Khutbah Jum’at Terbaru: Perang Iran Vs Israel-As: Jangan Biarkan Umat Islam Diadu Domba (Indonesia)

ilustrasi perang iran dan israel
ilustrasi perang iran dan israel

KHUTBAH I

اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي وَحَّدَ قُلُوْبَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِالْإِيْمَانِ، وَحَذَّرَهُمْ مِنَ الْفُرْقَةِ وَالْخُصُوْمَةِ وَالْعُدْوَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنَجِّي قَائِلَهَا يَوْمَ الْمِيْزَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَإِمَامًا لِلْمُتَّقِيْنَ وَقُدْوَةً لِلْإِخْوَانِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَقَامُوا الدِّيْنَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، اَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَقَدْ قَالَ: وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ

Bacaan Lainnya

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan adalah bekal terbaik dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan ujian, fitnah, dan berbagai peristiwa besar yang terjadi di dunia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102)

Hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Akhir-akhir ini dunia kembali diselimuti ketegangan dan peperangan. Kita menyaksikan berbagai berita tentang konflik antara Iran dengan Israel serta dukungan dari Amerika. Berita tersebut tersebar luas di berbagai media, terutama di media sosial.

Namun yang sangat memprihatinkan bukan hanya peperangan itu sendiri, tetapi bagaimana umat Islam justru terpecah dalam menyikapi konflik tersebut.

Di media sosial kita menyaksikan perdebatan yang sangat keras. Sebagian orang berkata bahwa umat Islam harus mendukung Iran karena Iran adalah negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Sementara sebagian yang lain menolak mendukung Iran karena menganggap Iran adalah Syiah yang dianggap berbeda bahkan sesat menurut sebagian kalangan.

Ada pula yang berkata bahwa kita tidak perlu mendukung keduanya, karena menurut mereka konflik tersebut bukan bagian dari perjuangan Islam.

Perdebatan semacam ini kadang berubah menjadi permusuhan di antara sesama umat Islam. Kata-kata kasar dilontarkan, tuduhan sesat disebarkan, bahkan ada yang saling mencela sesama Muslim.

Padahal sesungguhnya yang sedang kita hadapi bukan hanya persoalan politik dunia, tetapi juga ujian besar bagi persatuan umat Islam.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Jika kita melihat secara objektif, di antara dua pihak yang berperang tersebut, yang jelas beragama Islam adalah Iran. Sementara Israel adalah negara yang secara terbuka merupakan bagian dari gerakan Zionisme yang sejak lama berkonflik dengan dunia Islam, terutama terkait dengan Palestina.

Memang benar, di antara umat Islam terdapat perbedaan pemahaman dan mazhab. Sebagian menyebut Iran sebagai Syiah, sementara mayoritas umat Islam di Indonesia mengikuti tradisi Sunni. Perbedaan ini seringkali diperbesar hingga menjadi permusuhan.

Padahal jika kita melihat sejarah, perbedaan semacam ini baru muncul jauh setelah masa Rasulullah ﷺ.

Yang juga perlu kita ingat, dalam banyak peristiwa konflik dunia, sering kali terdapat propaganda yang sengaja dibuat untuk memecah belah umat Islam. Ada pihak-pihak yang memperbesar perbedaan kecil hingga menjadi jurang permusuhan yang sangat dalam.

Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam Al-Qur’an:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103)

Ayat ini menegaskan bahwa persatuan adalah perintah Allah, sementara perpecahan adalah sesuatu yang harus kita hindari.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Jika kita kembali kepada kehidupan Rasulullah ﷺ, kita tidak pernah mendengar beliau menyebut dirinya sebagai Sunni. Rasulullah tidak pernah berkata bahwa beliau adalah bagian dari kelompok tertentu.

Beliau hanya meninggalkan kepada kita As-Sunnah, yaitu jalan hidup yang harus kita ikuti.

Rasulullah ﷺ juga tidak pernah mengatakan bahwa beliau adalah Syiah. Namun beliau memiliki putri yang sangat mulia, yaitu Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Dari putri beliau lahirlah dua cucu yang sangat dicintai Nabi, yaitu Hasan dan Husain.

Rasulullah ﷺ sangat mencintai keduanya. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan:

الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ

“Hasan dan Husain adalah pemimpin para pemuda penghuni surga.” (HR. Tirmidzi)

Pada masa Hasan dan Husain, umat Islam belum mengenal istilah Sunni dan Syiah seperti yang kita kenal sekarang. Perpecahan yang tajam itu muncul jauh setelah masa tersebut karena berbagai konflik politik dan sejarah.

Demikian pula Rasulullah ﷺ tidak pernah mengatakan bahwa beliau adalah Hanafi, Maliki, Syafi’i, atau Hanbali. Semua itu adalah mazhab fiqh yang lahir dari ijtihad para ulama setelah masa Nabi.

Rasulullah ﷺ juga tidak pernah mengatakan bahwa beliau adalah seorang sufi. Istilah tasawuf juga berkembang setelah masa Nabi.

Lalu siapakah Rasulullah ﷺ?

Rasulullah adalah seorang Muslim. Seorang yang sepenuhnya tunduk kepada Allah. Seorang yang menyerahkan seluruh hidupnya kepada kehendak Allah.

Allah berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali ‘Imran: 19)

Karena itu identitas terbesar kita bukanlah kelompok, mazhab, atau organisasi. Identitas terbesar kita adalah Muslim.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Dalam situasi dunia yang penuh konflik seperti sekarang, umat Islam justru harus semakin memperkuat persatuan. Jangan sampai kita terjebak dalam propaganda yang sengaja menanamkan benih permusuhan di antara kita.

Ada kekuatan-kekuatan besar di dunia yang memiliki kepentingan politik dan ekonomi. Mereka tidak ingin umat Islam bersatu. Karena jika umat Islam bersatu, maka kekuatan umat akan sangat besar.

Oleh karena itu mereka menyebarkan berbagai narasi yang memperbesar perbedaan, menebarkan kebencian, dan memicu konflik internal di antara umat Islam.

Padahal Rasulullah ﷺ telah memperingatkan kita tentang pentingnya persatuan umat.

Beliau bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagaikan bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bayangkan jika satu batu bata memusuhi batu bata yang lain, maka bangunan itu akan runtuh.

Begitu pula umat Islam. Jika kita saling bermusuhan karena perbedaan kecil, maka kita akan mudah dihancurkan oleh pihak lain.

Karena itu marilah kita belajar bersikap bijak. Kita boleh memiliki pandangan yang berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan itu berubah menjadi kebencian.

Kita boleh memiliki mazhab yang berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan itu menghancurkan ukhuwah Islamiyah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita kembali memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah dunia yang penuh dengan konflik dan propaganda. Jangan sampai hati kita dipenuhi kebencian kepada sesama Muslim.

Kita mungkin tidak mampu menghentikan peperangan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Tetapi kita mampu menjaga hati kita agar tetap bersih dari permusuhan kepada saudara sesama Muslim.

Semoga Allah menjaga hati kita dari kebencian dan mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ ضُعَفَاءَ الْمُسْلِمِينَ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ، وَاجْمَعْ بَيْنَ قُلُوبِنَا عَلَى الْحَقِّ، وَانْشُرِ السَّلَامَ فِي الْأَرْضِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Bahasa Sunda

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi Khutbah terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW

Pos terkait