Khutbah Jumat Singkat Padat PDF: Pemuda Penjaga Masa Depan Agama (Indonesia)

Ilustrasi Pemuda Islam
Ilustrasi Pemuda Islam

KHUTBAH JUMAT I

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين،

أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم}، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Bacaan Lainnya

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada seluruh jamaah, terutama kepada anak-anak muda yang hadir di masjid ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Karena hanya takwa yang membuat hidup kita berarti, langkah kita terarah, dan masa depan kita bercahaya.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Terkadang generasi muda sering dianggap remeh: “Masih muda, belum bisa apa-apa.”

Padahal dalam sejarah Islam, pemudalah yang menggerakkan perubahan besar. Allah berfirman:

اِنَّهُمْ فِتْيَةٌ اٰمَنُوْا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنٰهُمْ هُدًى

“Sesungguhnya mereka adalah pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi: 13)

Mereka pemuda. Mereka tidak menunggu tua untuk taat. Mereka tidak menunda kebaikan. Mereka tidak mencari alasan untuk maksiat.

Mereka berkata dalam hati: “Kalau bukan kami, siapa lagi yang menjaga iman ini?”

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

نُصِرْتُ بِالشَّبَابِ

“Aku ditolong oleh para pemuda.”

Islam ini berdiri karena kekuatan, nyali, dan semangat anak muda.

  • Ali bin Abi Thalib masuk Islam usia 10 tahun.
  • Usamah bin Zaid memimpin pasukan di usia 17 tahun.
  • Muadz bin Jabal ahli fiqih paling muda.
  • Umar bin Abdul Aziz sudah hafal Qur’an di usia belasan tahun.

Pertanyaan untuk anak muda hari ini:

Apakah kita ingin menjadi seperti mereka, atau kita mau tumbang sebelum berjuang?

Jamaah yang dirahmati Allah,

Pemuda zaman Nabi menghadapi pedang dan intimidasi. Pemuda zaman sekarang menghadapi: Godaan gawai di genggaman, Pergaulan bebas, Narkoba, Game tanpa batas, Konten merusak moral, Hingga hilangnya arah hidup.

Kalau pemuda dulu menang atas pedang, apakah pemuda hari ini tidak mampu melawan nafsu, malas, dan kecanduan layar?

Allah berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti Kami tunjukkan jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)

Jamaah yang dirahmati Allah,

Rasulullah ﷺ menyampaikan kabar gembira yang sangat indah:

وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللّٰهِ

“Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Perhatikan… Bukan pemuda kaya. Bukan pemuda populer. Bukan pemuda berwajah tampan atau cantik. Tetapi pemuda yang mau beribadah.

Dialah yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat, ketika orang-orang kepanasan hingga keringatnya menenggelamkan mereka.

Betapa mulianya pemuda yang menjaga shalat, menjaga pergaulan, menahan pandangan, berjuang melawan godaan.

Mungkin teman-temannya mengejeknya. Mungkin lingkungan meremehkan iman. Tapi Allah… Allah melihat perjuangannya.

Anak muda yang menjaga shalat Subuh, meskipun mengantuk, meskipun lelah, akan Allah berikan cahaya di hari kiamat. Nabi ﷺ bersabda:

بَشِّرِ المَشَّائِيْنَ فِي الظُّلَمِ إِلَى المَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Kabarkan berita gembira bagi orang-orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan (Subuh & Isya) dengan cahaya sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud)

Wahai anak muda…

Setiap langkah kalian ke masjid adalah investasi akhirat.

Setiap nafas kalian dalam sujud adalah perlindungan hidup.

Setiap maksiat yang kalian tinggalkan, meski sulit, adalah kemenangan besar di sisi Allah.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Berikut ini adalah tiga contoh nyata yang bisa dilakukan anak muda hari ini:

1. Pemuda yang Mendekat pada Masjid

Mulailah dari satu hal kecil: Tetapkan satu shalat wajib yang kalian jaga di masjid. Kalau Subuh terlalu berat, mulailah dari Maghrib. Sedikit, tapi rutin, lebih dicintai Allah.

2. Pemuda yang Baik kepada Orang Tua

Inilah jembatan keberkahan. Nabi ﷺ bersabda:

رِضَى اللّٰهِ فِي رِضَى الوَالِدَيْنِ

“Keridhaan Allah ada pada keridhaan kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi)

Walau sibuk, walau lelah, tetaplah lembut kepada orang tua.

3. Pemuda yang Menjaga Diri dari Dosa Digital

Dosa terbesar pemuda hari ini bukan di jalanan, tetapi di layar HP. Klik satu kali bisa merusak masa depan. Allah berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ

“Katakanlah kepada laki-laki beriman agar menahan pandangan mereka.” (QS. An-Nur: 30)

Pemuda yang mampu menahan diri dari maksiat digital adalah pahlawan zaman ini.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Generasi muda tidak bisa dibiarkan berjuang sendirian.

  • Orang tua harus memberi teladan, bukan hanya aturan.
  • Guru harus menguatkan, bukan hanya menuntut.
  • Masyarakat harus menyambut kreativitas pemuda, bukan menghambat.
  • Masjid harus menjadi rumah yang ramah bagi anak muda, bukan tempat yang membuat mereka canggung.

Rasulullah ﷺ bersabda:

« كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ »

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Jamaah yang dirahmati Allah, mari kita berdoa agar Allah menjadikan anak-anak muda kita Kuat imannya, Lembut akhlaknya, Luas wawasannya, Bersih hatinya, Berani menghadapi fitnah zaman, Menjadi penerus agama, bukan perusaknya.

Karena sungguh, anak muda bukan hanya masa depan agama, tetapi nafas baru bagi Islam, cahaya baru bagi umat, dan harapan baru bagi negeri ini.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Bahasa Sunda

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik GABUNG SEKARANG Wa.0812-4436-5554

Pos terkait