MUKADIMAH KHUTBAH JUMAT
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ الْمُقَصِّرَ أَوَّلًا بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ﴿ لَقَدْ مَنَّ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ إِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ﴾ (آل عمران: 164)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dari atas mimbar khatib berwasiat kepada kita semua, terutama kepada diri khatib pribadi, untuk senantiasa berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara melaksanakan semua kewajiban dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan.
Hari ini kita berada di bulan Rabi’ul Awal, bulan yang sangat mulia. Bulan yang penuh sejarah, bulan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, insan pilihan Allah yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Sejak abad ketujuh Hijriah, umat Islam di berbagai belahan dunia merayakan Maulid dengan penuh sukacita. Majelis-majelis ilmu dan dzikir digelar, lantunan shalawat bergema, dan doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas lahirnya sang cahaya kehidupan.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Mengapa kita merayakan Maulid?
Alasan Pertama, karena kelahiran Nabi Muhammad ﷺ adalah nikmat terbesar dan rahmat teragung yang Allah berikan kepada kita. Tanpa kehadiran beliau, kita tidak akan mengenal Allah dengan benar, tidak akan mengenal Islam, dan tidak akan mendapatkan cahaya hidayah yang menyelamatkan.
Dengan perantaraan beliau, kita mengenal Allah, satu-satunya Tuhan yang wajib disembah. Tuhan yang Maha Pencipta, tidak menyerupai makhluk-Nya, dan tidak membutuhkan siapa pun.
Dengan perantaraan beliau pula, kita mengenal Islam, agama yang benar dan diridhai Allah. Agama yang dibawa oleh seluruh Nabi dan Rasul, yang kesempurnaannya ditutup oleh Rasulullah Muhammad ﷺ.
Alasan Kedua adalah sebagai ungkapan rasa cinta. Perayaan Maulid adalah ungkapan cinta kepada insan termulia, makhluk terbaik sepanjang masa, Baginda Rasulullah ﷺ.
Melalui perayaan Maulid, kita diingatkan untuk memperteguh cinta kepada Rasulullah ﷺ. Beliau begitu mencintai umatnya, bahkan lebih dari cinta mereka kepadanya.
Salah satu bukti cinta beliau adalah sabdanya:
لِكُلّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِيْ شَفَاعَةً لِأُمَّتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Maknanya: “Setiap Nabi memiliki doa yang pasti dikabulkan. Semua Nabi telah menyegerakan doanya, sedangkan aku menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku pada hari kiamat.” (HR Muslim)
Pada hari kiamat kelak, Baginda akan dipanggil:
يَا مُحَمَّدُ سَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ
Maknanya: “Wahai Muhammad, mintalah, niscaya engkau akan diberi. Berilah syafaat, niscaya syafaatmu diterima.”
Dan Rasulullah ﷺ menjawab dengan penuh cinta:
أَيْ رَبِّ أُمَّتِيْ أُمَّتِيْ
Maknanya: “Wahai Tuhanku, umatku, umatku.” (HR an-Nasa’i)
Betapa besar cinta beliau kepada kita, sehingga setiap doa dan harapannya selalu tertuju kepada keselamatan umatnya.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Perayaan Maulid juga mengingatkan kita pada kerinduan mendalam seorang mukmin kepada Rasulullah ﷺ. Seorang mukmin sejati pasti rindu ingin bertemu dengan beliau, meski hanya dalam mimpi.
Sahabat Bilal bin Rabah al-Habasyi ra. pernah mengalami hal itu. Dalam tidurnya, ia bermimpi melihat wajah Rasulullah ﷺ yang bercahaya. Saat terbangun, kerinduan yang membuncah membuatnya segera menempuh perjalanan jauh menuju Madinah.
Sesampainya di makam Rasulullah ﷺ, Bilal meneteskan air mata kerinduan yang tidak tertahan. Ia menangis karena merindukan sosok yang begitu dicintainya. Sebelum wafat, Bilal sempat berkata:
“Besok di akhirat aku akan menemui orang-orang yang kucintai, yaitu Muhammad dan para sahabatnya.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Alasan Ketiga mengapa kita merayakan Maulid adalah karena Rasulullah ﷺ sendiri telah memberi teladan untuk mensyukuri hari kelahirannya. Ketika ditanya tentang puasa sunnah hari Senin, beliau bersabda:
ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَأُنْزِلَ عَلَيَّ فِيْهِ
Maknanya: “Itu adalah hari aku dilahirkan dan pada hari itu pula diturunkan wahyu kepadaku.” (HR Ahmad dan al-Baihaqi)
Maka, Maulid adalah momentum untuk bersyukur kepada Allah atas kelahiran Rasulullah ﷺ, sang pembawa rahmat.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Perayaan Maulid juga merupakan pengamalan dari hadits beliau:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
Maknanya: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR al-Bukhari)
Alasan Keempat merayakan maulid adalah untuk mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW. Dalam Maulid, dibacakan sirah nabawiyyah. Dari situ kita belajar bahwa Rasulullah ﷺ tumbuh sebagai anak yatim, namun keyatiman tidak menghalanginya untuk berakhlak mulia.
Kita belajar dari kejujuran beliau dalam berdagang, sehingga Allah limpahkan keberkahan pada usahanya. Kita belajar dari kesabarannya dalam berdakwah, memulai sendirian hingga Islam tersebar ke seluruh dunia. Beliau sendiri menegaskan tujuan risalahnya:
(إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ (رَوَاهُ الْببَزَّارُ وَالْبَيْهَقِيُّ)
Maknanya: “Aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR al-Bazzar dan al-Baihaqi)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Rangkaian Maulid penuh dengan amal shalih: membaca al-Qur’an, memperbanyak shalawat, bersedekah, berdoa, dan bersilaturahim. Semua ini mempererat ukhuwah dan menumbuhkan cinta kepada Nabi ﷺ.
Allah sendiri berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (الأحزاب: 56)
Maknanya: “Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.” (QS. al-Ahzab: 56)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Demikian khutbah singkat ini. Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ menjadikan kita semakin mencintai beliau, meneladani akhlaknya, dan istiqamah di jalannya. Semoga Allah memberi kita syafaat Rasulullah ﷺ di hari kiamat nanti. Amin ya Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ بِاْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
KHUTBAH JUMAT KEDUA
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّسَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Silahkan bergabung dengan kami di Grup Telegram, Wa, atau Facebook untuk mendapatkan materi terbaru dari KHUTBAHSINGKAT.com Klik GABUNG SEKARANG Wa.0812-4436-5554