Khutbah Jumat Bulan Syawal: Jangan Kotori Hati Seletah Ramadhan (Bahasa Indonesia)

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

KHUTBAH I

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي يَنْظُرُ إِلَى ٱلْقُلُوبِ قَبْلَ ٱلْأَعْمَالِ، وَيَزِنُ ٱلسَّرَائِرَ قَبْلَ ٱلظَّوَاهِرِ، وَيَعْلَمُ خَائِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي ٱلصُّدُورُ. نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعْمَةِ ٱلْهِدَايَةِ وَصَفَاءِ ٱلْقُلُوبِ، وَنَسْتَعِينُهُ عَلَى تَزْكِيَةِ ٱلنُّفُوسِ وَإِصْلَاحِ ٱلسَّرَائِرِ، وَنَسْتَغْفِرُهُ مِنْ ذُنُوبٍ أَظْلَمَتْ بِهَا ٱلْقُلُوبُ بَعْدَ أَنْ أَشْرَقَتْ بِنُورِ ٱلطَّاعَاتِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، جَعَلَ صَلَاحَ ٱلْقُلُوبِ طَرِيقَ ٱلنَّجَاةِ، وَجَعَلَ فَسَادَهَا سَبَبَ ٱلْهَلَاكِ وَٱلْخُسْرَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ٱلَّذِي رَبَّى ٱلْقُلُوبَ عَلَى ٱلْإِخْلَاصِ، وَنَقَّاهَا مِنَ ٱلْأَحْقَادِ وَٱلْآثَامِ، صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا

Bacaan Lainnya

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ ٱللَّهِ، ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَرَاقِبُوهُ فِي سَرَائِرِكُمْ قَبْلَ عَلَانِيَتِكُمْ، وَٱعْلَمُوا أَنَّ ٱلْقُلُوبَ إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ مَا بَعْدَهَا، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ مَا سِوَاهَا.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benar takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Kita baru saja melewati bulan suci Ramadhan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Banyak di antara kita yang selama Ramadhan mampu memperbanyak ibadah: shalat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menahan hawa nafsu. Namun pertanyaannya, bagaimana keadaan hati kita setelah Ramadhan berlalu?

Apakah hati kita masih bersih seperti saat kita ditempa selama Ramadhan, ataukah sudah kembali kotor oleh dosa dan kelalaian?

Jamaah yang dirahmati Allah,

Hati adalah pusat kehidupan manusia. Jika hati baik, maka baiklah seluruh amal. Jika hati rusak, maka rusak pula seluruh kehidupan kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah sekalian,

Inilah yang harus kita jaga setelah Ramadhan: hati yang bersih. Sebab, tidak semua orang mampu mempertahankan amalan-amalan besar seperti qiyamul lail setiap malam, puasa sunnah secara rutin, atau sedekah dalam jumlah besar. Namun setidaknya, kita mampu menjaga hati kita agar tetap bersih.

Allah ﷻ berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ. إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih (qalbun salim).” (QS. Asy-Syu’ara: 88–89)

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Hati yang bersih adalah hati yang bebas dari iri, dengki, sombong, dendam, dan kebencian. Hati yang mudah memaafkan, lapang dada, dan penuh dengan kasih sayang.

Perlu kita pahami, bahwa dalam kehidupan ini, manusia akan selalu berinteraksi dengan manusia lainnya. Akan ada kesalahan, ketersinggungan, bahkan luka. Di sinilah kualitas hati kita sedang diuji.

Jika hati kita bersih, maka seberapa besar kesalahan orang lain akan mudah kita maafkan. Namun jika hati kita kotor, maka seberapa besar kebaikan orang lain akan kita lupakan.

Perumpamaannya seperti ini: Jika seekor lalat jatuh ke dalam air minuman, maka air itu akan dibuang. Tetapi jika seekor lalat jatuh ke dalam madu, maka yang dibuang adalah lalatnya, sementara madunya tetap dipertahankan.

Begitulah hati manusia.

Hati yang buruk seperti air: mudah rusak hanya karena sedikit kotoran. Namun hati yang bersih seperti madu: tetap manis, tetap bernilai, meski ada sesuatu yang jatuh ke dalamnya.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ramadhan telah melatih kita untuk membersihkan hati. Maka jangan sampai setelah Ramadhan, hati kita kembali dipenuhi penyakit.

Allah ﷻ berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا. وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9–10)

Oleh karena itu, mari kita terus berikhtiar menjaga kebersihan hati.
Jika kita belum mampu istiqomah dalam ibadah-ibadah besar, maka jangan tinggalkan amalan menjaga hati.

Menjaga hati bisa dimulai dari hal sederhana:

  • Menahan diri dari prasangka buruk
  • Tidak mudah marah
  • Memaafkan kesalahan orang lain
  • Tidak iri terhadap nikmat orang lain
  • Ikhlas dalam beramal

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ketahuilah bahwa Allah tidak melihat rupa kita, tidak pula harta kita, tetapi Allah melihat hati dan amal kita. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Jika kita tidak mampu istiqomah dalam qiyamul lail setiap malam, tidak mampu rutin puasa sunnah, atau tidak mampu bersedekah setiap hari, maka setidaknya kita istiqomah dalam menjaga hati.

Karena hati yang bersih akan memudahkan kita untuk melakukan kebaikan lainnya. Sebaliknya, hati yang kotor akan menghalangi kita dari amal saleh.

Ingatlah bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta, tetapi pada ketenangan hati. Allah ﷻ berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Jamaah sekalian, Mari kita isi hati kita dengan dzikir, dengan cinta kepada Allah, dengan prasangka baik kepada sesama. Mari kita bersihkan hati kita dari kebencian, karena kebencian hanya akan menyiksa diri kita sendiri.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki hati yang bersih, hati yang selamat, hati yang mendapat ridha dari Allah SWT. Amin

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Bahasa Sunda

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh 👉 GABUNG GRUP

Pos terkait