Kultum Ramadhan Hari ke-24 PDF: Taubat Nasuha Sebelum Ramadhan Berlalu

Materi kultum Ramadhan Menyentuh hati
Materi kultum Ramadhan Menyentuh hati

MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan sehingga kita masih dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga beliau, para sahabatnya, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Bacaan Lainnya

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Hari ini kita telah memasuki Ramadhan hari ke-24. Artinya, bulan yang penuh berkah ini hampir meninggalkan kita. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin kita menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan, namun kini kita sudah berada di penghujungnya.

Pertanyaannya adalah: apakah kita sudah benar-benar memanfaatkan Ramadhan untuk memperbaiki diri? Ataukah kita masih membawa dosa-dosa lama yang belum kita sesali?

Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan kembali kepada Allah, bulan untuk membersihkan hati dari dosa dan kesalahan. Karena itu, sebelum Ramadhan berlalu, marilah kita melakukan taubat nasuha, taubat yang sungguh-sungguh.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا
عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At-Tahrim: 8)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk bertaubat dengan taubat nasuha, yaitu taubat yang benar-benar tulus.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Para ulama menjelaskan bahwa taubat nasuha memiliki beberapa syarat:

Pertama, menyesali dosa yang telah dilakukan.

Penyesalan adalah inti dari taubat. Jika seseorang merasa biasa saja dengan dosa yang ia lakukan, maka taubatnya belum sempurna.

Kedua, berhenti dari dosa tersebut.

Tidak mungkin seseorang mengaku bertaubat tetapi masih terus melakukan maksiat yang sama.

Ketiga, bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi.

Walaupun manusia mungkin bisa jatuh lagi dalam kesalahan, tetapi saat bertaubat ia harus memiliki niat yang sungguh-sungguh untuk meninggalkannya.

Keempat, jika berkaitan dengan hak manusia, maka harus meminta maaf dan mengembalikan hak tersebut.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Ramadhan adalah kesempatan emas untuk bertaubat. Karena pada bulan ini pintu rahmat Allah dibuka selebar-lebarnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya: “Setiap anak Adam pasti pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa melakukan kesalahan adalah sifat manusia, tetapi yang membedakan orang baik dengan yang lain adalah kesediaannya untuk bertaubat.

Banyak di antara kita yang mungkin selama ini lalai. Ada yang jarang shalat tepat waktu, ada yang lisannya sering menyakiti orang lain, ada yang sibuk dengan urusan dunia sehingga lupa kepada Allah.

Namun Ramadhan datang membawa harapan baru. Ramadhan adalah kesempatan bagi kita untuk memulai kembali kehidupan yang lebih baik.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ
إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا

Artinya: “Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini adalah ayat penuh harapan. Betapapun banyak dosa kita, Allah masih membuka pintu ampunan.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Coba kita renungkan sejenak. Berapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama hidup ini?

Dosa kepada Allah mungkin berupa meninggalkan shalat, malas membaca Al-Qur’an, atau kurang bersyukur atas nikmat-Nya.

Dosa kepada sesama manusia mungkin berupa menyakiti hati orang tua, menzalimi teman, atau berkata kasar kepada pasangan dan anak-anak.

Semua itu membutuhkan taubat.

Bayangkan jika Ramadhan berlalu sementara kita belum memohon ampun kepada Allah. Sungguh itu kerugian yang besar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

Artinya: “Sungguh merugi seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu sebelum dosa-dosanya diampuni.” (HR. Tirmidzi)

Hadits ini sangat menyentuh hati kita. Betapa ruginya jika kita melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan Allah.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Maka pada Ramadhan hari ke-24 ini, marilah kita memperbanyak istighfar dan taubat.

Luangkan waktu di malam hari untuk menangis di hadapan Allah. Akui semua dosa kita. Mintalah ampun dengan penuh kerendahan hati.

Ucapkan dengan hati yang tulus:

Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

“Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.”

Karena sesungguhnya Allah sangat mencintai hamba yang bertaubat.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Mari kita manfaatkan sisa Ramadhan ini untuk:

  1. Memperbanyak istighfar
  2. Memperbaiki shalat
  3. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
  4. Memperbanyak sedekah
  5. Memohon ampun kepada orang yang pernah kita sakiti

Jangan sampai Ramadhan pergi meninggalkan kita tanpa perubahan.

Semoga setelah Ramadhan berlalu, kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih dekat kepada Allah.

Semoga Allah menerima taubat kita, menghapus dosa-dosa kita, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Amin ya Rabbal ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Download Khutbah Singkat PDF

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW

Pos terkait