MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan merasakan indahnya bulan Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Hari ini kita telah berada di penghujung Ramadhan, tepat pada hari ke-29. Bulan yang mulia ini hampir meninggalkan kita. Pertanyaannya bukan lagi berapa hari kita berpuasa, tetapi apa yang kita bawa pulang dari Ramadhan ini?
Ramadhan datang hanya sekali dalam setahun. Tidak ada jaminan kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan berikutnya. Betapa banyak orang yang tahun lalu masih bersama kita di masjid ini, tetapi kini mereka telah kembali kepada Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menjelaskan tujuan utama Ramadhan, yaitu mencapai ketakwaan. Bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih hati agar lebih dekat kepada Allah.
Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,
Selama Ramadhan kita telah melakukan banyak ibadah. Kita berpuasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak doa.
Namun pertanyaannya adalah: apakah semua itu benar-benar mengubah hati kita?
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bayangkan, dosa-dosa kita yang menumpuk selama setahun bisa diampuni oleh Allah hanya dengan puasa yang ikhlas.
Tetapi syaratnya ada dua: iman dan mengharap pahala dari Allah.
Jika Ramadhan ini benar-benar kita jalani dengan hati yang ikhlas, maka seharusnya kita keluar dari bulan ini seperti bayi yang baru lahir: bersih dari dosa.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ada sebuah nasihat yang sangat menyentuh dari para ulama salaf. Mereka berkata:
“Janganlah kalian menjadi hamba Ramadhan, tetapi jadilah hamba Allah.”
Artinya apa?
Banyak orang yang rajin beribadah hanya ketika Ramadhan. Masjid penuh saat tarawih, tetapi setelah Ramadhan masjid kembali sepi.
Selama Ramadhan kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi setelah Ramadhan mushaf kembali berdebu.
Jika ibadah kita berhenti setelah Ramadhan, berarti kita hanya mengenal Allah di bulan Ramadhan saja.
Padahal Allah adalah Rabb kita sepanjang tahun.
Allah berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya: “Sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99)
Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah tidak memiliki batas waktu sampai kita meninggal dunia.
Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,
Ada tiga tanda bahwa Ramadhan kita diterima oleh Allah.
Pertama, hati kita menjadi lebih lembut.
Ramadhan seharusnya membuat kita lebih mudah menangis ketika mendengar ayat Al-Qur’an, lebih mudah memaafkan orang lain, dan lebih peduli kepada sesama.
Kedua, kita semakin mencintai ibadah.
Jika setelah Ramadhan kita masih menjaga shalat berjamaah, masih membaca Al-Qur’an, dan masih gemar bersedekah, itu pertanda Ramadhan telah meninggalkan bekas dalam hati kita.
Ketiga, kita semakin menjauhi maksiat.
Ramadhan melatih kita menahan diri dari yang halal di siang hari. Maka seharusnya kita lebih mampu meninggalkan yang haram setelah Ramadhan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
Artinya: “Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Perisai dari apa?
Perisai dari dosa, dari hawa nafsu, dan dari api neraka.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Malam-malam terakhir Ramadhan juga merupakan malam yang sangat berharga. Di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Allah berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)
Seribu bulan sama dengan lebih dari 83 tahun ibadah.
Bayangkan, satu malam saja Allah memberi pahala lebih baik dari ibadah seumur hidup manusia.
Karena itu jangan sampai kita menyia-nyiakan malam-malam terakhir Ramadhan ini.
Perbanyaklah doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan shalat malam.
Rasulullah mengajarkan doa yang sangat dianjurkan dibaca pada malam-malam terakhir Ramadhan:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)
Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,
Bayangkan jika Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita.
Mungkin tahun depan kita sudah tidak lagi berada di dunia ini.
Mungkin tahun depan orang lain yang akan mendoakan kita.
Karena itu sebelum Ramadhan benar-benar pergi, mari kita bertanya kepada diri kita sendiri:
Apakah kita sudah memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh?
Apakah kita sudah memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti kita?
Apakah kita sudah memperbaiki hubungan dengan keluarga dan saudara?
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
Artinya: “Celaka seseorang yang mendapati Ramadhan, lalu Ramadhan berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.” (HR. Tirmidzi)
Na’udzubillah.
Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi tersebut.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ketika Ramadhan pergi, semoga ia tidak pergi sendirian.
Semoga ia membawa dosa-dosa kita, membawa kesedihan kita, dan meninggalkan hati yang lebih dekat kepada Allah.
Dan semoga ketika kita bertemu dengan Idul Fitri nanti, kita benar-benar menjadi manusia yang baru: lebih sabar, lebih ikhlas, lebih bertakwa.
Semoga Allah menerima puasa kita, shalat kita, sedekah kita, dan seluruh amal ibadah kita.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَرُكُوعَنَا وَسُجُودَنَا
Artinya: “Ya Allah, terimalah puasa kami, shalat malam kami, rukuk dan sujud kami.”
Akhirnya, marilah kita menutup kultum ini dengan berdoa kepada Allah agar kita termasuk orang-orang yang mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan.
Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun mendatang dalam keadaan iman yang lebih kuat.
Amin ya Rabbal ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW






