Khutbah Jumat Terbaru PDF: Syawal di Ujung Waktu, Saatnya Muhasabah Diri (Bahasa Indonesia)

KHUTBAH I

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَيْقَظَ الْقُلُوبَ مِنْ غَفْلَتِهَا، وَنَبَّهَ الْأَرْوَاحَ مِنْ رَقْدَتِهَا، وَجَعَلَ فِي تَقَلُّبِ الْأَيَّامِ عِبْرَةً لِأُولِي الْأَلْبَابِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى جَزِيلِ نِعَمِهِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى عَظِيمِ فَضْلِهِ وَكَرَمِهِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنِيرُ الْقُلُوبَ إِذَا أَظْلَمَتْ، وَتُثَبِّتُ الْأَقْدَامَ إِذَا زَلَّتْ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، بَعَثَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، وَحُجَّةً عَلَى الْخَلْقِ أَجْمَعِينَ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ

Bacaan Lainnya

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ الْأَيَّامَ تَمْضِي مُسْرِعَةً، وَإِنَّ الْأَعْمَارَ تُطْوَى صَفْحَةً بَعْدَ صَفْحَةٍ، وَإِنَّ الْعَاقِلَ مَنْ وَقَفَ مَعَ نَفْسِهِ وَقْفَةَ صِدْقٍ وَمُحَاسَبَةٍ، يَنْظُرُ مَاذَا قَدَّمَ، وَمَاذَا أَخَّرَ، وَمَاذَا أَبْقَى لِيَوْمٍ لَا يَنْفَعُ فِيهِ مَالٌ وَلَا بَنُونَ.

أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا زَادُ الْمُسَافِرِينَ، وَنُورُ السَّالِكِينَ، وَوَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، قَالَ سُبْحَانَهُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang tidak hanya terucap di lisan, tetapi benar-benar hadir dalam setiap gerak langkah kehidupan kita.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Bulan Syawal hampir berlalu. Hari-hari yang penuh kebahagiaan setelah Ramadhan kini berada di ujung waktu. Pertanyaannya, apakah kita termasuk orang-orang yang berhasil mempertahankan nilai-nilai Ramadhan? Ataukah kita kembali menjadi pribadi yang sama seperti sebelum Ramadhan datang?

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengajarkan kepada kita pentingnya muhasabah, yaitu introspeksi diri. Menghitung amal sebelum kita dihisab oleh Allah ﷻ. Karena sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah tujuan yang kekal.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Syawal adalah bulan pembuktian. Jika di bulan Ramadhan kita rajin shalat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menahan diri dari maksiat, maka di bulan Syawal inilah kita diuji: apakah kita istiqamah atau justru kembali lalai?

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi pengingat bagi kita bahwa yang terpenting bukanlah banyaknya amal sesaat, tetapi keberlanjutan amal tersebut. Ramadhan bukan tujuan, melainkan latihan. Syawal dan bulan-bulan setelahnya adalah medan pengamalan.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing:

  • Apakah shalat kita masih terjaga seperti di bulan Ramadhan?
  • Apakah tilawah Al-Qur’an masih kita lakukan setiap hari?
  • Apakah lisan kita masih terjaga dari ghibah dan dusta?
  • Apakah hati kita masih lembut dan mudah tersentuh oleh kebaikan?

Jika jawabannya mulai berkurang, maka itulah tanda bahwa kita perlu segera bermuhasabah.

Allah ﷻ juga berfirman:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ# وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya: “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Ayat ini mengingatkan bahwa sekecil apapun amal kita, semuanya akan diperhitungkan. Tidak ada yang sia-sia di sisi Allah.

Jamaah Jumat yang berbahagia,

Muhasabah bukan sekadar menyesali dosa, tetapi juga memperbaiki diri. Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengevaluasi dirinya sebelum datang hari penyesalan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

Artinya: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi)

Salah satu tanda diterimanya amal di bulan Ramadhan adalah ketika seseorang menjadi lebih baik setelahnya. Jika setelah Ramadhan kita lebih rajin beribadah, lebih sabar, lebih jujur, maka itu adalah tanda kebaikan.

Namun jika sebaliknya, maka kita perlu khawatir dan segera memperbaiki diri.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Perubahan tidak akan datang dengan sendirinya. Ia harus diusahakan. Ia harus diperjuangkan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Mari kita gunakan sisa bulan Syawal ini untuk memperbaiki diri. Jangan sampai kita menjadi hamba yang hanya semangat beribadah di bulan Ramadhan, tetapi lalai di bulan-bulan setelahnya.

Semoga Allah ﷻ menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah. Amin ya Robbal Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Bahasa Sunda

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.comSentuh 👉 GABUNG GRUP
Kami menghimbau kepada pembaca untuk tetap mencantumkan penulis dan sumber sebagai bentuk amanah ilmiah dan penghargaan atas karya dakwah.

Pos terkait