Kultum Ramadhan Hari ke-4 Menuju Hari ke-5: Menguatkan Sabar, Menjemput Ampunan

Menguatkan Sabar, Menjemput Ampunan
Menguatkan Sabar, Menjemput Ampunan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kesempatan untuk menikmati hari keempat Ramadhan dan bersiap menyambut hari kelima. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Bacaan Lainnya

Hadirin yang dirahmati Allah,

Memasuki hari keempat dan kelima Ramadhan, tubuh mulai merasakan lelah. Rutinitas berjalan seperti biasa, pekerjaan tetap menanti, tanggung jawab keluarga tetap harus ditunaikan. Di sinilah Allah melatih kita dengan satu kata yang sangat mulia: sabar.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Puasa adalah madrasah kesabaran. Kita sabar menahan lapar. Sabar menahan haus. Sabar menahan amarah. Bahkan sabar dalam diam ketika dihina atau disakiti.

Rasulullah SAW bersabda:

الصِّيَامُ نِصْفُ الصَّبْرِ

“Puasa itu setengah dari kesabaran.” (HR. Tirmidzi)

Artinya, siapa yang mampu menjalani puasa dengan baik, ia sedang melatih separuh dari kekuatan hidupnya. Sebab hidup tidak pernah lepas dari ujian.

Hadirin sekalian,

Selain sabar, Ramadhan adalah bulan ampunan. Kita tidak tahu berapa banyak dosa yang telah kita lakukan: dosa kepada Allah, dosa kepada orang tua, dosa kepada pasangan, dosa dalam ucapan dan pandangan.

Namun Allah Maha Pengampun.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perhatikan syaratnya: iman dan mengharap pahala.

Bukan sekadar ikut-ikutan.

Bukan sekadar tradisi tahunan.

Tetapi benar-benar karena Allah.

Memasuki hari kelima nanti, mari kita bertanya pada diri sendiri: sudahkah puasa kita disertai taubat yang sungguh-sungguh? Ataukah kita masih menyimpan kebiasaan buruk yang tidak ingin kita tinggalkan?

Allah SWT berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا

“Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini adalah pelukan kasih sayang dari Allah.

Seberat apa pun dosa kita, pintu ampunan masih terbuka.

Seluas apa pun kesalahan kita, rahmat Allah lebih luas.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Hari keempat menuju hari kelima adalah momentum memperbaiki kualitas ibadah. Jika tilawah kita masih sedikit, tambahkan. Jika sedekah kita masih jarang, biasakan. Jika shalat malam masih berat, paksa diri perlahan.

Karena boleh jadi, keberkahan Ramadhan bukan pada panjangnya usia kita, tetapi pada kesungguhan kita dalam menjalaninya.

Bayangkan ketika kelak kita berdiri di hadapan Allah. Puasa-puasa yang kita jalani akan menjadi saksi. Lapar dan haus yang kita tahan akan menjadi pembela.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika berbuka ada doa yang tidak tertolak.” (HR. Ibnu Majah)

Maka jangan sia-siakan waktu menjelang berbuka. Jangan hanya sibuk dengan hidangan. Angkat tangan, mohon ampunan, minta kebaikan dunia dan akhirat.

Hadirin sekalian,

Mari kita jaga hati agar tetap bersih. Jangan sampai puasa kita rusak karena iri, dengki, atau amarah. Jangan sampai pahala kita habis karena ghibah dan perdebatan sia-sia.

Ramadhan adalah kesempatan emas. Hari-harinya cepat berlalu. Baru kemarin kita memulai, kini sudah menuju hari kelima. Tanpa terasa nanti kita akan berada di pertengahan, lalu di penghujung.

Maka sebelum waktu itu pergi, mari kita isi dengan sabar dan taubat.

Semoga Allah menguatkan kesabaran kita.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.

Semoga puasa kita diterima dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ

“Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbakti.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW

Pos terkait