Khutbah Jumat NU Online Terbaru: Gunung Bergejolak, Iman Bergerak (Bahasa Indonesia)

KHUTBAH JUMAT I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الْجِبَالَ أَوْتَادًا، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Bacaan Lainnya

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik ketika kita menghadapi berbagai keadaan kehidupan, termasuk ketika Allah memperlihatkan kepada kita kekuasaan-Nya melalui bencana alam.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Beberapa hari terakhir, perhatian masyarakat Indonesia kembali tertuju kepada aktivitas gunung api. Gunung Anak Krakatau mengalami episode erupsi menerus sekitar 25 jam pada 4–6 September 2026. Aktivitasnya kemudian kembali menurun, tetapi statusnya tetap berada pada Level III atau Siaga dan terus dipantau oleh Badan Geologi.

Abu vulkanik bahkan sempat mengganggu aktivitas penerbangan dan menyebabkan sejumlah bandara ditutup sementara. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa manusia, dengan seluruh kemajuan teknologi yang dimilikinya, tetaplah makhluk yang lemah di hadapan kekuasaan Allah.

Allah Swt. berfirman:

وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ

“Dan apabila gunung-gunung digerakkan.” (QS. At-Takwir: 3)

Gunung yang selama ini kita pandang kokoh ternyata dapat berguncang, mengeluarkan api, abu, dan material panas. Sesuatu yang tampak begitu kuat di mata manusia ternyata tidak berdaya ketika Allah menghendaki sesuatu terjadi.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Erupsi gunung bukan berarti kita boleh memastikan bahwa setiap bencana adalah hukuman Allah kepada orang-orang tertentu. Kita tidak mengetahui perkara gaib dan tidak boleh dengan mudah menuduh korban sebagai orang yang sedang dihukum.

Namun, setiap musibah seharusnya menjadi teguran bagi kita semua untuk melakukan muhasabah.

Allah berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahanmu.” (QS. Asy-Syura: 30)

Ayat ini bukan alasan untuk menyalahkan korban bencana. Justru ayat ini mengajak kita bercermin kepada diri sendiri: sudahkah kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah?

Sebab terkadang manusia baru mengingat Allah ketika tanah berguncang, ketika gunung meletus, ketika rumah terancam, ketika harta hilang, atau ketika nyawa berada di ujung bahaya.

Ketika semuanya aman, kita merasa kuat. Ketika kesehatan masih ada, kita merasa memiliki waktu yang panjang. Ketika rumah masih berdiri, kita lupa bahwa semuanya hanyalah titipan.

Tetapi ketika terdengar suara gemuruh dari gunung, manusia tiba-tiba sadar bahwa hidup ini sangat rapuh.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita bahwa seorang mukmin harus mengambil pelajaran dari setiap keadaan.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah kebaikan baginya. Hal itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Jika mendapatkan kesusahan, ia bersabar, maka itu pun menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Maka ketika gunung meletus, jangan hanya melihat asap dan lava. Lihatlah tanda kebesaran Allah.

Ketika abu menutupi rumah-rumah masyarakat, jangan hanya melihat kotoran yang harus dibersihkan. Lihatlah betapa mudahnya Allah mengingatkan manusia bahwa dunia ini tidak kekal.

Ketika saudara-saudara kita harus mengungsi meninggalkan rumah dan harta benda, jangan hanya menyaksikan dari layar telepon. Mari kita hadir dengan kepedulian, membantu sesuai kemampuan, mendoakan keselamatan mereka, dan tidak menjadikan penderitaan mereka sebagai tontonan semata.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Bencana juga mengajarkan pentingnya ikhtiar. Tawakal bukan berarti mengabaikan peringatan para ahli. Mengikuti arahan pemerintah, menjauhi kawasan berbahaya, menggunakan masker ketika terjadi hujan abu, menyiapkan jalur evakuasi, serta membantu kelompok rentan adalah bagian dari menjaga amanah kehidupan. Islam mengajarkan kita untuk menjaga jiwa.

Karena itu, ketika pemerintah dan petugas kebencanaan memberikan peringatan, janganlah kita meremehkannya. Jangan mendekati kawasan berbahaya hanya demi mendapatkan video untuk media sosial. Jangan mempertaruhkan nyawa demi sebuah konten.

Jangan sampai kita lebih takut kehilangan sinyal internet daripada kehilangan keselamatan. Allah berfirman:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Mari kita jadikan fenomena gunung meletus sebagai momentum untuk kembali kepada Allah.

Jika selama ini kita meninggalkan salat, mari kita perbaiki salat.

Jika selama ini kita menyakiti orang tua, mari kita meminta maaf.

Jika selama ini kita mengambil hak orang lain, mari kita kembalikan.

Jika selama ini hati kita dipenuhi iri, dendam, dan kesombongan, mari kita bersihkan.

Sebab kita tidak pernah tahu, apakah azan berikutnya masih akan kita dengar.

Kita tidak pernah tahu, apakah Jumat berikutnya masih akan kita jumpai.

Dan kita tidak pernah tahu, apakah kesempatan bertaubat yang kita miliki hari ini masih diberikan Allah esok hari.

Maka sebelum gunung berguncang, guncangkanlah hati kita dengan istighfar.

Sebelum api keluar dari bumi, padamkanlah api kemaksiatan dalam diri kita.

Sebelum kita dipaksa meninggalkan rumah karena bencana, persiapkanlah bekal untuk meninggalkan dunia menuju akhirat.

Marilah kita memperbanyak istighfar, memperbaiki ibadah, mempererat persaudaraan, membantu saudara-saudara yang terkena musibah, serta menjaga alam sebagai amanah dari Allah.

Semoga setiap bencana yang terjadi tidak hanya membuat kita takut, tetapi juga membuat kita semakin dekat kepada Allah.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

KHUTBAH II

  اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh 👉 GABUNG GRUP
Kami menghimbau kepada pembaca untuk tetap mencantumkan penulis dan sumber sebagai bentuk amanah ilmiah dan penghargaan atas karya dakwah.

Pos terkait