Khutbah Idul Fitri Terbaru PDF 10 Menit: Tanda Orang Mukmin Pasca Ramadhan (Bahasa Indonesia)

ilustrasi iman kepada allah
ilustrasi iman kepada allah

Materi Khutbah idul Fitri menyentuh hati berjudul Tanda Orang Mukmin Pasca Ramadhan ini mengajak kita merenungi apakah ibadah Ramadhan benar-benar meninggalkan bekas dalam kehidupan sehari-hari.

Naskah khutbah ini disusun ringkas, menyentuh, dan mudah dipahami jamaah. Tersedia juga PDF gratis bagi siapa saja yang ingin menyimpan atau membagikan kepada sahabat.

Bacaan Lainnya

Melalui Materi Khutbah idul Fitri menyentuh hati ini, khatib diajak mengingatkan jamaah bahwa tanda keimanan setelah Ramadhan adalah istiqamah dalam ibadah dan akhlak.

Orang mukmin sejati tidak hanya rajin beribadah saat Ramadhan, tetapi juga menjaga shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Materi ini sangat cocok untuk khutbah Idul Fitri karena mengajak jamaah melanjutkan kebiasaan baik Ramadhan agar tidak berhenti setelah gema takbir berakhir.

Materi Khutbah idul Fitri menyentuh hati ini juga dirancang praktis sehingga khatib dapat langsung membacanya melalui tablet atau ponsel tanpa harus mencetak naskah.

Hal ini memudahkan para khatib, dai, maupun pengurus masjid yang ingin menyiapkan khutbah dengan cepat namun tetap penuh pesan dakwah dan nasihat keimanan.

Silakan unduh, manfaatkan, dan bantu share ke grup relasi, keluarga, atau jamaah masjid agar semakin banyak orang mengambil pelajaran dari pesan Idul Fitri.

(Penulis: Ustadz Ajie Najmuddin, Sekretaris MWCNU Banyudono Boyolali)

KHUTBAH PERTAMA

   اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ. اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ  

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا ِلإِتْمَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَعَانَناَ عَلىَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَجَعَلَنَا خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ للِنَّاسِ. نَحْمَدُهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَهِدَايَتِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، اَلْمَلِكُ الْحَقُ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، أَمَّا بَعْدُ  

 فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُسُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, yang telah memberikan kepada kita begitu banyak karunia, hingga kita tidak mampu menghitung semua pemberian dari Allah yang telah kita terima.

Terlebih lagi pada hari ini, kita diberikan nikmat berupa dapat berkumpul bersama keluarga, saudara, juga umat Muslim dengan tubuh yang sehat wal afiat dan hati yang bahagia.

Sebab hari ini kita merayakan Idul Fitri atau hari raya, hari yang penuh berkah dan kebahagiaan. Oleh karena itu, semua nikmat ini marilah kita syukuri dengan lisan, hati, dan perbuatan baik. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang bersyukur kepada Allah Ta’ala.

Pada pembukaan khutbah yang mulia ini, khatib ingin menyampaikan nasihat kepada kita semua. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Semoga kita semua termasuk golongan yang mendapatkan ridha dari Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

Artinya: “Berbekallah kalian, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.” (Surat Al-Baqarah ayat 197).

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ لَآ اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah

Baru saja kita telah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ibadah puasa tersebut memiliki tujuan agar kita menjadi orang yang mampu menahan hawa nafsu serta membersihkan lahir dan batin. Juga agar kita menjadi manusia yang sempurna, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt.

Iman dan takwa itu harus dibuktikan dengan menjalankan amal ibadah secara istiqamah dan ikhlas. Hal ini sebagaimana yang sering kita ucapkan setiap hari ketika membaca doa iftitah dalam shalat:

إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلّٰهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Artinya, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Dengan ibadah puasa, kita juga dapat menjadi manusia yang sempurna dalam memegang teguh agama, yaitu memiliki perubahan sifat dari sifat yang buruk menjadi baik.

Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah

Perubahan sifat dari yang buruk menjadi baik adalah tanda orang yang beriman, sebagaimana salah satu kisah pada zaman Nabi Muhammad saw. Pada suatu hari, ada seseorang yang belum masuk Islam datang kepada Nabi.

