Kultum Ramadhan Hari ke-27 PDF: Keutamaan Malam Kemuliaan

Keutamaan Malam Kemuliaan
Keutamaan Malam Kemuliaan

MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita kesempatan untuk menikmati bulan Ramadhan yang penuh berkah. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Bacaan Lainnya

Jamaah yang dirahmati Allah,

Kita telah memasuki penghujung bulan Ramadhan. Malam ke-27 ini termasuk malam yang sangat istimewa dalam Islam. Banyak ulama menyebut bahwa malam ini berpotensi besar menjadi Lailatul Qadar, yaitu malam kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1–5)

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Bayangkanlah, Allah menyebut bahwa satu malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Seribu bulan berarti sekitar 83 tahun lebih. Artinya, ibadah yang kita lakukan pada malam itu nilainya lebih besar daripada ibadah selama puluhan tahun.

Betapa besar karunia Allah kepada umat Nabi Muhammad. Umur umat ini relatif pendek dibandingkan umat terdahulu, tetapi Allah memberikan satu malam yang nilainya melebihi puluhan tahun ibadah.

Karena itu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat bersungguh-sungguh mencari malam ini, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Dalam sebuah hadist disebutkan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الْأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

Artinya: Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah yang dirahmati Allah,

Perhatikan bagaimana Rasulullah mencontohkan kesungguhan dalam mencari Lailatul Qadar. Beliau tidak hanya beribadah sendiri, tetapi juga membangunkan keluarganya agar tidak kehilangan malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan pada malam-malam ini?

Pertama, memperbanyak shalat malam.

Shalat tarawih, tahajud, dan witir menjadi amalan yang sangat dianjurkan pada malam-malam terakhir Ramadhan.

Rasulullah bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bayangkanlah, dosa-dosa yang mungkin selama ini kita lakukan—dosa kepada Allah, kelalaian dalam ibadah, atau kesalahan dalam hidup—Allah membuka pintu ampunan yang sangat luas pada malam ini.

Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Karena Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur’an, maka membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur’an pada malam ini memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.

Ketiga, memperbanyak doa dan istighfar.

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bertanya kepada Rasulullah:

“Wahai Rasulullah, jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, doa apa yang sebaiknya aku baca?”

Rasulullah menjawab:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)

Doa ini sangat singkat, tetapi maknanya sangat dalam. Kita memohon kepada Allah agar menghapus segala dosa, kesalahan, dan kekhilafan kita.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Seringkali kita sibuk mengejar dunia. Kita bekerja keras siang dan malam demi rezeki, jabatan, atau harta. Tetapi malam Lailatul Qadar mengingatkan kita bahwa ada amal yang nilainya lebih besar daripada puluhan tahun kehidupan dunia.

Betapa ruginya jika malam ini berlalu begitu saja sementara kita hanya sibuk dengan tidur, televisi, atau media sosial.

Sebagian ulama mengatakan, orang yang tidak mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar adalah orang yang benar-benar merugi dalam hidupnya.

Malam ini adalah kesempatan bagi kita untuk:

  • Memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu
  • Memperbaiki hubungan kita dengan Allah
  • Memohon kebaikan untuk keluarga dan anak-anak kita
  • Berdoa untuk keselamatan umat Islam di seluruh dunia

Di saat banyak saudara kita di berbagai tempat mengalami penderitaan, peperangan, dan kesulitan hidup, maka malam ini juga menjadi saat terbaik untuk mendoakan mereka agar Allah memberikan pertolongan dan kedamaian.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Tidak ada yang tahu secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi. Rasulullah hanya memberikan petunjuk bahwa malam tersebut berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

Karena itu, jangan sampai kita hanya bersemangat pada satu malam saja. Hidupkanlah seluruh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah.

Siapa tahu, malam inilah malam yang selama ini kita nantikan. Malam di mana doa-doa kita diijabah. Malam di mana dosa-dosa kita dihapuskan. Malam di mana Allah menuliskan takdir kebaikan untuk hidup kita.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

Akhirnya, marilah kita tutup kultum ini dengan doa.

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمَقْبُولِينَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: “Ya Allah, pertemukanlah kami dengan Lailatul Qadar, jadikan kami termasuk orang-orang yang diterima amalnya, dan ampunilah kami, kedua orang tua kami, serta seluruh kaum muslimin.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Download Khutbah Singkat PDF

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW

Pos terkait