Download Khutbah Jumat Terbaik PDF Singkat: Tiga Ciri Utama Pecinta Dunia (Indonesia)

Tiga Ciri Utama Pecinta Dunia
Tiga Ciri Utama Pecinta Dunia

KHUTBAH JUMAT I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الدُّنْيَا دَارَ مَمَرٍّ وَلَمْ يَجْعَلْهَا دَارَ مَقَرٍّ، وَجَعَلَ الْآخِرَةَ دَارَ الْقَرَارِ لِلْمُتَّقِيْنَ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِهِ مِنْ هَمِّ الدُّنْيَا وَغَمِّهَا، وَمِنْ تَعَلُّقِ الْقُلُوْبِ بِهَا

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنَجِّي قَائِلَهَا مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الَّذِيْ زَهَّدَ فِي الدُّنْيَا وَرَغَّبَ فِي الْآخِرَةِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ لَمْ تَغُرَّهُمُ الدُّنْيَا بِزِينَتِهَا

Bacaan Lainnya

أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَرَاقِبُوْهُ فِي السِّرِّ وَالنَّجْوَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ الدُّنْيَا سَتَفْنَى، وَأَنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْبَقَاءِ وَالْجَزَاءِ

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan ketakwaanlah hidup ini menjadi terarah, hati menjadi tenang, dan akhir kehidupan kita menjadi mulia.

Hadirin rahimakumullah,

Di zaman yang serba cepat ini, manusia sering terjebak dalam kecintaan yang berlebihan terhadap dunia. Dunia bukanlah sesuatu yang tercela, tetapi ketika dunia menguasai hati, maka di situlah sumber kegelisahan bermula.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan kita dalam firman-Nya:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali Imran: 185)

Jamaah sekalian,

Dalam kehidupan kita, ada tanda-tanda seseorang terlalu mencintai dunia. Setidaknya ada tiga ciri utama pecinta dunia yang sering kita lihat, bahkan mungkin kita rasakan sendiri.

Ciri Pertama: Selalu Cemas dengan yang Belum Terjadi

Hadirin yang dirahmati Allah,

Ciri pertama pecinta dunia adalah hatinya selalu diliputi kecemasan terhadap masa depan. Ia gelisah dengan hari esok, takut kekurangan rezeki, khawatir harga barang naik, takut kehilangan pekerjaan, bahkan cemas terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi.

Padahal Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya:

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

“Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.”
(QS. Adz-Dzariyat: 22)

Namun mengapa kita masih cemas? Karena hati terlalu bergantung pada dunia, bukan kepada Allah SWT.

Contoh nyata yang sering kita lihat hari ini adalah banyak orang yang stres memikirkan ekonomi. Harga bahan pokok naik sedikit saja, hati langsung gelisah. Padahal belum tentu esok benar-benar kesulitan. Bahkan ada yang sampai menghalalkan segala cara demi rasa aman: menipu, korupsi, atau mengambil hak orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki.” (HR. Tirmidzi)

Burung itu tidak punya tabungan, tidak punya jaminan, tapi setiap pagi ia keluar dan pulang dalam keadaan kenyang.

Jamaah sekalian,

Kecemasan berlebihan terhadap masa depan adalah tanda lemahnya tawakal. Padahal seorang mukmin seharusnya yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik pengatur kehidupan.

Ciri Kedua: Terbelenggu oleh Masa Lalu

Hadirin rahimakumullah,

Ciri kedua pecinta dunia adalah ia selalu kecewa, sedih, bahkan tersiksa oleh apa yang sudah terjadi. Masa lalu menjadi beban yang membelenggu hidupnya.

Ia terus mengingat kegagalan, kehilangan, atau kesalahan yang pernah terjadi. Akibatnya, ia tidak bisa melangkah maju. Masa depan menjadi gelap karena bayang-bayang masa lalu.

Padahal Allah telah mengajarkan kita untuk tidak larut dalam kesedihan:

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ

“Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu.” (QS. Al-Hadid: 23)

Dalam kehidupan masyarakat, kita sering melihat orang yang gagal dalam usaha, lalu putus asa dan tidak mau bangkit lagi. Ada yang kehilangan pekerjaan, lalu merasa hidupnya hancur. Bahkan ada yang kehilangan orang tercinta, lalu hidupnya penuh kesedihan berkepanjangan.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ

“Bersungguh-sungguhlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah lemah.” (HR. Muslim)

Jamaah sekalian,

Kesedihan boleh, tetapi jangan berlebihan. Penyesalan boleh, tetapi jangan sampai melumpuhkan. Karena hidup ini harus terus berjalan.

Ciri Ketiga: Lelah Tanpa Ujung

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Ciri ketiga pecinta dunia adalah hidupnya penuh kelelahan yang tidak ada ujungnya. Setiap hari capek, bukan hanya badan, tapi juga pikiran dan hati.

Kenapa demikian? Karena semua yang dilakukan hanya untuk dunia, bukan karena Allah.

Ia bekerja keras, tetapi tidak pernah merasa cukup. Ia mengejar harta, tetapi tidak pernah merasa tenang. Ia sibuk sepanjang hari, tetapi hatinya kosong.

Berbeda dengan orang yang menjadikan segala aktivitasnya sebagai ibadah. Ketika diniatkan sebagai amal saleh, maka kelelahan hanya terasa di badan, sementara hati tetap tenang.

Allah berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

“Barang siapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)

Contoh nyata hari ini, banyak orang bekerja dari pagi hingga malam. Secara materi mungkin cukup, tapi batinnya gelisah. Tidur tidak nyenyak, hati tidak tenang. Kenapa? Karena semua hanya untuk dunia.

Sebaliknya, ada orang yang bekerja sederhana, tetapi selalu berniat ibadah. Ia bekerja untuk menafkahi keluarga, untuk menghindari yang haram, untuk mencari ridha Allah SWT. Maka hidupnya lebih tenang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah yang dirahmati Allah,

Marilah kita introspeksi diri. Apakah kita termasuk pecinta dunia?!

Jika kita sering cemas dengan masa depan, berarti hati kita belum sepenuhnya tawakal.

Jika kita terus terbelenggu masa lalu, berarti kita belum sepenuhnya ridha.

Jika kita lelah tanpa arah, berarti kita belum meluruskan niat.

Maka solusinya adalah kembali kepada Allah. Perbaiki niat, kuatkan tawakal, dan ridha terhadap ketentuan Allah SWT.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Demikian khutbah yang dapat kami sampaikan. Semoga Allah membersihkan hati kita dari kecintaan dunia yang berlebihan, menggantinya dengan kecintaan kepada akhirat, serta menjadikan setiap langkah kita bernilai ibadah di sisi-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

KHUTBAH II

  إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ. 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Khutbah Jumat Bahasa Sunda


Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh 👉 GABUNG GRUP
Kami menghimbau kepada pembaca untuk tetap mencantumkan penulis dan sumber sebagai bentuk amanah ilmiah dan penghargaan atas karya dakwah.

Pos terkait