Khutbah Jumat PDF Terbaru: Keutamaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan (B. Indonesia)

KHUTBAH JUMAT I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي بَلَّغَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، شَهْرَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ. نَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِي لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى

Bacaan Lainnya

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ الْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا عِبَادَ اللّٰهِ، هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ، شَهْرُ الرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ وَالْعِتْقِ مِنَ النِّيرَانِ، شَهْرٌ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجِنَانِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النِّيرَانِ، وَتُصَفَّدُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan itulah bekal terbaik dalam perjalanan hidup kita menuju akhirat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kini kita telah memasuki 10 hari kedua bulan Ramadhan. Jika 10 hari pertama disebut sebagai hari-hari rahmat, maka 10 hari kedua sering dipahami sebagai fase maghfirah, yaitu ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah masa yang sangat berharga bagi setiap hamba yang ingin membersihkan diri dari dosa dan kesalahan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi kabar gembira bagi kita semua. Betapa banyak dosa yang telah kita lakukan, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Lisan yang pernah menyakiti, hati yang pernah berprasangka, mata yang pernah melihat yang haram, waktu yang terbuang sia-sia. Semua itu tercatat. Namun Allah Yang Maha Pengampun membuka pintu ampunan selebar-lebarnya di bulan Ramadhan.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sepuluh hari kedua adalah momentum muhasabah, evaluasi diri. Apakah puasa kita sudah lebih baik dibanding awal Ramadhan? Apakah shalat kita semakin khusyuk? Apakah tilawah kita semakin bertambah? Ataukah justru semangat kita mulai menurun?

Jangan sampai semangat ibadah hanya membara di awal Ramadhan, lalu redup di pertengahan, dan padam di akhir. Justru di pertengahan inilah kita harus menguatkan tekad untuk meraih ampunan Allah.

Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.” (QS. Ghafir: 60)

Perbanyaklah istighfar di hari-hari ini. Ucapkan dengan hati yang penuh penyesalan: Astaghfirullahal ‘azhim. Jangan hanya di lisan, tetapi hadirkan kesadaran bahwa kita adalah hamba yang lemah dan penuh dosa.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Ampunan Allah tidak hanya diberikan kepada mereka yang sempurna ibadahnya, tetapi kepada mereka yang sungguh-sungguh bertaubat. Taubat yang tulus adalah taubat yang disertai penyesalan, berhenti dari dosa, dan bertekad tidak mengulanginya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Di 10 hari kedua ini, marilah kita perbanyak taubat. Jika kita pernah meninggalkan shalat, mohon ampunlah. Jika kita pernah durhaka kepada orang tua, segeralah meminta maaf. Jika kita pernah menzalimi orang lain, kembalikan haknya sebelum datang hari di mana tidak ada lagi dinar dan dirham, yang ada hanyalah pahala dan dosa.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ramadhan adalah madrasah ruhaniyah. Ia mendidik kita untuk sabar, jujur, dan ikhlas. Di pertengahan Ramadhan ini, mari kita perbaiki kualitas ibadah kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Jika kita ingin mendapatkan ampunan Allah, dekatilah Al-Qur’an. Bacalah, pahami, dan amalkan. Jangan sampai Ramadhan berlalu sementara Al-Qur’an hanya menjadi pajangan di rak rumah kita.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Di 10 hari kedua ini, mari kita perbanyak sedekah. Sedekah adalah salah satu sebab dihapusnya dosa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.

Sedekah tidak selalu berupa harta yang besar. Senyuman, bantuan tenaga, memberi makanan berbuka, semua itu bernilai pahala besar di sisi Allah.

Bayangkan jika 10 hari kedua ini kita isi dengan istighfar, tilawah, qiyamul lail, sedekah, dan doa. Betapa banyak dosa yang akan dihapuskan. Betapa ringan catatan amal kita di akhirat kelak.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Jangan tunda taubat. Kita tidak tahu apakah kita akan bertemu Ramadhan tahun depan atau tidak. Berapa banyak saudara kita yang tahun lalu masih bersama kita di masjid ini, namun kini telah berada di alam kubur.

Oleh karena itu, manfaatkan 10 hari kedua ini sebagai jembatan menuju keselamatan. Jadikan ia sebagai fase pembersihan jiwa sebelum kita memasuki 10 hari terakhir yang penuh dengan kemuliaan.

Jangan sia-siakan 10 hari kedua Ramadhan ini. Perbanyak doa, karena doa orang yang berpuasa tidak tertolak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga golongan yang tidak tertolak doanya: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi)

Manfaatkan waktu menjelang berbuka untuk berdoa dengan sungguh-sungguh. Mintalah ampunan, mintalah kebaikan dunia dan akhirat, mintalah hati yang istiqamah.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan ampunan di 10 hari kedua ini. Semoga Allah membersihkan hati kita dari iri dan dengki, menghapus dosa-dosa kita, serta menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin ya Rabbal ‘aalamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ،

KHUTBAH JUMAT KEDUA

 اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Bahasa Sunda

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi Khutbah terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW

Pos terkait