Khutbah Idul Fitri PDF Sesuai Realita Saat Ini: Hati-hati, Jaga Lisan Saat Lebaran (Bahasa Indonesia)

Ilustrasi silaturrahim
Ilustrasi silaturrahim

Hadits di atas dengan tegas memerintahkan umat Islam untuk menjaga diri dari menyakiti orang lain termasuk perasaan mereka. Bahkan dalam hadits di atas Nabi Muhammad saw lebih menganjurkan diam daripada berucap dengan kata-kata yang tidak baik.

   أَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ 

Bacaan Lainnya

Jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

Dalam usaha menjaga lisan, hendaknya kita memperhatikan dan menyaring setiap kata yang hendak di ucapkan kepada orang lain, dengan cara menimbang dan memikirikan apakah ucapan itu baik dan bermanfaat atau justru buruk dan dapat melukai perasaan orang lain.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin juz V, hal 392 membagi ucapan menjadi 4 bagian: murni buruk, murni manfaat, ucapan yang tercampur keburukan dan kemanfaatan dan ucapan yang tidak ada keburukan dan kemanfaatan di dalamnya.

   أَنَّ الْكَلَامَ أَرْبَعَةُ أَقْسَامٍ قِسْمٌ هُوَ ضَرَرٌ مَحْضٌ وَقِسْمٌ هُوَ نَفْعٌ مَحْضٌ وَقِسْمٌ فِيْهِ ضَرَرٌ وَمَنْفَعَةٌ وَقِسْمٌ لَيْسَ فِيْهِ ضَرَرٌ وَلَا مَنْفَعَةٌ. أَمَّا الَّذِيْ هُوَ ضَرَرٌ مَحْضٌ فَلَا بُدَّ مِنَ السُّكُوْتِ عَنْهُ وَكَذَلِكَ مَا فِيْهِ ضَرَرٌ وَمَنْفَعَةٌ لَا تَفِيْ بِالضَّرَرِ  

وَأَمَّا مَا لَا مَنْفَعَةَ فِيْهِ وَلَا ضَرَرَ فَهُوَ فُضُوْلٌ وَالْاِشْتِغَالُ بِهِ تَضْيِيْعُ زَمَانٍ وَهُوَ عَيْنُ الْخُسْرَانِ فَلَا يَبْقَى إِلَّا الْقِسْمُ الرَّابِعُ فَقَدْ سَقَطَ ثَلَاثَةُ أَرْبَاعِ الْكَلَامِ وَبَقِيَ رُبُعٌ وَهَذَا الرُّبُعُ فِيْهِ خَطَرٌ إِذْ يَمْتَزِجُ بِمَا فِيْهِ إِثْمٌ مِنْ دَقَائِقِ الرِّيَاءِ وَالتَّصَنُّعِ وَالْغِيْبَةِ وَتَزْكِيَةِ النَّفْسِ وَفُضُوْلِ الْكَلَامِ اِمْتِزَاجًا يَخْفَى دَرْكُهُ فَيَكُوْنُ الْإِنْسَانُ بِهِ مُخَاطِرًا  

Artinya: “Ucapan terbagi menjadi 4 macam: Murni buruk, murni manfaat, ucapan yang tercampur keburukan dan kemanfaatan, serta ucapan yang tidak ada keburukan dan kemanfaatan di dalamnya. Ucapan yang berisi keburukan murni maka diharuskan lebih baik diam, begitu pula ucapan yang di dalamnya terdapat keburukan dan kemanfaatan, sebab kemanfaatannya tidak akan membandingi keburukannya. Adapun ucapan yang tidak ada kemanfaatan dan keburukan di dalamnya termasuk ucapan sia-sia dan menyibukkan diri dengannya menyia-nyiakan waktu, hal itu termasuk kerugian yang nyata. Maka, yang tersisa ialah bagian yang keempat, sebab tigaperempatnya telah gugur. Bagian keempat ini memiliki potensi berbahaya sebab dapat tercampur secara samar dengan dosa seperti riya, gibah, pembersihan diri, dan ucapan yang sia-sia, hingga orang yang melakukannya jatuh dalam bahaya”. 

Jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah,

BACA HALAMAN BERIKUTNYA..

Pos terkait