungguh beribadah. Lalu bagaimana dengan kita yang penuh dosa dan kekurangan?
Hadirin yang dirahmati Allah,
Salah satu keistimewaan sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)
Seribu bulan jika dihitung adalah sekitar 83 tahun lebih. Artinya, orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar, pahalanya seperti beribadah selama lebih dari delapan puluh tahun.
Bayangkan, satu malam saja bisa bernilai ibadah seumur hidup.
Karena itulah Rasulullah menganjurkan kita untuk mencari malam tersebut pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Ketika kita memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk kita perbanyak.
Pertama, memperbanyak qiyamul lail atau shalat malam.
Sepuluh malam terakhir adalah waktu terbaik untuk memperbanyak shalat malam, baik shalat tahajud, witir, maupun membaca Al-Qur’an.
Rasulullah bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk menghapus dosa-dosa masa lalu.
Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Maka di sepuluh malam terakhir, kita dianjurkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an: membaca, mentadabburi, dan mengamalkannya.
Allah berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
Artinya: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ketiga, memperbanyak doa dan istighfar.
Rasulullah bahkan mengajarkan doa khusus yang sangat dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar.
Dalam hadist disebutkan:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)
Doa ini sangat pendek, tetapi sangat dalam maknanya. Kita memohon kepada Allah agar semua dosa kita diampuni.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Sepuluh hari terakhir Ramadhan juga menjadi waktu evaluasi diri.
Apakah puasa kita sudah benar?
Apakah shalat kita sudah khusyuk?
Apakah kita sudah menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakiti orang lain?
Jangan sampai Ramadhan hampir selesai, tetapi dosa kita tetap banyak dan hati kita tetap keras.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
Artinya: “Sungguh celaka seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.” (HR. Tirmidzi)
Hadist ini menjadi peringatan keras bagi kita semua. Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi di bulan yang penuh berkah ini.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan sepuluh hari terakhir Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri. Tingkatkan ibadah, perbanyak sedekah, perbanyak istighfar, dan dekatkan diri kepada Allah.
Karena kita tidak tahu, mungkin ini Ramadhan terakhir dalam hidup kita.
Betapa banyak orang yang tahun lalu masih bersama kita menjalankan puasa, tetapi tahun ini mereka sudah berada di alam kubur.
Maka jangan sia-siakan kesempatan yang Allah berikan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita kekuatan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan, mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar, dan mengampuni semua dosa kita.
Allahumma ballighna lailatal qadr, waj‘alna min ‘utaqa’i minan nar. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW






