MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita kesempatan untuk merasakan indahnya bulan suci Ramadhan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan. Di penghujung bulan ini, Allah memberikan sebuah ibadah yang sangat mulia yaitu zakat fitrah. Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban yang harus ditunaikan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Zakat fitrah memiliki tujuan yang sangat indah. Ia membersihkan jiwa orang yang berpuasa dari kesalahan dan kekurangan selama Ramadhan, sekaligus membantu fakir miskin agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
Artinya: “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Dari hadits ini kita memahami bahwa zakat fitrah memiliki dua dimensi sekaligus: dimensi ibadah kepada Allah dan dimensi sosial kepada sesama manusia.
Secara ibadah, zakat fitrah menyempurnakan puasa kita. Selama sebulan penuh mungkin kita masih melakukan kesalahan: perkataan yang tidak baik, sikap yang kurang sabar, atau perbuatan yang kurang terjaga. Maka zakat fitrah menjadi penyuci dari kekurangan itu.
Sedangkan dari sisi sosial, zakat fitrah bertujuan agar tidak ada kaum muslimin yang kelaparan atau bersedih pada hari raya Idul Fitri. Hari raya adalah hari kebahagiaan bersama, bukan hanya untuk orang kaya tetapi juga untuk kaum dhuafa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)
Ayat ini menjelaskan bahwa zakat memiliki fungsi membersihkan jiwa manusia dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Orang yang rajin bersedekah dan menunaikan zakat akan memiliki hati yang lembut dan penuh kepedulian.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Namun ada satu hal penting yang sering kita lupakan dalam menunaikan zakat atau sedekah, yaitu mendahulukan keluarga yang membutuhkan.
Terkadang seseorang rajin bersedekah jauh ke tempat lain, tetapi justru lupa bahwa di dalam keluarganya sendiri ada saudara, paman, bibi, sepupu, atau kerabat yang hidup dalam kesulitan.
Islam mengajarkan bahwa membantu keluarga yang miskin memiliki pahala yang lebih besar, karena di dalamnya terdapat dua kebaikan sekaligus: sedekah dan menyambung silaturahmi.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
Artinya: “Sedekah kepada orang miskin bernilai satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat bernilai dua: sedekah dan menyambung silaturahmi.” (HR. Tirmidzi)
Karena itu para ulama menjelaskan bahwa jika kita memiliki keluarga yang termasuk fakir atau miskin, maka mereka lebih berhak menerima bantuan kita, selama mereka tidak termasuk orang yang wajib kita nafkahi secara langsung.
Misalnya ada saudara yang hidup kesulitan, ada paman yang sudah tua dan tidak memiliki penghasilan, ada sepupu yang kesulitan ekonomi, atau ada keluarga yang sedang terlilit hutang. Mereka adalah orang-orang yang sangat layak mendapatkan perhatian dan bantuan kita.
Bayangkan jika dalam satu keluarga yang mampu memperhatikan keluarga yang kurang mampu. Maka tidak akan ada lagi saudara yang kelaparan, tidak ada lagi keluarga yang merasa sendirian menghadapi kesulitan hidup.
Inilah keindahan ajaran Islam. Ia membangun masyarakat yang penuh dengan kasih sayang dan kepedulian.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Zakat fitrah juga mengajarkan kita bahwa harta bukanlah milik kita sepenuhnya. Di dalam harta yang kita miliki terdapat hak orang lain.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
Artinya “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS. Adz-Dzariyat: 19)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa orang miskin bukan sekadar objek belas kasihan, tetapi mereka memiliki hak dalam harta orang yang mampu.
Karena itu ketika kita menunaikan zakat fitrah, jangan merasa seolah-olah kita sedang memberi sesuatu yang sangat besar. Sesungguhnya kita hanya menunaikan kewajiban dan mengembalikan hak mereka yang telah Allah titipkan dalam harta kita.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Menjelang Idul Fitri, marilah kita menunaikan zakat fitrah dengan penuh keikhlasan. Pastikan zakat tersebut sampai kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.
Jika di dalam keluarga kita ada yang miskin, maka jangan sampai mereka terabaikan. Dahulukan mereka, bahagiakan mereka, dan ringankan beban hidup mereka.
Karena bisa jadi kebahagiaan Idul Fitri yang sesungguhnya bukan terletak pada pakaian baru atau hidangan yang mewah, tetapi pada senyum saudara kita yang terbantu oleh zakat yang kita keluarkan.
Semoga dengan zakat fitrah yang kita tunaikan, Allah membersihkan puasa kita, melapangkan rezeki kita, serta menjadikan kita pribadi yang lebih peduli kepada sesama.
Semoga Ramadhan ini benar-benar menjadikan kita hamba yang lebih bertakwa dan lebih peka terhadap penderitaan orang lain.
Marilah kita tutup kultum ini dengan doa.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَزَكَاتَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَّقِينَ، وَأَغْنِ الْفُقَرَاءَ وَالْمَسَاكِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ يُحِبُّونَ الْخَيْرَ لِلنَّاسِ
Artinya: “Ya Allah, terimalah puasa, ibadah malam, dan zakat kami. Jadikan kami termasuk hamba-Mu yang bertakwa. Cukupkanlah kebutuhan fakir miskin, dan jadikan kami hamba yang mencintai kebaikan bagi sesama.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW






