Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesempatan sehingga kita telah menyelesaikan puasa hari ke-5 dan memasuki malam hari ke-6 bulan Ramadhan.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Tidak terasa kita telah melalui lima hari Ramadhan. Di awal Ramadhan, semangat kita begitu membara. Masjid penuh, tilawah lancar, sedekah ringan dilakukan. Namun, ujian sesungguhnya adalah menjaga konsistensi. Karena Ramadhan bukan tentang siapa yang paling semangat di awal, tetapi siapa yang paling istiqamah hingga akhir.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Tujuan puasa adalah takwa. Dan takwa tidak lahir dari ibadah sesaat, tetapi dari hati yang terus dijaga dan dibersihkan.
Ramadhan dan Hati yang Lembut
Memasuki hari ke-6, mari kita bertanya kepada diri sendiri:
Apakah hati kita semakin lembut?
Apakah lisan kita semakin terjaga?
Apakah amarah kita semakin terkendali?
Rasulullah SAW bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
Artinya: “Puasa itu adalah perisai. Maka apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan jangan berbuat gaduh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa adalah perisai—perisai dari api neraka, perisai dari dosa, dan perisai dari hawa nafsu. Tetapi perisai itu hanya kuat jika kita menjaganya dengan kesabaran.
Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Biasa
Sering kali, hari-hari awal Ramadhan kita isi dengan target-target besar. Namun memasuki hari ke-5 dan ke-6, mulai muncul rasa lelah. Bangun sahur terasa berat. Tilawah mulai berkurang. Shalat malam mulai tertinggal.
Padahal Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka jangan berhenti hanya karena lelah. Jangan turunkan kualitas ibadah hanya karena godaan mulai datang. Justru di sinilah nilai perjuangan kita.
Evaluasi Diri di Malam ke-6
Mari malam ini kita gunakan untuk muhasabah. Sudahkah:
- Kita menjaga shalat lima waktu berjamaah?
- Kita memperbanyak istighfar?
- Kita menahan pandangan dan lisan?
- Kita memperbaiki hubungan dengan keluarga?
Allah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ramadhan adalah bulan memperbaiki hati. Jika hati kita tenang, maka ibadah terasa ringan. Jika hati kita bersih, maka doa terasa dekat dengan langit.
Mungkin Ini Ramadhan Terakhir Kita
Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,
Tidak ada jaminan kita akan bertemu Ramadhan berikutnya. Tahun lalu, mungkin ada orang yang duduk bersama kita di masjid ini. Kini mereka telah berada di alam kubur.
Rasulullah SAW bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
Artinya: “Celaka seseorang yang mendapati Ramadhan lalu Ramadhan berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.” (HR. Tirmidzi)
Betapa meruginya jika lima hari telah berlalu, tetapi dosa kita belum juga berkurang. Betapa ruginya jika Ramadhan hanya kita jadikan rutinitas tahunan tanpa perubahan.
Menjaga Api Semangat
Memasuki hari ke-6, mari kita perbarui niat.
Kita kuatkan azam.
Kita tingkatkan kualitas ibadah.
Jika sebelumnya kita membaca satu juz sehari, pertahankan.
Jika belum mampu, jangan menyerah—mulailah sekarang.
Jika shalat malam belum rutin, bangunlah walau hanya dua rakaat.
Karena Allah melihat usaha kita, bukan sekadar hasilnya.
Allah berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
Artinya: “Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)
Tidak ada amal yang sia-sia di bulan ini.
Penutup
Hadirin yang dirahmati Allah,
Lima hari telah berlalu. Enam hari Ramadhan sedang kita masuki. Waktu berjalan begitu cepat. Jangan biarkan Ramadhan meninggalkan kita dalam keadaan yang sama seperti sebelum Ramadhan.
Semoga Allah melembutkan hati kita.
Semoga Allah menguatkan langkah kita.
Semoga Allah menjadikan puasa kita bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan dosa dan maksiat.
Dan semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan ampunan di bulan yang mulia ini.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik JOIN NOW






