Kultum Ramadhan Hari ke-9 Menuju Hari ke-10: Menguatkan Keikhlasan di Hari Ke-9 Ramadhan

Menguatkan Keikhlasan di Hari Ke-9 Ramadhan
Menguatkan Keikhlasan di Hari Ke-9 Ramadhan

MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih mempertemukan kita dengan puasa hari ke-9 dan mengantarkan kita memasuki hari ke-10 Ramadhan. Sepuluh hari pertama hampir kita lalui. Ini adalah hari-hari penuh rahmat. Maka jangan biarkan ia berlalu tanpa perubahan dalam diri kita.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang hidupnya adalah teladan kesungguhan dalam ibadah, khususnya di bulan Ramadhan.

Bacaan Lainnya

Jamaah yang dirahmati Allah,

Hari ke-9 ini adalah momentum muhasabah. Sudah sembilan hari kita menahan lapar dan dahaga. Namun pertanyaannya, apakah hati kita juga ikut berpuasa? Apakah pandangan kita lebih terjaga? Apakah lisan kita lebih santun?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَانْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu mengevaluasi diri. Ramadhan adalah madrasah ruhiyah. Ia mendidik kita untuk melihat ke dalam hati, bukan hanya menampilkan ibadah di hadapan manusia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad)

Hadits ini sangat menggetarkan. Jangan sampai kita termasuk di dalamnya. Puasa seharusnya melahirkan kelembutan hati, kesabaran, dan keikhlasan.

Jamaah sekalian,

Izinkan saya menyampaikan sebuah kisah inspiratif dari sahabat Nabi, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Beliau dikenal sebagai sahabat yang sangat lembut hatinya dan luar biasa keikhlasannya.

Dikisahkan bahwa suatu hari Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Siapa di antara kalian yang hari ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Rasulullah bertanya lagi, “Siapa yang hari ini mengantarkan jenazah?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Beliau bertanya lagi, “Siapa yang hari ini memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah bertanya, “Siapa yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar kembali menjawab, “Saya.”

Maka Rasulullah bersabda bahwa tidaklah semua itu terkumpul dalam diri seseorang melainkan ia akan masuk surga.

Lihatlah bagaimana Abu Bakar mengisi harinya dengan amal-amal kebaikan. Puasa tidak membuatnya pasif. Justru puasa menjadi energi untuk semakin banyak berbuat baik. Inilah makna puasa yang sesungguhnya: membangkitkan kepedulian dan memperbanyak amal saleh.

Di hari ke-9 ini, mari kita bertanya pada diri sendiri: amal apa yang sudah kita kumpulkan hari ini? Selain puasa, apakah kita sudah bersedekah? Sudahkah kita membahagiakan orang tua? Sudahkah kita mendoakan saudara-saudara kita?

Allah berfirman:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan mata air-mata air.” (QS. Adz-Dzariyat: 15)

Takwa tidak lahir dari ibadah yang setengah hati. Ia lahir dari kesungguhan dan keikhlasan. Ramadhan adalah kesempatan emas untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Memasuki hari ke-10 berarti kita hampir menyelesaikan sepertiga bulan Ramadhan. Waktu berjalan sangat cepat. Jangan sampai kita baru tersadar ketika Ramadhan tinggal beberapa hari lagi.

Mari kita hidupkan malam-malam kita, meski dengan dua rakaat yang khusyuk. Mari kita basahi lisan dengan istighfar. Mari kita lunakkan hati dengan sedekah. Karena bisa jadi, satu amal kecil yang ikhlas lebih berat di sisi Allah daripada banyak amal yang tanpa keikhlasan.

Semoga di hari ke-9 ini, Allah membersihkan hati kita dari riya’, dari sombong, dari dengki. Semoga di hari ke-10 esok, kita menjadi hamba yang lebih dekat dengan-Nya dibanding hari-hari sebelumnya.

Mari kita tutup dengan doa:

Ya Allah, jadikan puasa kami puasa yang penuh keikhlasan. Jadikan kami hamba-hamba-Mu yang mengikuti jejak para sahabat dalam kebaikan. Kumpulkan kami bersama Rasulullah dan para sahabat di surga-Mu kelak. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Download Khutbah Singkat PDF

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW

Pos terkait