Nabi kemudian memberikan jamuan berupa susu yang diminum oleh tamu tersebut. Ketika susu di dalam gelas telah habis, Nabi memberikan lagi susu hingga dihabiskan sampai tujuh gelas, kemudian tamu tersebut pamit pulang.

Kemudian pada waktu yang lain, tamu tersebut datang kembali kepada Nabi. Namun pada saat itu ia sudah masuk Islam.

Ia kembali diberi satu gelas susu, lalu diminum oleh tamu tersebut. Ketika hendak diberi lagi, tamu yang telah menjadi sahabat itu tidak bersedia meminumnya lagi. Ia berkata bahwa satu gelas susu sudah cukup. Lalu Nabi bersabda:

الْمُؤْمِنُ يَشْرَبُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَشْرَبُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ

Artinya, “Orang mukmin minum dengan satu perut, sedangkan orang kafir minum dengan tujuh perut.” (Riwayat Imam Muslim).

Kisah ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa akan ada banyak perubahan ketika seseorang yang sebelumnya memiliki sifat jahiliyah kemudian menjadi seorang mukmin. Sifat tamak berubah menjadi sifat qanaah.

Oleh karena itu, seharusnya bagi orang yang telah selesai menjalankan ibadah puasa juga akan terjadi perubahan sifat yang lebih baik dibandingkan sebelum berpuasa.

Sebab dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, setidaknya kita dapat menjaga diri dari tiga perkara yang dapat menjadi sumber keburukan. Nabi Muhammad saw telah bersabda:

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَفُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْهَوَى

Artinya, “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syahwat yang menyesatkan pada perut dan kemaluan kalian, serta hawa nafsu yang menyesatkan.” (HR Ahmad).

Jangan sampai kita menjadi budak hawa nafsu yang akhirnya memiliki sifat konsumerisme, tamak, dan sebagainya. Atau tidak mampu menjaga kehormatan diri sehingga banyak terjadi fenomena perselingkuhan, zina, seks bebas, dan lain sebagainya. Na’udzubillahi min dzalik.

Orang yang hidupnya hanya mengikuti hawa nafsu akan mendapatkan siksa dari Allah. Allah swt berfirman:

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا عَلَى النَّارِۗ اَذْهَبْتُمْ طَيِّبٰتِكُمْ فِيْ حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهَاۚ فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُوْنِ بِمَا كُنْتُمْ تَسْتَكْبِرُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنْتُمْ تَفْسُقُوْنَࣖ

Artinya, “Dan pada hari ketika orang-orang kafir dihadapkan ke neraka, (dikatakan kepada mereka), ‘Kalian telah menghabiskan rezeki yang baik dalam kehidupan dunia dan kalian telah bersenang-senang dengannya. Maka pada hari ini kalian dibalas dengan azab yang menghinakan, karena kalian telah menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar dan karena kalian telah berbuat fasik.’” (Surat Al-Ahqaf ayat 20).

اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ لَآ اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah

Orang yang mampu mengendalikan hawa nafsu akan menjadi manusia yang bersih, bahagia, dan selamat, atau yang disebut dengan fitrah. Dengan fitrah tersebut kita akan memperoleh kebahagiaan dan kesuksesan lahir dan batin.

Untuk mensyukuri nikmat ini, marilah kita memperbanyak membaca takbir dan dzikir, mengagungkan nama Allah.

Demikianlah khutbah yang dapat disampaikan pada kesempatan ini. Untuk mengakhiri khutbah ini, marilah kita senantiasa berdoa. Semoga kita semua dijadikan Allah Ta’ala termasuk orang-orang yang bertakwa, bahagia di dunia dan akhirat. Diampuni semua dosa kita. Diterima semua amal ibadah kita.

Dan semoga kita dikumpulkan oleh Allah bersama keluarga kita, para guru kita, dan Nabi Muhammad saw di dalam surga Allah Ta’ala. Amin. Allahumma amin.

   جَعَلَنَا اللّٰهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللّٰه لِى وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  

KHUTBAH II

   اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ  

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ  

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ  ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعْمَالِنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا فِيْ رَمَضَانَ وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يُقِيْمُهَا وَيُدِيْمُهَا وَيُحْيِيْهَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ  

عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ  

Download Khutbah Singkat PDF

Khutbah Bahasa Jawa

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Sentuh disini GABUNG GRUP

Pos terkait