Kultum Ramadhan Hari ke-30 PDF: Meraih Kemenangan di Hari Raya

Kultum Ramadhan Hari ke-30 PDF: Meraih Kemenangan di Hari Raya
Kultum Ramadhan Hari ke-30 PDF: Meraih Kemenangan di Hari Raya

MATERI KULTUM RAMADHAN SINGKAT

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan sehingga kita dapat menjalani ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarganya, para sahabatnya, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Bacaan Lainnya

Hadirin kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Hari ini kita telah berada di penghujung bulan Ramadhan. Tanpa terasa, hari demi hari telah berlalu. Ramadhan yang penuh rahmat, penuh ampunan, dan penuh keberkahan kini hampir meninggalkan kita. Mungkin di antara kita ada yang merasa bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan Hari Raya Idul Fitri. Namun di sisi lain, hati orang-orang yang beriman justru diliputi kesedihan karena akan berpisah dengan bulan yang mulia ini.

Para ulama salaf dahulu sangat merindukan Ramadhan. Bahkan mereka berdoa kepada Allah selama enam bulan agar dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya, dan enam bulan berikutnya mereka berdoa agar amal ibadah Ramadhan mereka diterima oleh Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan adalah mencapai derajat takwa. Maka kemenangan yang sebenarnya di hari raya bukanlah sekadar memakai pakaian baru, makan makanan yang lezat, atau berkumpul bersama keluarga. Kemenangan yang hakiki adalah ketika setelah Ramadhan hati kita menjadi lebih dekat kepada Allah, ibadah kita semakin baik, dan dosa-dosa kita diampuni.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Hari Raya Idul Fitri sering disebut sebagai hari kemenangan. Namun pertanyaannya, kemenangan seperti apakah yang dimaksud?

Kemenangan dalam Islam bukanlah kemenangan melawan orang lain, melainkan kemenangan melawan hawa nafsu. Selama satu bulan penuh kita dilatih untuk menahan lapar, menahan dahaga, menahan amarah, menahan pandangan, dan menahan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ

Artinya: “Puasa adalah perisai. Maka janganlah seseorang berkata kotor dan jangan pula berbuat bodoh. Jika ada orang yang memusuhinya atau mencacinya, hendaklah ia berkata: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala bentuk keburukan. Jika selama Ramadhan kita mampu mengendalikan diri, maka itulah tanda bahwa kita sedang meraih kemenangan.

Kaum muslimin yang berbahagia,

Salah satu tanda kemenangan di hari raya adalah ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita. Betapa banyak dosa yang telah kita lakukan selama hidup ini, baik dosa yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Namun Ramadhan adalah kesempatan besar bagi kita untuk mendapatkan ampunan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bayangkanlah, jika selama Ramadhan kita benar-benar berpuasa dengan iman dan keikhlasan, maka dosa-dosa kita yang lalu akan dihapus oleh Allah. Itulah kemenangan yang sangat besar.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Namun kemenangan di hari raya juga harus dibuktikan dengan perubahan setelah Ramadhan. Jika setelah Ramadhan kita kembali kepada kebiasaan lama, malas shalat, jarang membaca Al-Qur’an, mudah marah, dan kembali melakukan maksiat, maka sesungguhnya kita belum benar-benar menang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا

Artinya: “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali.” (QS. An-Nahl: 92)

Ayat ini mengingatkan kita agar tidak merusak amal ibadah yang telah kita bangun selama Ramadhan. Jangan sampai setelah sebulan kita memperbaiki diri, semuanya kembali rusak setelah hari raya.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Hari Raya Idul Fitri juga merupakan momentum untuk saling memaafkan. Setiap manusia pasti memiliki kesalahan kepada orang lain, baik melalui ucapan, sikap, maupun perbuatan. Oleh karena itu Islam mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan membersihkan hati.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ

Artinya: “Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu pada hari raya kita saling mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, bukan sekadar tradisi, tetapi sebagai bentuk ketaatan kepada ajaran Islam agar hati kita bersih dari kebencian dan dendam.

Hadirin yang berbahagia,

Menjelang berakhirnya Ramadhan, mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing:

Apakah Ramadhan telah mengubah diri kita menjadi lebih baik?

Apakah hati kita menjadi lebih lembut?

Apakah ibadah kita menjadi lebih rajin?

Jika jawabannya iya, maka insyaAllah kita termasuk orang-orang yang meraih kemenangan di hari raya.

Namun jika kita merasa masih banyak kekurangan, jangan putus asa. Gunakan sisa hari Ramadhan ini untuk memperbanyak taubat, memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak doa kepada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

Artinya: “Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini memberikan harapan kepada kita semua bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah agar Ramadhan yang kita jalani tahun ini diterima oleh-Nya, dosa-dosa kita diampuni, dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan pada tahun yang akan datang.

Semoga ketika kita memasuki Hari Raya Idul Fitri, kita benar-benar menjadi manusia yang baru, manusia yang bersih dari dosa, manusia yang hatinya penuh dengan keimanan dan ketakwaan.

Sebagaimana doa para ulama ketika berpisah dengan Ramadhan:

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا

Artinya: “Ya Allah, terimalah puasa dan ibadah malam kami.”

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang meraih kemenangan di hari raya. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Download Khutbah Singkat PDF

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW

Pos terkait