KHUTBAH I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِمَوْسِمِ الطَّاعَاتِ، وَفَتَحَ لَنَا أَبْوَابَ الرَّحْمَاتِ، وَخَصَّ شَهْرَ رَمَضَانَ بِفَضَائِلَ عَظِيمَاتٍ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Hari ini kita berada di penghujung Ramadhan. Hari ke-30, hari terakhir. Hari yang mungkin menjadi penutup Ramadhan kita tahun ini. Atau bisa jadi… Ramadhan terakhir dalam hidup kita.
Betapa banyak orang yang tahun lalu masih bersama kita, kini telah tiada. Mereka dulu berpuasa, mereka dahulu shalat tarawih, mereka dahulu bersujud. Namun hari ini, mereka telah berada di alam kubur. Allah SWT berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah madrasah jiwa. Tempat kita dilatih menjadi hamba yang lebih taat, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah.
Namun pertanyaan besar bagi kita hari ini adalah: Apakah setelah Ramadhan ini kita akan tetap istiqamah? Ataukah kita akan kembali menjadi seperti sebelum Ramadhan?
Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Jika selama Ramadhan kita mampu menjaga shalat berjamaah, mampukah kita menjaganya setelah Ramadhan?
Jika selama Ramadhan kita rajin membaca Al-Qur’an, mampukah kita melanjutkannya?
Jika selama Ramadhan kita menahan amarah dan menjaga lisan, mampukah kita mempertahankannya?
Karena sejatinya, keberhasilan Ramadhan bukan diukur dari berapa hari kita berpuasa, tetapi dari bagaimana perubahan diri kita setelahnya.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan Ramadhan adalah taqwa. Maka jika setelah Ramadhan kita tidak menjadi lebih bertaqwa, maka ada yang salah dengan puasa kita.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Di akhir Ramadhan ini, mari kita merenung sejenak. Sudahkah kita benar-benar memanfaatkan bulan ini dengan baik? Ataukah Ramadhan kita berlalu begitu saja tanpa makna?
Rasulullah SAW bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Celakalah seseorang yang mendapati Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.” (HR. Tirmidzi)
Betapa ruginya jika kita keluar dari Ramadhan dalam keadaan dosa kita belum diampuni.
Oleh karena itu, di hari terakhir ini, mari kita perbanyak istighfar, perbanyak taubat, dan perbanyak doa.
Allah SWT berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)
Jangan pernah putus asa. Selama nyawa masih di badan, pintu taubat masih terbuka.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mungkin ini Ramadhan terakhir kita. Tidak ada yang bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan tahun depan.
Karena itu, tutuplah Ramadhan ini dengan amal terbaik. Dengan tangisan taubat. Dengan hati yang penuh harap kepada Allah.
Di akhir Ramadhan ini, mari kita kuatkan tekad untuk menjadi hamba yang istiqamah. Jangan jadikan Ramadhan sebagai satu-satunya waktu kita dekat kepada Allah.
Jangan menjadi hamba yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan, tetapi melupakan-Nya di bulan lainnya.
Allah SWT berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99)
Artinya, ibadah tidak berhenti setelah Ramadhan. Justru setelah Ramadhan, itulah ujian sesungguhnya.
Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Namun ingat, ampunan itu harus dijaga. Jangan sampai setelah diampuni, kita kembali mengotori diri dengan dosa yang sama.
Oleh karena itu, mari kita persiapkan diri menyambut hari kemenangan, Idul Fitri, dengan hati yang bersih dan jiwa yang kembali kepada fitrah.
Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ampunan dari Allah SWT sehingga benar-benar kembali suci. Amin ya Robbal Alamin.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh 👉 GABUNG GRUP






