Khutbah Jumat Singkat Terbaru PDF Bahasa Indonesia: 3 Pesan Nabi Menghadapi Perkembangan Zaman

Pesan Nabi Muhammad SAW
Pesan Nabi Muhammad SAW

Perkembangan zaman bergitu cepat, semua kebutuhan manusia serba modern. Apapun dapat dilakukan dengan mudah hanya melalui ponsel. Namun, ternyata perkembangan zaman ini justru menjadi ancaman bagi generasi berikutnya, terutama soal moral.

Oleh karena itu, khutbah jumat singkat berikut ini mengangkat tema tentang “3 Pesan Nabi Menghadapi Perkembangan Zaman”. Perkembangan zaman sudah terbaca oleh Nabi Muhammad sehingga beliau menyampaikan tiga pesan yang harus dipegang teguh oleh umat Islam.

Bacaan Lainnya

Khutbah jumat NU berikut ini tersedia dalam versi PDF. Kami menyediakan PDF bentuk landscape dua kolom sehingga khotib cukup download, print kemudian potong kertas menjadi dua bagian sehingga lebih praktis saat dibawa naik mimbar.

Khutbah jumat singkat penuh makna ini juga dilengkapi dengan harokat sehingga mudah dibaca dan dimengerti. Durasi khutbah sekitar 5-10 menit. Semoga bermanfaat..

Silahkan bergabung di grup Telegram untuk mendapatkan Materi Khutbah terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com dengan cara klik “Berlangganan” BERLANGGANAN atau https://t.me/khutbahjumatsingkat

MUKADIMAH KHUTBAH JUMAT PERTAMA

   اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَناَ أَنْ نُصْلِحَ مَعِيْشَتَنَا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالسَّعَادَةِ، وَنَقُوْمَ بِالْوَاجِبَاتِ فِيْ عِبَادَتِهِ وَتَقْوَاهْ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمّا بَعْدُ  فَيَا عِبَادَ الله، اُوْصِيْنِي نَفْسِي بِتَقْوَى الله، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. يَا أَيُّهَا الّذين آمنوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah

Pada kesempatan khutbah Jum’at ini, setelah memuji kepada Allah SWT, bershalawat kepada Baginda Nabi Agung Muhammad SAW, keluarga, serta sahabatnya, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan saudara-saudara sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Yakni dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dalam kondisi apapun, saat sehat, sakit, kaya, miskin, bahagia, ataupun derita. Karena hanyalah orang-orang yang bertakwa yang memiliki kemuliaan di sisi-Nya.

Kekayaan itu tidak akan abadi, kemiskinan pun tidak akan selamanya. Bahagia dan derita, pun juga demikian adanya, datang silih berganti. Hanyalah amal shalih dan ketakwaan seorang hamba, yang dapat mengantarkannya meraih kebahagiaan yang abadi selamanya, hidup bahagia di surga kelak.

Marilah kita haturkan rasa syukur sedalam-dalamnya kepada Allah SWT yang dengan rahmat dan kasih sayang-Nya kita telah dikaruniai nikmat agung yang tak ternilai dengan sesuatu apapun di muka bumi ini, yakni nikmat iman, percaya dengan sebenar-benarnya bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali hanya Allah SWT semata. Dan meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul-Nya. Utusan terakhir yang lahir di tanah suci Mekah, yang membawa risalah penyempurna dari utusan-utusan sebelumnya.

Semoga shalawat dan salam senantiasa selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Agung Muhammad bin Abdullah Saw, sang revolusioner sejati. Yang dari cahayanya maka alam semesta wujud. Yang mengajarkan tentang kesabaran sehingga kita tetap optimis di saat terpuruk. Yang mengajarkan arti syukur sehingga kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah

Sudah merupakan bukti nyata bahwa semakin modern kehidupan manusia, semakin ia tampak manja dan lemah. Segalanya tampak instan. Tinggal klik saja, maka keinginan akan terwujud. Hal ini diakui atau tidak telah membuat manusia terlena dan lalai. Akses informasi yang begitu pesat dengan mudah mereka konsumsi tanpa ada arahan.

Kemoderenan ini bukannya membawa manusia menjadi lebih bermoral dan bermartabat. Justru dapat menggiring manusia terlebih mereka yang tidak memiliki benteng keimanan yang kuat untuk berkarakter hedonisme, matrealistis dan sekuler. Bukankah dewasa ini kasus korupsi semakin menjamur, berapa anak yang terlahir tanpa mengetahui kepada siapa ia harus memanggil ayah, berapa banyak bayi yang ditemukan di pinggir jalan. Dan berbagai kasus lainnya yang semuanya ramai setelah abad modern ini.

Yang pada intinya adalah kemajuan zaman yang tidak diimbangi oleh keimanan yang kuat adalah malapetaka. Maka kemajuan zaman bagi jiwa yang lemah agamanya adalah awal kehancuran, di mana dampak negatif lebih mendominasi dari positifnya.

Baca halaman berikutnya…

Pos terkait