KHUTBAH JUMAT I
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ، يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ، وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى جَلِيلِ نِعَمِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ الطَّاهِرِينَ، وَأَصْحَابِهِ الرَّاشِدِينَ، وَمَنْ سَارَ عَلَىٰ دَرْبِهِمْ وَاتَّبَعَ نَهْجَهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوصِيكُمْ أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ وَنَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ الْمُقَصِّرَةَ، بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللهَ ۚ [النساء: 131] صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Wasiat khutbah, marilah kita bersama-sama berusaha meningkatkan kadar Iman dan takwa kepada Allah SWT. Kita buktikan dengan cara menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Karena perlu kita ingat bahwa hanya berbekal Iman dan Takwalah kita semua akan selamat di dunia maupun di akhirat kelak.
Pada kesempatan siang ini, kami akan membawakan materi khotbah dengan judul PESAN MAULID NABI UNTUK KEUTUHAN NKRI.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Setiap kali kita memperingati Maulid Nabi ﷺ, sesungguhnya kita sedang memperbarui cinta kita kepada beliau Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir, serta banyak berdzikir kepada Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Teladan Rasulullah ﷺ ini sangat penting kita hadirkan dalam konteks Indonesia hari ini, terutama setelah kita melihat berbagai aksi demo, gejolak sosial, bahkan konflik horizontal yang sering kali menodai persaudaraan sebangsa.
Bangsa kita baru saja melewati gelombang demonstrasi yang meninggalkan luka sosial. Ada masyarakat yang kecewa, ada aparat yang lelah, ada persaudaraan yang sempat retak.
Di sinilah kita belajar dari Rasulullah ﷺ. Beliau hidup di masa penuh konflik, tetapi beliau tidak menjawab kebencian dengan kebencian. Justru beliau mengajarkan kelembutan dan kasih sayang. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Maka, pasca demo yang mengguncang negeri ini, kita tidak boleh menambah api dengan api, tapi justru menjadi penyejuk dengan akhlak mulia, dengan persaudaraan, dengan dialog, bukan dengan kekerasan.
Kalau Rasulullah ﷺ mampu membangun masyarakat Madinah yang plural, beragam suku dan agama, maka bangsa Indonesia pun bisa bangkit dari luka sosial.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk meneguhkan komitmen kita: menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, dan menegakkan kemaslahatan bersama.
Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا
“Dan berpeganglah kalian semua kepada tali Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)
Inilah pesan kuat bagi bangsa kita: jangan biarkan perbedaan pandangan politik meruntuhkan persaudaraan. Jangan biarkan perbedaan pilihan memutus tali silaturahim.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Peristiwa aksi demo yang baru saja terjadi di negeri kita, hendaknya menjadi bahan renungan bersama. Kita menyaksikan bagaimana sebagian masyarakat mudah tersulut emosi karena berita yang simpang siur. Bahkan, tidak sedikit yang hanya berpegang pada potongan informasi, tanpa meneliti sumber kebenarannya.
Ingatlah wahai jamaah sekalian, di era media sosial ini, jari-jemari kita bisa menjadi penyambung kebaikan atau sebaliknya menjadi penyebar fitnah dan kebohongan.
Betapa banyak perpecahan, kebencian, bahkan pertumpahan darah yang bermula dari informasi yang tidak benar. Allah ﷻ sudah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya, yang akhirnya menjadikan kalian menyesal.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Ma’asyiral muslimin,
Bukankah ayat ini jelas mengingatkan kita agar tidak tergesa-gesa mempercayai berita, apalagi langsung menyebarkannya? Sebab akibat dari kelalaian itu bisa berujung penyesalan yang tiada guna.
Rasulullah ﷺ pun mengingatkan dalam haditsnya:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
Artinya: “Cukuplah seseorang disebut pendusta apabila ia menceritakan semua yang ia dengar.” (HR. Muslim)
Bayangkan jamaah yang dimuliakan Allah,
Jika setiap orang membagikan semua yang ia dengar tanpa tabayyun, maka dunia maya kita akan penuh dengan kebohongan, dan dunia nyata kita akan dipenuhi kebencian.
Karena itu, mari kita jadikan diri kita umat yang cerdas, yang tidak mudah terprovokasi. Jangan biarkan emosi mengalahkan akal sehat, dan jangan biarkan kebencian menutup mata hati kita dari kebenaran. Gunakan media sosial untuk menyebar kebaikan, dakwah, dan persatuan, bukan untuk adu domba dan fitnah.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Negeri ini membutuhkan ketenangan, kedamaian, dan persatuan. Maka, kendalikanlah lisan kita, kendalikan jari-jari kita, kendalikan hati kita, agar kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang menambah keruh keadaan. Jadilah umat yang menebar kesejukan, bukan yang menebar provokasi.
Untuk itu, kembali lagi kami ingatkan, mari kita contoh ahlak Rasulullah SAW yang tidak pernah marah. Beliau hidup di masa yang penuh konflik, tetapi beliau tidak menjawab kebencian dengan kebencian. Justru beliau mengajarkan kelembutan dan kasih sayang.
Semoga, berkah Maulid Nabi ini kita dijauhkan dari perpecahan sehingga kita bisa hidup penuh dengan kerukunan. Amin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ بِاْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik GABUNG SEKARANG Wa.0812-4436-5554




