Khutbah Jumat Bahasa Indonesia PDF Tentang Sifat Rasulallah Bukan Seorang Pendendam, Singkat Padat Penuh Makna

  • Whatsapp
Ilustrasi Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi Nabi Muhammad SAW

Khutbah Jumat berikut ini menjelaskan tentang sifat Nabi Muhammad yang bukan seorang pendendam. Dalam khutbah jumat singkat penuh makna ini akan disebutkan beberapa peristiwa yang menunjukkan bawah Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang lembut.

Khutbah jumat berikut ini cocok untuk moment Maulid Nabi Muhammad SAW yaitu meneladani salah satu sifat Rasulallah SAW dalam berdakwah. Khutbah jumat ini versi bahasa Indonesia. Untuk bahasa Jawa silahkan download DISINI.

Bacaan Lainnya

Contoh naskah khutbah jumat PDF ini ditulis oleh Alif Budi Luhur dan telah publish di NU Online. Redaksi khutbah singkat kemudian mempublish ulang dengan sedikit penyuntingan.

Teks khutbah bisa Anda download di akhir tulisan atau langsung klik di halaman ke 3. Tekan menu download PDF, print, kemudian potong kertas menjadi dua bagian A4 sehingga berukuran A5. Dengan begitu, naskah lebih simpel dan praktis saat dibawa naik ke mimbar. Semoga bermanfaat..

Silahkan bergabung di grup Telegram untuk mendapatkan Materi Khutbah terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com dengan cara klik “Berlangganan” BERLANGGANAN atau https://t.me/khutbahjumatsingkat

MUKADIMAH KHUTBAH JUMAT

   اَلحَمْدُ لِلّهِ الوَاحِدِ القَهَّارِ، الرَحِيْمِ الغَفَّارِ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى عَلَى فَضْلِهِ المِدْرَارِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الغِزَارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ العَزِيْزُ الجَبَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المُصْطَفَى المُخْتَار، صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ الطَيِّبِيْنَ الأَطْهَار، وَإِخْوَنِهِ الأَبْرَارِ، وَأَصْحَابُهُ الأَخْيَارِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا تُعَاقِبُ اللَيْلَ وَالنَّهَار، أما بعد، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا  

Hadirin Sidang Jum’ah Rahimakumullah..

Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita bersama-sama meningkatkan kadar iman dan taqwa kepada Allah SWT. Dengan arti menjalankan segala hal yang telah diperintah Allah dan menjauhi apa-apa yang telah dilarang oleh Allah SWT. Karena, dengan berbekal takwallah kita bisa selamat di dunia hingga kelak diakhirat.

Hadirin Rahimakumullah..

Saat ini kita sedang berada di bulan maulid Nabi Muhammad SAW. Dimana pada tanggal 12 Rabiul Awal telah dilahirkan orang nomor satu di dunia yang kelak membawa perubahan besar melalui agama Islam.

Dan jika umat Islam ditanya, siapa teladan utama yang mesti diikuti?, maka jawaban pertama yang harus terlontar adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Al-Qur’an menyebut akhlak Nabi sebagai akhlak yang agung (wa innaka la ‘alâ khuluqin ‘adhîm).

Penyematan predikat al-‘adhîm pada diri beliau merupakan sebuah keistimewaan yang luar biasa. Al-‘adhîm merupakan salah satu dari 99 nama Allah yang indah, al-asmâ’ al-husnâ.  Beliaulah pembawa risalah yang diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Ketika Aisyah, ditanya tentang akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, istri beliau ini pun menjawab dengan tegas, “Akhlak Nabi adalah Al-Qur’an”.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Salah satu dari sikap Rasulullah yang perlu kita contoh adalah luasnya hati beliau dalam memberi maaf.

Nabi Muhammad adalah seorang yang hidupnya sarat dengan ujian, terlebih saat pertama kali menapaki proses dakwah. Serangan bertubi-tubi menimpa beliau dari orang-orang yang merasa terusik, mulai dari hinaan, fitnah, pelemparan kotoran, kekerasan fisik, hingga percobaan pembunuhan. Dari berbagai rintangan itulah, umat justru dapat memetik pelajaran luar biasa dari Rasulullah ini.

Rasulullah pernah difitnah gila karena menceritakan sesuatu yang belum bisa dicerna oleh akal kaum musyrik saat itu, pernah dirayu dengan harta dan wanita agar beliau menghentikan dakwahnya, dicekik ketika beribadah di sekitar Ka’bah, dilempar batu hingga berdarah kala hijrah ke Thaif, sampai secara diam-diam dibuntuti musuh perjalanannya untuk bisa dipenggal kepala beliau dari belakang.

Baca halaman berikutnya…

Pos terkait