MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan menjalani hari-hari penuh berkah di bulan Ramadhan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin jamaah yang dimuliakan Allah,
Tanpa terasa kita telah sampai pada hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka ini hampir meninggalkan kita. Hati seorang mukmin tentu merasakan haru dan sedih, karena belum tentu kita akan dipertemukan kembali dengan Ramadhan di tahun yang akan datang.
Di bulan ini kita telah berusaha memperbanyak ibadah. Masjid yang biasanya sepi menjadi ramai. Al-Qur’an yang mungkin jarang kita buka kini setiap hari kita baca. Tangan yang sebelumnya jarang bersedekah kini menjadi lebih ringan memberi. Pertanyaannya, apakah semua amal ini akan berhenti ketika Ramadhan berakhir?
Jamaah yang dirahmati Allah,
Seorang mukmin sejati tidak hanya beribadah di bulan Ramadhan saja, tetapi menjaga amal tersebut sepanjang hidupnya. Ramadhan sejatinya adalah madrasah, tempat kita dilatih menjadi hamba yang lebih taat kepada Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa ibadah tidak dibatasi oleh waktu tertentu. Bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Ibadah adalah tugas kita sepanjang hidup sampai ajal menjemput.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Para ulama salaf memiliki kebiasaan yang sangat indah setelah Ramadhan. Mereka tetap menjaga amal yang telah mereka lakukan. Bahkan mereka merasa khawatir jika amal mereka di bulan Ramadhan tidak diterima oleh Allah.
Diriwayatkan bahwa para sahabat dan ulama terdahulu berdoa selama enam bulan setelah Ramadhan agar amal Ramadhan mereka diterima oleh Allah, dan enam bulan berikutnya mereka berdoa agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya.
Ini menunjukkan bahwa yang paling penting bukan hanya banyaknya amal, tetapi istiqamah dalam menjaga amal tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini memberikan pelajaran besar bagi kita. Allah tidak menuntut kita melakukan amal yang besar tetapi hanya sesaat. Allah lebih mencintai amal kecil yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ada beberapa amalan yang sebaiknya kita jaga setelah Ramadhan agar keberkahan bulan suci ini tetap hidup dalam kehidupan kita.
Pertama, menjaga shalat berjamaah.
Jika selama Ramadhan kita rajin datang ke masjid untuk shalat berjamaah dan shalat tarawih, maka jangan sampai setelah Ramadhan masjid kembali sepi.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
Artinya: “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedua, menjaga hubungan dengan Al-Qur’an.
Di bulan Ramadhan banyak di antara kita yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an. Namun setelah Ramadhan berlalu, mushaf kembali tersimpan rapi di rak.
Padahal Al-Qur’an adalah petunjuk hidup kita sepanjang waktu.
Allah berfirman:
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
Artinya: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra’: 9)
Maka walaupun hanya beberapa ayat setiap hari, tetaplah membaca Al-Qur’an agar hati kita selalu hidup.
Ketiga, menjaga sedekah.
Di bulan Ramadhan kita sangat mudah berbagi. Kita memberi makan orang yang berpuasa, membayar zakat, dan membantu orang yang membutuhkan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
Artinya: “Rasulullah adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Namun kedermawanan tidak boleh berhenti ketika Ramadhan selesai. Sedekah sekecil apapun tetap bernilai besar di sisi Allah.
Keempat, menjaga puasa sunnah.
Puasa tidak hanya ada di bulan Ramadhan. Rasulullah mengajarkan berbagai puasa sunnah seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, dan puasa enam hari di bulan Syawal.
Rasulullah bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan bukanlah garis akhir ibadah kita, tetapi justru menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih taat. Jika setelah Ramadhan kita kembali kepada kebiasaan lama, maka kita termasuk orang yang merugi.
Para ulama memberi perumpamaan yang sangat indah. Mereka mengatakan bahwa orang yang beribadah hanya di bulan Ramadhan seperti seseorang yang menanam pohon lalu mencabutnya kembali sebelum berbuah.
Sebaliknya, orang yang menjaga amal setelah Ramadhan seperti petani yang terus merawat pohonnya hingga akhirnya menghasilkan buah yang manis.
Oleh karena itu, mari kita berdoa kepada Allah agar amal ibadah kita di bulan Ramadhan diterima dan kita diberi kekuatan untuk istiqamah setelahnya. Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka istiqamah…” (QS. Fussilat: 30)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Menjelang berakhirnya Ramadhan ini, mari kita lakukan muhasabah. Sudahkah Ramadhan mengubah diri kita? Sudahkah hati kita menjadi lebih lembut, lebih sabar, dan lebih dekat kepada Allah?
Semoga setelah Ramadhan kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih rajin beribadah, lebih peduli kepada sesama, dan lebih takut kepada Allah.
Semoga Allah menerima amal puasa kita, shalat kita, sedekah kita, dan semua amal kebaikan kita di bulan yang mulia ini.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا
Artinya: “Ya Allah, terimalah puasa kami, shalat kami, rukuk kami, dan sujud kami.”
Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang berhasil keluar dari Ramadhan dalam keadaan bersih dari dosa, seperti bayi yang baru dilahirkan. Amin ya Rabbal ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW






