Merayakan Tahun Baru Masehi Menurut Islam, Materi Khutbah Jumat Singkat PDF Terbaru

Foto Ilustrasi Tahun Baru Masehi
Foto Ilustrasi Tahun Baru Masehi

Kita saat ini berada di bulan Desember yang merupakan penghujung tahun 2021 Masehi. Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru Masehi yaitu tahun 2022.

Sudah menjadi tradisi di lingkungan kita bahwa setiap pergantian malam tahun baru kebanyakan orang merayakan dengan pesta, bersenang-senang atau lainnya.

Bacaan Lainnya

Sebagai umat Muslim, tentu kita harus tahu batasan-batasan yang harus dilakukan agar apa yang kita lakukan selalu mendapat Ridlolloh.

Oleh karena itu, materi khutbah jumat singkat kali ini membahas tentang hukum merayakan tahun baru masehi 2022 menurut Islam.

Teks khutbah jumat berikut bisa Anda download pada menu yang ada di akhir materi khutbah jumat. Anda cukup download, print, kemudian potong kertas menjadi dua bagian. Semoga bermanfaat..

Silahkan bergabung di grup Telegram untuk mendapatkan Materi Khutbah terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com dengan cara klik “Berlangganan” BERLANGGANAN atau https://t.me/khutbahjumatsingkat

KHUTBAH JUMAT PERTAMA

اَلْحَمْدُ للهِ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْاِنْسَانَ فِيْ أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْعَظِيْمِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كُنِّيَ بِأَبِي الْقَاسِمِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita bersama-sama berusaha meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dalam arti kita berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala hal yang telah dilarang oleh Allah SWT. Karena hanya dengan iman dan taqwa kita semua akan selamat di dunia dan akhirat kelak.

Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Kita Muhammad SAW yang telah memberikan petunjuk kepada kita semua.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Kita saat ini berada di bulan Desember yang merupakan penghujung tahun 2021 Masehi. Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru Masehi yaitu tahun 2022. Sudah menjadi tradisi di lingkungan kita bahwa setiap pergantian malam tahun baru kebanyakan orang merayakan dengan pesta, bersenang-senang atau lainnya. Sebagai umat Muslim, tentu kita harus tahu batasan-batasan yang harus dilakukan agar apa yang kita lakukan selalu mendapat Ridlolloh.

Berkaitan dengan tahun baru Masehi 2022 yang akan datang, Kami mengingatkan diri kami sendiri dan kaum Muslimin semuanya agar mensikapi pergantian malam tahun baru sebagaimana pergantian malam yang lainnya.

Kita perlu menyadari bahwa pergantian tahun itu justru menjadi tanda yang jelas telah semakin berkurangnya umur kita dan semakin dekatnya kita menuju ajal.

Namun kita tetap diminta untuk menatap hari esok dengan sikap optimis bahwa Allah Ta’ala akan menolong kita dengan rahmat-Nya untuk mampu menjalankan tugas-tugas dalam hidup, menuntaskan segala tanggung jawab, dan menyelesaikan segala problema yang kita hadapi.

Hadirin Rahimakumullah..

Satupun tidak ada ajaran Islam yang meminta agar umat muslim merayakan tahun baru Masehi. Yang ada dalam Islam yaitu hikmah atau perintah di balik tahun baru Islam atau dikenal dengan tahun Hijriyah.

Pergantian tahun baru masehi yang kebanyakan orang menyambutnya dengan berpesta foya justru dilarang dalam agama Islam. Larangan itu bukan pada tahun masehinya tetapi lebih pada sikap-sikap yang ditunjukkan oleh kebanyakan orang.

Sebenarnya banyak alasan mengapa umat Islam tidak dianjurkan berlebihan dalam menyambut tahun baru Masehi. Dua alasan diantaranya yaitu:

BACA HALAMAN BERIKUTNYA..

Pos terkait